model lama. Besi magnit yang aus itu, tidak lagi
mengelarkan imbas sekuat yang diperlukan untuk menggerakkan suatu dinamo listrik.b.
Tembaga yang kehilangan sifatnya. Misalnya kawat tembaga yang terlalu kuat menerima aliran
listrik, akan berubah menjadi keristal tembaga, yang tidak mampu lagi dengan sempurna
mengalirkan arus listrik.c. Timah yang kehilangan sifatnya, hampir tak obahnya sebagai lempeng
timah di dalam baterai basah. Pada baterai tua, lempeng lempeng timah itu rusak menjadi
pecahan-pecahan seperti loyang (yang ada juga hubungannya dengan bertambahnya kadar
loyang di udara, bila piring terang baru saja meninggalkan suatu tempat dengan kecepatan
tinggi).
Di dalam mengutarakan seluruh kesan teknologi di dalam tulisan ini terus terang saya akui saya
sendiri tidaklah menguasai ilmu teknologi elektro yang mendetail. Kecuali sekedar sedikit
pentertian sambil lalu tentang pengetahuan seperti itu. Dengan harapan, semoga ilmuwan yang
lebih ahli akan menanggapi hal ini lebih mendalam melalui suatu riset di masa yang akan datang.
PERTANYAAN-PERTANYAAN berikutnya diajukan lagi kepada Nenek Baju Berenda.
Tanya: Apakah yang menarik makhluk piring terbang untuk mendatangi tempat-tempat tertentu?
Jawab: Entah dengan cara bagaimana, mereka dapat mengetahui dengan tepat daerah-daerah atau
kota yang sedang mengerjakan besi besar-besaran.
Saya memang tidak menanyakan lagi, apakah kegiatan pekerjaan besi dimaksud yaitu pabrik-
pabrik baja dan senjata, termasuk pabrik mobil atau juga daerah-daerah pasir besi dimuka bumi.
Tetapi kalau diambil satu grafik kunjungan piring terbang di seantero kota dan pedesaan. Karena
piring terbang juga pernah muncul di pantai selatan Jawa (Nusakambangan), yang diabadikan
oleh Ir. Hartono dengan tustel photo. Yang salah satu duplikat photo itu pernah diberikan oleh J.
Salatun kepada penulis. Sedang aslinya dikirimkan ke NASA. Daerah pantai selatan Jawa,
memang salah satu daerah pasir besi baja, yang pada saat ini sebagai salah satu proyek sumber
biji besi, selain titanium yang terkandung didalamnya.
Ucapan:‘entah dengan cara bagaimana‘ yang diteruskan Dt. Tuah dari Nenek Baju Berenda itu
mengingatkan penulis kepada suatu bentuk ‗radar terhadap metal‘. Atau dengan perkataan lain,
pesawat piring terbang memiliki detektor yang sangat sensitif untuk mengikuti kegiatan yang
ada hubungannya dngan besi di dunia. Sekaligus tercakup di dalamnya, industri senjata,
kumpulan persenjataan yang terbuat dari besi, daerah pasir besi, kawasan industri dan kota-kota
yang sebagai sumber listrik perindustrian. Mungkin inilah yang menjadi sebab mengapa piring
terbang selalu muncul di daerah-daerah yang telah maju perindustriannya, disamping dugaan
bahwa Negara-Negara terkebelakang sangat sedikit sekali mengindahkan pesawat aneh yang
muncul di atmosfer mereka.
Sebahagian alasan makhluk piring terbang itu mungkin berdasar kecemburuan mereka karena
makhluk bumi sangat berambisi untuk mencontoh pesawat mereka. Diliputi perasaan iri hati dan
disaingi, mereka selalu mengintip kegiatan industri besi manusia di bumi. Malahan terkadang
mereka seperti mengetahui gedung atau bangunan yang menjadi pusat pengendalian politik suatu
negara di dunia. Seperti yang disebut sebagai Washington Invasion (Penyerbuan atas
Washington) pada tanggal 19 dan 26 Juli 1952 pukul 22.00 penduduk Washington menyaksikan
lima buah cahaya yang mengambang di atas Gedung Putih, meliputi bangunan di sekitarnya.
Seminggu kemudian kejadian itu terulang kembali dengan jumlah sampai 15 buah cahaya yang
bergerak sangat cepat melebihi kecepatan pesawat bumi. Sehingga ketika angkatan udara
mengirimkan dua pesawat pencegat F94 untuk mengadakan penyelidikan, ternyata tidak
membawa hasil. Malah ketika kedua pesawat pencegat itu akan pulang ke landasan, ke lima
belas buah cahaya itu mengelilingi mereka dalam jarak tertentu, dan seperti mengantarkan atau
mengawal kedua pesawat itu. akhirnya lima belas detik kemudian, cahaya-cahaya menghilang
dengan kecepatan yang mengerikan.
Demikian juga yang pernah terjadi pada tahun 1978 sekitar bulan Maret. sejumlah piring terbang
mengitari kaisar Jepang Hirohito, selama delapan kali. Seolah-olah mengetahui peranan Gedung
Putih di Washington bagi Amerika Serikat, dan apa peranan kaisar Hirohito bagi Jepang.
Bertambahlah pengetahuan kita bahwa makhluk piring terbang memiliki cara dan kecerdasan
tersendiri untuk melihat kegiatan manusia di dunia. Dua hari kemudian, kami datang kembali
menemui Dt. Tuah. Karena hari itu tepat ketika malam Jumat Kliwon (Manis). Menurut Dt. Tuah
pada malam seperti itu, Nenek Baju berenda lebih banyak memiliki kekuatan menerima berita
alam gaib dari pada malam-malam biasa. Dan penulis sendiri sekedar mengetahui bahwa hari
Jumat yaitu sebagai:
Dibentuknya Adam dari tanahSelesainya Adam dijadikan.Terusirnya Adam dari
sorga.Berjumpanya Adam dan Hawa dimuka bumi.Banjir Nuh.Tenggelamnya Firaun dijaman
Musa as.Didekatkannya roh dengan kuburnya.Kiamatnya dunia dengan seluruh galaxinya.
Banyak lagi kejadian yang penting, yang terjadi pada hari tersebut, yang merubah permukaan
bumi dan sejarah kehidupan manusia. Sekali ini Dt. Tuah meminta kepada penulis dan Gerard
Usman Sitompul untuk mensucikan diri dengan air, seluruh anggota badan, sebelum soal jawab
diteruskan dengan Nenek Baju berenda.
Tanya: Pernahkah nenek berusaha mendekati piring terbang itu?
Jawab: Banyak dari beberapa golongan jin dan makhluk halus lain ingin masuk ke dalamnya.
Tetapi tak berhasil. (Sejenak Dt. Tuah bagai mendengar perkataan yang meragukan atau
terputus-putus dari Nenek Baju berenda).
Tanya: Apakah nenek diserang mereka?
Jawab: Tidak, mereka tak pernah mengganggu makhluk lain. Hanya membuat rintangan,
sekiranya mereka dalam keadaan terpaksa. Piring terbang itu sendiri, lebih panas dari kawah
gunung berapi. Itulah halangan pertama dari makhluk-makhluk halus dan kasar untuk
mendekatinya.
Mendengar api yang dikatakan nenek baju berenda, penulis teringat kepada kekuatan arus listrik
kuat yang terpancang dari sebuah piring terbang. Tanya: Bukankah bangsa jin dijadikan dari api.
Tak dapatkah mereka menyatukan diri dengan panas itu?
Jawab: Pertanyaan itu telah menggugah kekuasaan Tuhan. Tetapi biarlah nenek jawab juga
sekedarnya. Dalam keadaan biasa, piring terbang tetap dapat mengeluarkan kekuatan api dengan
tiba-tiba. Belum ada ijin Tuhan, agar jenis kami dapat masuk kedalamnya, sejak ribuan tahun
yang lalu. Alangkah dasyatnya jarak waktu yang disebutkan Nenek Baju berenda, yang
mengatakan piring terbang belum berhasil dimasuki makhluk halus bangsa jin atau roh biasa.
Yang kemudian mengingatkan penulis kepada wahyu Tuhan yang berbunyi: Dan apabila
perkataan telah jatuh kepada manusia (janji Tuhan) kami keluarkan sejenis makhluk dari dalam
bumi yang akan menemplak manusia, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada
ayat-ayat kami‖.
Kalau diikuti perkembangan usaha-usaha mistik dilapangan kehidupan manusia termasuk
diantaranya pengobatan dari jarak jauh, atau menentukan daerah atau benda yang hilang, juga
termasuk menentukan benda terpendam dengan petunjuk gaib dan mistik. Yang belum pernah
didengar ialah adanya golongan makhluk halus yang berhasil memasuki dan mengerti tentang
keadaan piring terbang. Belum pernah penulis mendengar penganut-penganut kebatinan atau
agama yang menjalankan suatu cara mistik yang dapat mengetahui bagaimana ruangan di dalam
dan peralatan piring terbang itu sesungguhnya. Jika mengenai keadaan dan planet-planet dan
bulan menurut tinjauan ahli mistik, telah sering penulis jumpai.
Di dalam lembaran sobekan surat papyrus kuno yang berasal dari jaman raja Thuthmosis III
(1505 - 1450) sebewlum masehi, dengan ejaan aslinya berasal dari tulisan hearatic (ejaan tulisan
bangsa Mesir kuno) yang demikian jelas isi keseluruhannya, ada juga diungkapkan soal piring
terbang. lembaran papyrus berukuran 20 x 18 cm lebih dikenal dengan nama Tulli Papyrus, yang
diambil dari namanya Prof. Aleberto Tulli yang pernah menjabat direktur Museum Vatikan
bagian peninggalan bangsa Mesir kuno. Di jaman pemerintahan Firaun Thuthmosis III sekitar
tahun ke 22 (1525 SM), bulan ke tiga musim dingin (Pebruari) pukul ke enam pada hari itu
(pukul 23.00) para juru tulis rumah kehidupan (seperti bentuk sekretariat negara atau
perpustakaan) melihat sebuah lingkaran api bercahaya sangat terang turun dari langit. Sekalipun
tidak memiliki kepala, lingkaran itu mengeluarkan bau yang tidak sedap dari mulutnya, yang
berbentuk memanjang dan melebar dan tidak mengeluarkan suara sedikitpun. mereka sangat
ketakutan, sehingga hanya berbaring di tanah. Dan ketika Firaun diberitahukan tentang kejadian
itu, langsung diperintahkannya untuk meyelidiki dengan memperbandingkan apa yang tertulis
masa Firaun Thuthmosis III. Firaun berusaha menafsirkan semua kejadian itu. Selang beberapa
hari kemudian muncul lagi nyala api yang terang dengan jumlah banyak berkilauan,
mengalahkan putihnya cahaya matahari. Dibagian bawah benda itu kelihatan pancaran api yang
bercahaya sangat terang. Firaun menyaksikan sendiri dari tengah-tengah para tentara yang
menjaganya. kemudian benda itu meluncur semakin meninggi ke arah selatan, disusul dengan
jatuhnya ikan dan burung-burung dari langit. Firaun sangat takjub menyaksikan apa yang belum
terjadi selama masa pemerintahannya. Ia memerintahkan agar seluruh peristiwa itu oleh rumah
kehidupan sebagai peringatan yang abadi.
Memang, menurut dugaan, kunjungan UFO sejak jaman dahulu yaitu membawa tujuan untuk
membantu perkembangan manusia dengan mengajarkan kepandaian yang mereka miliki. Tetapi
itu baru merupakan sebuah teori dan dugaan. Sehubungan dengan teori itu kemunculan UFO ke
muka bumi yang semakin kurun tahun, semakin bertambah banyak, dianggap sebagai salah satu
pertanda bahwa kehidupan bumi telah semakin tua. Mereka beramai-ramai dari tempat asal
mereka, datang ke atmosfir bumi. Memang diakui meledaknya bom atom I di Hiroshima pada
tanggal 6 Agustus 1945 merupakan peristiwa pertama radioaktif naik ke udara melewati atmosfer
bumi. Mungkin saat itu makhluk UFO merasakan sebagian dari keseimbangan alam jagat raya
mulai terganggu. Mungkin bumi sendiri di masa yang akan datang akan mengalami kegoncangan
hebat yang merusak kestabilannya melalui orbitnya mengelilingi matahari. Misalnya dengan
bergesernya sedikit kutub magnit bumi dalam suatu getaran kuat pada kulit bumi. Sedang kutub
itu sendiri sangat bergantung dengan letak gundukan es kutub utara dan selatan. Kalau gugusan
es kutub rusak, maka tekanan dan arus pada permukaaan laut juga akan berubah sekaligus
mengubah keadaan musim dimuka bumi.
Pertanyaan berikutnya yang sedikit agak menjurus kepada peralatan UFO diajukan seprti
dibawah ini kepada nenek baju berenda. Pertanyaan itu sengaja disusun demikian rupa sehingga
tanpa sadar Nenek Baju Berenda telah menyinggung dugaan keadaan bagian dalam dari piring
terbang.
Tanya: ―Apakah makhluk pembawa piring terbang itu ikut juga berpusing bersama pesawat
mereka?
Jawab: Tidak. Sebab mereka berada di dalam ruangan berbentuk sebuah bola besi yang amat
bulat tak ikut berputar dengan bagian lainnnya.
Soal jawab ini kelihatannya memakan tenaga Dt. Tuah juga. Bintik-bintik keringat di wajahnya
mulai berkilat dibawah cahaya lilin yang terpasang.
Tanya: Dimanakah letak bola besi penumpang itu?
Jawab: Pada bagian pusar piringnya.
Tanya: Apakah kelihatan dari luar?
Jawab: Seperlima bulatan pada bagian atas, dan seperlima lagi dari bulatan sebelah bawah,
tampak menonjol dari keseluruhan bentuk piring.
Dari jawaban Nenek Baju Berenda ini, penulis teringat kepada soal jawab J.Salatun dengan
Agusnain dengan pandangan paranormal yang mengatakan: adanya sebuah turbin yang berputar
sangat cepat, yang ujung porosnya tidak menyinggung tempat duduknya. Oleh karena itu,
mereka sama sekali tidak menggunakan minyak pelumas. Entah bagaimana kedua bagian itu
dapat dibuat, sehingga tidak saling menyentuh. Saya tidak mengerti, tetapi demikianlah
keadaannya. Itulah salah satu hasil tinjauan paranormal Agusnain. Nenek Baju Berenda, sendiri
tidak menyinggung-nyinggung soal turbin yang disebut Agusnain. Ia hanya mengatakan tempat
awak piring terbang itu di dalam ruangan sebuah bola besi yang terletak pada bagian pusar piring
terbang. Oleh karena itu penulis menyusun pertanyaan baru.
Tanya: Apakah bola ruangan penumpang itu terletak rapat dengan rongga badan piring terbang?
Jawab: Tidak. Sekeliling bola itu memiliki jarak tertentu dengan rongga pesawat. Entah apa
gunanya.
Tanya: Tak sedikitpun bahagian yang bersinggung?
Jawab: Tidak.
Jawaban ini agak berbeda dari tinjauan para normal Agusnain. Agusnain menengatakan tentang
poros turbin yang berputar cepat, sedangkan Nenek Baju Berenda mengatakan ruangan bola
penumpang itu mengambang di tengah rongga piring.
Tanya: Kekuatan apakah yang membuat bola penumpang itu menjadi mengambang seperti itu?
Bukankah itu berarti ada tenaga yang sama pada keliling bola membuat ia mengambang ditengah
ruangan piring?
Jawab: Anak yang berketopong besi-tembaga mengetahuinya.
Penulis jadi tersentak mendengar jawaban Nenek Baju Berenda, dan Datuk Tuah memandang
penulis dengan keheranan. Sedangkan Gerard Usman Sitompul mengangguk-angguk kecil
seperti ada sesuatu yang dimakluminya didalam hati. Penulis sendiri cenderung untuk memegang
motif: Iqra namamu timah Amri namamu tembaga, Hamarullah namamu Besi, dan Shod
nyawamu besi. Sama dengan Magnit rohmu besi.
Kesimpulan penulis: Bola ruangan penumpang bisa mengambang seperti itu karena bagian luar
besi bola penumpang bermuatan kutub magnit yang sama dengan rongga poros cakram. Dan
setelah penulis menyatakan hal ini kepada Gerard Usman Sitompul ia juga dapat menerimanya,
dengan mengingat hukum tolak.
Dan teori ini juga pernah penulis nyatakan kepada beberapa orang insinyur elektro, yang juga
menerimanya sebagai logika teknologi, walaupun belum ada peralatan teknologi zaman ini yang
mempergunakan cara itu. Dan penulis sendiri belum lagi menghitung secara teliti, berapa tenaga
tolak menolak besi magnit sekutub pada setiap 1 cm2.
Kalau mengingat bahwa piring terbang ukuran besar diduga memiliki garis tengah 90 m, dan
bola penumpang yang terletak di bagian pusarnya berdiagonal 10 m, bayangkan betapa besarnya
besi magnit yang harus digunakan untuk sebuah piring terbang! Dengan sendirinya berat bola
penumpang harus pula diperhitungkan agar bola itu tetap mengambang pada rongga duduknya.
Tapi bagaimana pula caranya agar penumpang tidak terikut dengan perubahan kedudukan bentuk
cakram disaat ia terbang dengan segala gaya? Menurut pendapat penulis sendiri, bola
penumpang itu memiliki suatu alat pemberat dibagian bawahnya. Sehingga ia lebih mirip
dengan patung campak golek, yang bagian bawahnya diberi timah pemberi pemberat. Sehingga
dalam keadaan bagaimanapun, bagian yang berat itu tetap berada dibagian bawah. Kini timnul
pertanyaan: Dapatkah perputaran rongga besi cakram dengan dinding bola penumpang
menghasilkan arus listrik walaupun keduanya terdiri dari magnit sekutub? Jika tidak, darimana
datangnya sumber listrik berkekuatan tinggi yang terpancar dari sebuah piring tebang?
Jika menurut tinjauan para normal Agusnain, turbin itu pertama-tama berfungsi sebagai stabiliteit
kepada piring terbang. Dan yang kedua untuk mengatur efflux. Dari Nenek Baju Berenda penulis
tidak menemukan jawaban mengenai turbin itu. Mungkin karena ia menggantinya dengan istilah
bola penumpang yang terletak ditengah rongga cakram. Tetapi sekiranya memang sebagai
sumber listrik, turbin elektromagnit itu sepantasnya terletak di antara kedua belahan cakram. Dan
dari persaingan yang berlawanan arah akan terjadi imbas magnit yang cukup besar untuk sumber
arus listrik yang kuat. Bola penompang dan rongga cakram yang mengandung magnit yang
sekutub, hanya sekedar menjaga stabiliteit kedudukan bola penumpang. Teori ini mungkin dapat
diterima akal. Karena beberapa saksi mengatakan melihat bagian tengah piring terbang itu
kelihatan lebih kabur, daripada bagian keliling cakram yang lebih bercahaya menyilaukan.
Pandangan seperti itu dapat terjadi, jika bagian tengah (bola penumpang) piring terbang itu tidak
bergasing sama sekali. Hanya kelihatan bercahaya, karena kena bias cahaya keliling cakram yang
bergasing (membuat batas menjadi tidak menjadi kelihatan).
Kalau teori diatas memiliki dasar kebenaran untuk dijadikan bahan dalam riset piring terbang,
berarti sebagian dari rahasia stabiliteit ruangan penumpang dan sumber arus listriknya sudah
dapat direka darimana datangnya. Tinggal lagi mengungkap bagaimana caranya mereka
memperkuat sumber listrik itu, dan menghubungkannya dengan seluruh badan cakram yang pijar
oleh arus listrik. Setidaknya penulis telah mencoba menyodorkan salah satu ranting kecil dari
estimat teknologi yang terkandung didalam kekuatan piring terbang. Yang mungkin akan dapat
digunakan untuk menyambung suatu kesimpulan lain yang selama ini terputus.
Penulis sendiri telah berhubungan dengan puluhan para medium, atau melakukan pembicaraan
dibwah pengaruh hipnotys. Dan penulis juga pernah berdialog dengan roh-roh yang berada di
tingkat atas, tetapi soal jawab dengan Nenek Berbaju Renda dengan perantaraan Datuk Tuah,
yaitu yang paling mengagumkan, sebab memiliki argumentasi untuk dipertahankan. Penulis
bertambah yakin setelah mendengar bahwa Datuk Tuah sendiri oleh salah satu kegiatan di bawah
perdatam (perindustrian dan pertambangan) di zaman menteri-menteri Chairul Saleh. Datuk
Tuah pernah dibawa oleh salah satu kelompok staf ke beberapa gunung didaerah Sumatera Utara
dan Aceh, untuk mencari logan-logam yang ada setiap kaki pegunungan. Dan sebagian besar dari
petunjuk pak Datuk Tuah tentang sumber-sumber metal yang bermacam-macam itu diterakan
didalam sebuah peta khusus pertambangan di daerah Aceh dan Sumatera Utara. Tidak diketahui
bagaimana pelaksanaanya, tetapi yang jelas rombongan itu pernah berjanji akan membangun
rumah Datuk Tuah bila pelaksaan rencana penggalian metal-metal berharga itu telah dimulai.
Yang pasti lagi, sampai Datuk Tuah meninggal dunia pada Tanggal 16 Maret 1978, ia masih
berharapa agar rencana pertambangan metal-metal berharga itu terlaksana. Ketika ke Medan
pada bulan Juli 1978, penulis hanya sempat melihat pusarannya di Tg. Morawa dengan istri dan
lima orang anak yang ditinggalkannya. Dan kepada penulis para ahli warisnya menyerahkan dua
ujud yang tidak nampak, selain beberapa wasiat yang disampaikan dengan tulisan, sebelum
beliau wafat.Sumber: Majalah Senang edisi No. 00408Tambahan:
a. Bukan tidak mungkin salah satu paduan itu terdiri dari besi magnit yang telah kehilangan
kekuatan kutub
magnit, seperti keadaan besi magnit di dalam sebuah dinamo sepeda, atau dinamo sebuah mobil
model
lama. Besi magnit yang aus itu, tidak lagi mengelarkan imbas sekuat yang diperlukan untuk
menggerakkan
suatu dinamo listrik.
b. Tembaga yang kehilangan sifatnya. Misalnya kawat tembaga yang terlalu kuat menerima
aliran listrik,
akan berubah menjadi keristal tembaga, yang tidak mampu lagi dengan sempurna mengalirkan
arus listrik.
c. Timah yang kehilangan sifatnya, hampir tak obahnya sebagai lempeng timah di dalam baterai
basah.
Pada baterai tua, lempeng lempeng timah itu rusak menjadi pecahan-pecahan seperti loyang
(yang ada juga
hubungannya dengan bertambahnya kadar loyang di udara, bila piring terang baru saja
meninggalkan suatu
tempat dengan kecepatan tinggi).
Nabi Sulaiman dan Kubah Ajaib
Oleh Ainur Ridlwan Muthahhari di Islamic UFO (Berkas) · Sunting Dokumen
Kisah Nabi Sulaiman dari berbagai situs. Sudah saya tuliskan beserta link yang relavan agar
dinikmati.
Kisah I:
Suatu hari, Nabi Sulaiman menerima wahyu dari Allah agar pergi ke tepian sebuah pantai untuk
menyaksikan keajaiban yang akan ditunjukkan Allah kepadanya. Beliau pun segera pergi ke
pantai tersebut dengan diiringi para pengikutnya.
Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mengintai-ngintai untuk mencari sesuatu, seperti yang
dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari, dia tidak menjumpai apa pun selain desiran ombak
dan butir-butir pasir yang terhampar luas.
Perdana menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya meminta izin untuk menyelam ke dalam
samudra. Setelah mendapat izin, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Tidak
lama kemudian, Asif menjumpai sebuah kubah yang sangat indah.
Kubah tersebut memiliki empat penjuru, setiap penjuru memiliki pintu. Pintu pertama
terbuat dari mutiara, pintu kedua terbuat dari zamrud berwarna merah, pintu ketiga terbuat dari
jauhar, sedangkan pintu keempat terbuat dari zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka luas, tetapi
sangat aneh, air tidak masuk ke dalamnya.
Dengan kuasa yang diberikan oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan
diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Putra Nabi Daud ini sangat takjub melihat keindahan
kubah tersebut. dia segera masuk dan mendapati seorang pemuda berada di dalamnya.
Pemuda tersebut tidak sadar kalau kubahnya telah diangkat ke daratan. Dia tengah sibuk
bermunajat kepada Allah. Nabi Sulaiman memberi salam. Pemuda itu menyambut salam dengan
perasaan terkejut. Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu, yaitu bahwa dia
yaitu seorang nabi yang diperintahkan Allah untuk melihat keajaiban yang dikaruniakan
kepadanya.
Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut, bagai-mana dia bisa berada di dalam kubah
yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahwa dia telah berkhidmat kepada
orang tuanya selama tujuh puluh tahun. Ayahnya yaitu seorang yang lumpuh, sedangkan
ibunya seorang yang buta.
Suatu hari, ketika ibunya hendak meninggal dunia, dia memanggil si Pemuda dan memaklumkan
bahwa ibunya telah rela atas pengkhidmatan yang diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada
Allah agar anaknya dipanjangkan umur dan senantiasa taat kepada Allah.
Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian, ayahnya pun meninggal dunia. Sebelum
meninggal dunia, dia juga telah ridha terhadap pengkhidmatan yang diberikan olehnya. Dia pun
berdoa agar anaknya diletakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh setan.
Doa kedua orang tuanya itu diijabah oleh Allah 'Azza wa Jalla. Suatu hari, ketika pemuda itu
berjalan-jalan di tepian pantai, dia melihat sebuah kubah yang sedang terapung di tepian pantai.
Ketika dia menghampiri kubah tersebut, ada suara yang menyeru agar dia masuk ke dalamnya.
Ketika sudah berada di dalam, tiba-tiba saja kubah tersebut bergerak dan masuk ke dasar lautan.
Tidak lama kemudian, datanglah seseorang yang memperkenalkan diri sebagai malaikat utusan
Allah. Dia mengatakan, bahwa kubah itu yaitu anugerah Allah kepadanya sebagai balasan atas
pengabdiannya kepada kedua orang tuanya.
Dia pun boleh tinggal sesukanya di sana tanpa perlu mengkhawatirkan segala kebutuhan
hidupnya. Malaikat itu mengatakan bahwa dia diperintahkah Allah untuk membawa kubah
tersebut ke dasar laut. Sejak itulah, sang Pemuda terus bermunajat kepada Allah sampai Allah
berkenan mengangkatnya ke darat.
"Berapa lama engkau telah berada di dalam kubah ini?" tanya Nabi Sulaiman.
Pemuda itu menjawab, "Saya tidak menghitungnya, tetapi saya memasukinya pada masa Nabi
Ibrahim."
Nabi Sulaiman terdiam lalu berkata, "Itu artinya, engkau telah berada di dalam kubah ini selama
dua ribu empat ratus tahun." Nabi Sulaiman melanjutkan, "Wajahmu tidak berubah, malah tetap
muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya. Bagaimana engkau bisa hidup di
dalam kubah di dasar lautan itu?" tanya Nabi Sulaiman.
"Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi
Allah tetap memberikan rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah ini."
"Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?"
"Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah lalu buahnya aku makan. Jika
aku merasa haus, keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis
daripada madu."
"Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?" tanya Sulaiman semakin heran.
"Apabila telah terbit fajar, kubah ini menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah
siang. Apabila matahari terbenam, kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah
malam," tuturnya.
Nabi Sulaiman pun bertanya apakah sang Pemuda mau ikut bersamanya atau tetap tinggal di
dalam kubah.
"Nikmat apa lagi yang harus aku minta selain dari nikmat yang dikaruniakan oleh Allah
kepadaku ini," jawabnya.
"Adakah engkau ingin pulang ke tempat asalmu."
"Ya, antarkanlah aku ke tempat asalku."
Setelah kubah tersebut kembali ke tempat asalnya, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya,
"Kalian telah melihat keajaiban yang dikaruniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan
yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa besar siksaannya
kepada orang yang durhaka kepada kedua ibu-bapaknya."
Beliau pun beranjak meninggalkan tempat tersebut dan bersyukur kepada Allah karena telah
memberikan kesempatan untuk menyaksikan salah satu kekuasaan-Nya.
Aku telah mempelajari apa yang telah dipelajari manusia dan juga yang tidak mereka pelajari.
Sungguh, aku tidak menemukan sesuatu yang lebih indah seindah takwa kepada Allah. (Nabi
Sulaiman)
Sumber:http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/kubah-ajaib.html
Kisah II:
Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman telah menerima wahyu daripada Allah supaya pergi ke tepi
pantai untuk menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman.
Setelah bersiap sedia, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang di nyatakan di dalam wahyu.
Baginda diiringi oleh kaum jin, manusia dan binatang.
Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus melihat-lihat untuk mencari sesuatu seperti yang
dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari, baginda belum menemukan apa-apa. Kata salah
seorang diantara mereka "Mungkin kita mencari di tempat yg salah". Tetapi baginda menjawab
"Tidak, di sinilah tempatnya". Nabi Sulaiman mengarahkan Jin Ifrit supaya menyelam kedalam
laut untuk melihat apa-apa yang ajaib. Jin Ifrit menyelam agak lama juga barulah ia kembali
kepada Nabi Sulaiman dan memberitahukan bahwa dia tidak melihat apa-apa yang ajaib. Tanya
Nabi Sulaiman "Apakah kamu menyelam hingga dasar laut" Jawab Jin Ifrit "Tidak". Nabi
Sulaiman pun memerintahkan Jin Ifrit yang kedua kalinya supaya menyelam hingga ke dasar
laut. Setelah puas menyelam dan mencari benda-benda yang di katakan oleh Nabi Sulaiman, Jin
Ifrit yang kedua kalinya juga tidak menjumpai apa-apa yang ajaib dan ia melaporkan kepada
Nabi Sulaiman.
Perdana Menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya kemudian berbisik ke telinga Nabi
Sulaiman dan memohon kesediaannya agar memberikan izin padanya untuk menolongnya.
Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut.
Tidak lama kemudian Asif menjumpai sebuah kubah yang sangant indah. Kubah tersebut
memiliki empat penjuru, setiap penjuru memiliki pintu. Pintu pertama terbuat dari mutiara,
pintu kedua terbuat dari zamrud berwarna merah, pintu ketiga terbuat dari jauhar dan pintu
keempat terbuat dari zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka lebar, tetapi hebatnya, air tidak ada
sedikitpun yang masuk kedalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka lebar.
Dengan kuasa Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di
hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh takjub di atas
kebesaran Allah. Baginda menghampiri untuk melihat kubah tersebut dari dekat, setelah melihat
ke dalam, di dapatinya ada seorang pemuda di dalamnya. Pemuda tersebut masih belum sadar
walaupun kubahnya telah diangkat ke darat karena asyiknya bermunajah kepada Allah. Nabi
Sulaiman memberi salam kepada pemuda tersebut. Pemuda tersebut menyambut salam dengan
perasaan terkejut karena melihat orang ramai sedang berada disitu. Nabi Sulaiman
memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu bahawa beliau yaitu Nabi Allah Sulaiman.
Pemuda itu bertanya "Dari manakah mereka ini dan bagaimana mereka datang?". Pemuda itu
merasa heran dan setelah menjenguk keluar, barulah dia sadar bahwa kubahnya telah berada di
darat. Nabi Sulaiman memberitahu pemuda itu bahawa mereka datang karena diperintahkan oleh
Allah untuk melihat keajaiban yang dikurniakan Allah kepadanya.
Setelah mendapat izin dari pemuda tsb Nabi Sulaiman masuk ke dalam kubah-nya untuk melihat
keajaiban serta perhiasan yg ada di dalamnya. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu
sungguh menakjubkan. Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia bisa
berada di dalam kubah ini yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahawa dia
telah berkhidmat kepada kedua ibu bapaknya selama 70 tahun. Bapaknya seorang yang lumpuh
manakala ibunya pula seorang yang buta. Suatu hari ketika ibunya hendak meninggal dunia,
ibunya memanggilnya dan berwasiat bahwa ibunya telah rela atas khidmat yang diberikan
olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umurnya dan senantiasa taat
kepada Allah. Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian bapaknya pula meninggal
dunia. Sebelum bapaknya meninggal dunia, bapaknya juga telah memanggilnya dan berwasiat
bahwa dia juga telah rela atas khidmat/bakti yang diberikan olehnya. Bapaknya pun berdoa
sebelum meninggal dunia supaya anaknya di letakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu
oleh syaitan.
Doa kedua dua orang tuanya telah dikabulkan oleh Allah SWT. Pada suatu hari ketika pemuda
tersebut berjalan-jalan di tepi pantai ia melihat sebuah kubah yang sedang terapung-apung di tepi
pantai. Ketika pemuda tadi menghampiri kubah tersebut . Ada suara menyeru supaya pemuda itu
masuk ke dalam kubah tersebut. Lalu ia masuk ke kubah tsb dan melihat-lihat ke dalamnya tiba-
tiba ia kubah tsb bergerak dan tenggelam ke dasar laut. Tidak lama kemudian muncul sosok
seraya memperkenalkan dirinya bahwa dia yaitu malaikat yang di utus oleh Allah. Malaikat itu
mengatakan bahwa kubah itu yaitu kurnia Allah karena khidmat/bakti-nya kepada orang
tuannya dan beliau boleh tinggal di dalamnya selama masa yg dia suka, segala makan dan
minum akan dihidangkan pada saat kapanpun ia memerlukannya. Malaikat itu mengatakan
bahwa dia diperintahkah Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Semenjak saat itu
pemuda tersebut terus bermunajah kepada Allah hingga hari ini.
Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu "Berapa lamakah kamu berada di dalam kubah ini"
Pemuda itu menjawab "Saya tidak menghitungnya tetapi ia pertama kali masuk ke kubah tsb
semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s". Lalu Nabi Sulaiman menghitung ". Ini berarti
kamu telah berada didalam kubah ini selama dua ribu empat ratus tahun". Nabi Sulaiman berkata
"Wajahmu tidak berubah malah sentiasa muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun
lamanya". Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tsb apakah dia ingin pulang bersamanya".
Pemuda itu menjawab "Nikmat apa lagi yang harus aku pinta selain daripada nikmat yang
dikurniakan oleh Allah kepadaku ini". Nabi Sulaiman bertanya "Apakah kamu ingin pulang ke
tempat asalmu?" Jawab pemuda itu "Ya, mohon antarkan aku ke tempat asalku semula". Nabi
Sulaiman pun memerintahkan Perdana Menterinya membawa kubah tersebut ketempat asalnya.
Setelah kubah tersebut diletakkan ketempat asal, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya "Kamu
semua telah melihat keajaiban yang dikurniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang
Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa siksanya orang yang
mendurhakai kedua ibu bapaknya". Nabi Sulaiman pun berangkat pulang ketempatnya dan
bersyukur kepada Allah Ta'ala karena telah memberi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan
mukjizatNya.
Sumber:http://kisahhikmahislami.blogspot.com/2011/02/nabi-sulaiman-as-dengan-kubah-
ajaib.html
Kisah III:
Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil
menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia boleh berdialog
dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi
hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar.
Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula
samudera itu. Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu
sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang,
kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman. Melihat
kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu heran,
―Kubah apakah gerangan ini?‖ fikirnya. Dengan minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman
membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di
dalamnya. ―Sipakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?‖ tanya Nabi Sulaiman keheranan.
―Aku yaitu manusia‖, jawab pemuda itu perlahan. ―Bagaimana engkau boleh memperolehi
karomah semacam ini?‖ tanya Nabi Sulaiman lagi.
Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian memperolehi karomah dari
Allah boleh tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan. Diceritakan, ibunya dulu sudah
tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang memapah dan menggendongnya ke mana jua dia
pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah
satu doanya itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga
anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit. ―Setelah ibuku
wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku melihat sebuah terbuat dari permata.
Aku mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya.‖ Tutur
pemuda itu kepada Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman yang dikenali boleh berjalan di antara bumi
dan langit itu menjadi kagum terhadap pemuda itu. ―Bagaimana engkau boleh hidup di dalam
kubah di dasar lautan itu?‖ tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut. ―Di dalam kubah
itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi
rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah.‖ ―Bagaimana Allah memberi makan
kepadamu?‖ ―Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya
yang aku makan.
Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih
manis daripada madu.‖ ―Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?‖ tanya
Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin heran. ―Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi
putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan
menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam.‖ Tuturnya. Selesai menceritakan kisahnya,
pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu
tetap tinggal di dalamnya. Itulah keromah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua
orang tuanya.
Sumber:http://syadiashare.com/hikmah-berbakti-pada-ibu-bapak.html
Kisah IV:
Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman menerima wahyu dari Allah agar pergi ke tepi pantai guna
menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. Setelah
segala sesuatunya siap, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang di nyatakan di dalam
wahyu. Baginda diiringi oleh kaum jin, manusia dan binatang.
Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mencari-cari sesuatu seperti yang dikatakan di dalam
wahyu Allah. Setelah lama mencari, baginda belum juga menjumpai apa yang dicarinya. Kata
salah seorang daripada mereka "Mungkin salah lokasi". Kemudian baginda menjawab "Tidak, di
sinilah tempatnya". Nabi Sulaiman kemudian mengarahkan Jin Ifrit menyelam kedalam laut
untuk melihat kalau-kalau ditemukan sesuatu yang ajaib. Jin Ifrit kemudian menyelam agak lama
juga barulah ia muncul dari laut dan kembali kepada Nabi Sulaiman dan memberitahukan bahwa
dia tidak menjumpai apa-apa, apalagi benda yang ajaib. Tanya Nabi Sulaiman "Apakah kamu
menyelam sehingga dasar laut" Jawab Jin Ifrit "Tidak". Nabi Sulaiman pun mengarahkan Jin Ifrit
yang kedua supaya menyelam sehingga ke dasar laut. Setelah puas menyelam dan mencari benda
yang di katakan oleh Nabi Sulaiman, Jin Ifrit yang kedua juga tidak menjumpai apa-apa yang
ajaib dan ia kemudian melaporkan nya kepada Nabi Sulaiman.
Perdana Menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan
memohon agar diizinkan untuk menolongnya. Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia
kemudian membaca sesuatu dan setelah itu menyelam ke dalam laut. Tidak lama kemudian Asif
menjumpai sebuah kubah yang sangat cantik. Kubah tersebut memiliki empat penjuru, setiap
penjuru memiliki pintu. Pintu pertama diperbuat daripada mutiara, pintu kedua diperbuat
daripada zamrud berwarna merah, pintu ketiga diperbuat daripada jauhar dan pintu keempat
diperbuat daripada zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka lebar, tetapi anehnya air tidak masuk
kedalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka lebar-lebar.
Dengan kuasa yang diberikah oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan
diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh
takjub atas kebesaran Allah itu. Baginda Sulaiman kemudian melihat kedalam kubah tersebut,
setelah melihat ke dalam kubah, di dapatinya ada seorang pemuda berada di dalamnya. Pemuda
tersebut masih belum sadar walaupun kubahnya telah diangkat ke darat kerana asyik bermunajah
kepada Allah. Nabi Sulaiman memberi salam kepada pemuda tersebut. Pemuda tersebut
menyambut salam dengan perasaan terkejut, dilihatnya orang pada ramai sedang berada disitu.
Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu bahwa beliau yaitu Nabi Allah
Sulaiman. Pemuda itu bertanya "Dari manakan mereka ini dan bagaimana mereka datang?".
Pemuda itu merasa heran. Setelah melihat keluar dia mendapati bahwa kubahnya telah berada di
darat. Nabi Sulaiman memberitahukan kepada pemuda terebut bahwa mereka datang karena
diperintahkan oleh Allah untuk melihat keajaiban yang dikurniakan Allah kepadanya.
Setelah mendapat izin dari pemuda itu Nabi Sulaiman lalu melihat ke dalam kubah untuk melihat
lebih jauh tentang benda yang ajaib itu. Di dalamnya ternyata juga dihias dengan segala maca
perhiasan yang indah-indah. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu sungguh menakjubkan.
Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia bisa berada di dalam kubah ini.
padahal kubah tersebut terletak di dasar laut. Pemuda itu lalu bercerita bahwa dia telah
berkhidmat guna merawat kedua ibu bapanya selama 70 tahun. Bapanya seorang yang lumpuh
dan ibunya seorang yang buta. Suatu hari ketika ibunya hendak meninggal dunia, ibunya
memanggilnya dan memberitahukannya bahwa ibunya telah rela diatas segala perawatan yang
diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umur dan
senantiasa taat kepada Allah. Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian bapanya
pula meninggal dunia. Sebelum bapanya meninggal dunia, bapanya juga memanggilnya dan
memberi tahukan bahwa dia juga merasa senang dan puas atas segala perhatian dan rawatan yang
diberkan olehnya. Bapanya juga berdoa sebelum meninggal dunia supaya anaknya di letakkan di
suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh syaitan.
Doa kedua dua orang tuanya lalu diijabah oleh Alllah. Pada sutau hari ketika pemuda tersebut
berjalan-jalan di tepi pantai ia terlihat sebuah kubah terapung-apung di tepi pantai. Ketika
pemuda tadi menghampiri kubah tersebut. Terdengar olehnya suara menyeru kepadanya supaya
pemuda itu masuk ke dalam kubah tersebut. Kemudian ia masuk kubah dan melihat di dalamnya,
dan tiba-tiba saja kubah itu bergerak dan tenggelam ke dasar laut. Tidak lama kemudian muncul
satu makhluk seraya memperkenalkan dirinya bahwa dia yaitu malaikat yang di utus Allah.
Malaikat itu memberitahukan bahwa kubah itu yaitu karunia dari Allah, karena ia berkhidmat
kepada orang tuanya dan beliau boleh tinggal di dalam kubah selama dia suka, segala makan dan
minum dihidangkan pada saat-saat ia memerlukannya. Malaikat itu memberitahukan bahwa dia
diperintahkah Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Sejak itu pemuda tersebut
terus bermunajah kepada Allah hingga hari ini. Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu
"Berapa lamakah kamu berada di dalam kubah ini" Pemuda itu menjawab "Saya tidak
menghitungnya tetapi ia mula memasukinya semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s ".
Nabi Sulaiman menghitung ". Ini berarti kamu telah berada didalam kubah ini selama dua ribu
empat ratus tahun". Nabi Sulaiman berkata "Rupa mu tidak berubah malah senantiasa tetap muda
walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya". Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda
itu apakah ia mau ikut pulang bersamanya". Jawab pemuda tadi "Nikmat apa lagi yang harus aku
pinta selain daripada nikmat yang dikurniakan oleh Allah kepada ku ini". Nabi Sulaiman
bertanya "Adakah kamu ingin pulang ke tempat asal mu" Jawab pemuda itu "Ya, silakan hantar
aku ke tempat asalku". Nasi Sulaiman pun memerintahkan Perdana Menterinya membawa kubah
tersebut ketempat asalnya.
Setelah kubah tersebut diletakkan ketempat asal, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya "Kamu
semua telah melihat keajaiban yang dikurniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang
Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa siksanya orang yang
mendurhaka kepada kedua ibu bapanya". Nabi Sulaiman pun berangkat pulang ketempatnya dan
bersyukur kepada Allah Taala kerana telah memberi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan
perkara yang ajaib.
Sumber:http://titaocta.multiply.com/journal/item/5
Kisah V:
Nabi Sulaiman yaitu anak kepada Nabi Daud A.S. Sejak kecil lagi Nabi Sulaiman sudah pandai
memberi pendapat yang adil dalam satu-satu hal. Setelah wafatnya Nabi Daud, Nabi Sulaiman
membesarkan kerajaan di bawah pimpinannya. Pada suatu hari, Nabi Sulaiman mengadakan
perjalanan bersama rombongannya yang terdiri daripada manusia dan jin. Tujuannya yaitu
untuk melihat kebesaran Allah S.W.T.
Perjalanan mereka pun tiba di tepi laut, tiba-tiba Nabi Sulaiman terpandang suatu benda yang
menakjubkan di dalam laut. Dia memerintahkan pada jin Ifrit, ―Wahai Ifrit, cuba kamu lihat ke
dalam laut, ada suatu benda yang menakjubkan aku, oleh itu kamu bawakan ia kemari‖. Jin Ifrit
yang sememangnya gagah tak banyak bercakap kerana takut akan murka Nabi Sulaiman dan
terus menyelam ke dasar laut, namun dia tidak berjumpa apa-apa.Kemudian Nabi Sulaiman
menyuruh jin yang lain menyelam untuk mendapatkan benda terbabit, namun malangnya jin
tersebut pun gagal berbuat demikian. Akhirnya Nabi Sulaiman pun berkata kepada Ashif bin
Barkhiya, yakni orang yang mendapat ilmu terus dari Allah, ―Sekarang aku perintahkan
kepadamu agar pergi ke laut dan dapatkan benda ajaib yang aku maksudkan‖. Ashif bin
Barkhiya pun menyelam dan terlihat suatu benda yang menyerupai kubah yang diperbuat dari
kapur putih.
Dengan kekuatan yang luar biasa, Ashif bin Barkhiya membawa naik kubah ajaib tersebut dari
dasar laut dan mempersembahkan kepada Nabi Sulaiman. Apabila Nabi Sulaiman melihat kubah
itu dan berkata, ―Wah, alangkah indahnya benda ini, tapi mengapakah aku tidak dapat melihat isi
kandungan dalam benda ini padahal Allah telah memberikan mukjizat yang mana penglihatanku
dapat menembusi segala sesuatu‖.
Nabi Sulaiman pun berdoa kepada Allah supaya dia dapat melihat isi di dalam kubah berkenaan
dan Allah memperkenankan doanya. Sejurus selepas berdoa, maka terbukalah kubah tersebut dan
Nabi Sulaiman melihat ada seorang pemuda yang sedang sujud dan bertasbih memuji Allah.
Nabi Sulaiman lalu berkata, ―Maha suci Allah lagi Maha Besar‖. Mendengar seruan Nabi
Sulaiman, maka pemuda itu pun bangun dari sujud lalu memberi salam.
Nabi Sulaiman menjawab salam dan memulakan pertanyaan, ―Siapakah kamu wahai pemuda!
Adakah kamu malaikat, jin atau pu manusia?‖ Jawab pemuda itu, ―Aku hanyalah seorang
manusia biasa‖. Nabi Sulaiman bertanya lagi, ―Apakah yang membuat kamu memperolehi
kemuliaan sedemikian rupa? Apakah amal yang pernah engkau kamu lakukan sehingga Allah
menurunkan rahmat dan berkah yang tidak ternilai ini kepada kamu?‖ Pemuda itu berkata, ―Saya
berbakti kepada kedua ayah dan ibuku‖.
Nabi Sulaiman bertanya lagi, ―Bagaimanakah kamu berbakti kepada orang tuamu?‖ Jawab
pemuda itu, ―Saya memelihara mereka berdua sehingga mereka lanjut usia. Kedua ayah dan
ibuku yaitu orang yang soleh, mereka sangat takut dan taat kepada Allah. Sejak saya kecil
hingga dewasa, mereka memelihara saya dengan baik sekali, mereka juga selalu mendoakan saya
agar saya menjadi seorang yang soleh. Bapa saya meninggal dunia dalam usia lanjut dalam
pemeliharaan saya dan yang tinggal hanya ibu saya yang sudah tua, lemah dan sakit serta
matanya buta dan kakinya lumpuh‖.
Sambung pemuda itu lagi, ―Saya satu-satunya orang yang merawat dan menguruskan
keperluannya. Saya selalu mengangkatnya untuk mandi dan saya memandikannya. Segala urusan
makan dan minum saya uruskan dan sayalah yang menyuap makanan padanya. Ibu saya selalu
mendoakan supaya saya dikurniakan ketenangan dan kepuasan dalam hidup serta memberikan
saya setelah wafatnya sebuah tempat yang bukan di dunia atau pun di langit. Setelah ibu saya
wafat, saya berjalan-jalan di tepi laut dan saya lihat ada suatu kubah dari mutiara. Saya
mendekati kubat tersebut dan pintu kubah terbuka. Apabila saya masuk ke dalam, pintu kubah ini
tertutup, maka tidaklah saya ketahui sama ada saya berada di bumi atau langit‖.
Nabi Sulaiman bertanya, ―Kamu hidup di zaman mana?‖ Pemuda itu menjawab, ―Saya hidup di
zaman Nabi Ibrahim A.S‖. Nabi Sulaiman mengirakan umur pemuda tersebut dan dalam
kiraannya umur pemuda itu telah mencapai 14,000 tahun, tetapi tiada satu uban pun pada
rambutnya. Nabi Sulaiman lalu bertanya, ―Apakah tuan merasakan nikmat Allah? Bagaimana
Allah memberikan rezeki padamu dalam kubah ini?‖ Pemuda itu berkata, ―Setelah saya berada di
dalam kubah ini, maka tahulah saya bahawa Allah telah menciptakan syurga khusus buat saya‖.
Nabi Sulaiman teringin sangat melihat syurga yang pemuda itu katakan. Kemudian pemuda itu
pun berdoa kepada Allah lalu susana di dalam kubah yang gelap tiba-tiba bertukar menjadi
terang-benderang. Terkejut Nabi Sulaiman sambil berkata, ―Maha suci Allah seru sekian alam‖.
Satu pemandangan yang tak ada di dunia ini terpampang di hadapan Nabi Sulaiman dan
rombongannya di mana terdapat pokok-pokok, kebun yang indah, kolam air susu dan madu serta
suara-suara yang merdu di dalamnya.
Pemuda itu berkata, ―Jika saya lapar, saya makan bermacam-macam buah-buahan yang pelbagai
macam cita rasa, semua makanan yang saya ingin akan tersedia dan kalau saya haus, akan
tersedia pula bermacam-macam jenis minuman yang paling lazat‖. Nabi Sulaiman bertanya lagi,
―bagaimana kamu dapat mengetahui siang atau malam?‖ Jawab pemuda itu, ―Apabila terbit fajar
maka kubah ini akan menjadi putih dan apabila matahi terbenam kubah ini akan menjadi gelap‖.
Kata pemuda itu lagi, ―Cukuplah, sebab saat ini saya harus menghadap kembali pada Allah untuk
solat dan zikir, bertasbih dan mengsucikan serta memuji kebesaranNya‖.
Nabi Sulaiman dan rombongannya segera keluar dari kubah tersebut dan pemuda itu berdoa
kepada Allah, lalu tertutuplah kembali kubah itu. Nabi Sulaiman termenung sejenak memikirkan
peristiwa yang dilihatnya sebentar tadi dan mengarahkan Ashif bin Barkhiya untuk membawa
kubah tersebut kembali ke dalam laut di tempat asalnya.
Setelah itu Nabi Sulaiman berkata kepada rombongannya, ―Untuk pertama kali aku menjumpai
tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah, aku bersyukur kepada Allah dan semoga bertambah
iman dalam sanubariku. Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan aku bersaksi bahawa
tiada tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan tiada daya dan kekuatan apa pun di dunia ini
melainkan dengan kehendak Allah S.W.T‖.
Isra Mi'raj (bukan untuk mnjemput perintah sholat)
Oleh Munawir Gadzali di Islamic UFO (Berkas) · Sunting Dokumen
Di dunia masa kini, ada dua macam kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia dalam
sejarah hidupnya, yaitu yang memakai tenaga tolak untuk maju contohnya hewan, mobil, kapal
laut atau kapal udara.
Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting [dari titik tolak] ) seperti pesawat UFO yang
populer disebut ―piring terbang‖. Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran surat An-Nahl ayat
8 disebutkan sebagai benda terapung dan ternak. Yang dimaksud dengan ternak yaitu kuda, unta,
keledai, dls. Dan benda terapung maksudnya yaitu segala macam kendaraan yang diwujudkan
oleh teknologi manusia termasuk di dalamnya ―piring terbang‖.
Khusus mengenai ―piring terbang‖, oleh surat An-Nahl ayat 8 yaitu kendaraan yang tidak
diketahui manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh surat Az-Zukhruf ayat 12 menyebutkan
bahwa Allah SWT menciptakan semua yang berpasangan-pasangan. Maksudnya, ada bagian
positif dan bagian negatif dari ―piring terbang‖ itu (positif dan negatif=pasangan). Karena surat
Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan tentang alat transportasi maka tentunya istilah
―berpasangan-pasangan‖ itu yaitu kendaraan. Dan kendaraan itu tak lain mungkin yaitu
―piring terbang‖ yang memiliki bagian positif dan bagian negatifnya.
1. berdasar Ayat 33/40, ternyata Muhammad ditentukan ALLAH sebagai Nabi terakhir,
penutup para Nabi. Jika benar beliau menemui Nabi Musa di langit begitupun Nabi lainnya,
maka kelirulah Ayat 33/40 tadi padahal berulang kali dinyatakan dalam Alquran bahwa Ayat-
ayat Suci itu tidak pernah mengandung keraguan, kekeliruan, dan pertantangan. Pengalaman dan
pemikiran membuktikan bahwa Ayat 33/40 yaitu benar, tiada Nabi lain sewaktu Muhammad
hidup dan pada waktu sesudahnya. Beliau tidak pernah bertemu dengan seorang Nabi manapun
di dunia ini. Sebab itu jelaslah bahwa keterangan tadi palsu, salah, atau dongeng yang
dipalsukan.
2. Keterangan itu menyatakan Muhammad bertemu dengan Nabi Musa dan beberapa Nabi
lain yang dulunya bertugas di Bumi dan telah mati sekira ratusan atau ribuan tahun sebelumnya.
Ini berarti bahwa para Nabi tersebut hidup kembali lalu berjumpa dengan Muhammad.
Keterangan ini pun berlawanan dengan pengalaman dan pemikiran wajar, apalagi dengan
ketentuan ALLAH pada beberapa Ayat Suci seperti misalnya Ayat 40/11, bahwa manusia
hanyalah hidup dua kali dan mati dua kali. Mati pertama ialah sebelum manusia dilahirkan
ibunya, mati kedua yaitu kematian yang setiap diri harus mengalaminya di dunia kini. Sementara
itu hidup pertama ialah hidup di dunia kini, dan hidup kedua yaitu kebangkitan semua diri di
Akhirat nanti. Itulah dua kali mati dan dua kali hidup yang pasti terlaksana, maka tiada hidup dan
tiada mati selain dari itu. Karena itu teranglah keterangan tadi suatu kepalsuan yang sengaja
diada-adakan.
3. Dikatakan Muhammad bertemu dengan Nabi Musa di langit begitupun dengan beberapa
Nabi lain. Istilah langit sudah lama menjadi sebutan, tetapi dalam Alquran dipakai dengan istilah
"samawaat." Menurut Ayat 65/12, ternyata samawaat itu planet-planet yang wujud dan
keadaannya sama dengan Bumi. Memang ada tujuh planet mengorbit di atas Bumi mengelilingi
Surya, planet-planet itu ialah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, dan Muntaha.
Menurut pemikiran wajar, tidak mungkin para Nabi tersebut akan dijumpai Muhammad di planet
lain karena Musa misalnya sudah lama meninggal dunia dan berkubur di Bumi. Kalau akan
ditemui juga, tentulah yang mungkin ditemui yaitu tulang belulangnya di Bumi, bukan di planet
lain apalagi dalam keadaan hidup segar. Keadaan inipun membuktikan bahwa keterangan tadi
hanyalah isapan jempol dengan maksud tertentu.
4. Dikatakan bahwa Nabi Musa telah mengusulkan kepada Muhammad agar naik kembali
menemui ALLAH untuk memohon perintah Shalat dikurangi dari 50 kali menjadi 5 kali sehari.
Dalam hal ini timbul pertanyaan, apakah Nabi Musa lebih cerdas daripada Muhammad? Apakah
dengan itu orang-orang Yahudi bermaksud meninggikan Nabi pembawa Taurat daripada Nabi
pembawa Alquran?
Sebaiknya orang-orang Islam mempertimbangkan masak-masak sebelum membenarkan dongeng
tak teranalisakan itu.
5. Dikatakan Muhammad naik kembali menemui ALLAH untuk memohon agar perintah
Shalat 50 kali sehari dikurangi dan dikurangi hingga menjadi 5 kali sehari, yaitu sepuluh persen
dari jumlah yang ditetapkan bermula.
Semisalnya seorang pedagang menyatakan harga barangnya 50 rupiah kemudian sesudah tawar-
menawar, barang itu dijualnya 5 rupiah, maka pada otak si pembeli akan timbul suatu anggapan
bahwa pedagang itu sangat kejam atau kurang waras. Sebaliknya pedagang waras yang
menghadapi penawar barangnya sepuluh persen dari harga yang ditetapkannya, tentu tidak akan
meladeni penawar itu karena dianggapnya kurang waras.
Dalam pada itu Ayat 6/115, 10/64, menyatakan tiada perubahan bagi Kalimat
ALLAH, dan Ayat 33/62, 35/43, menyatakan tiada perubahan bagi Ketentuan ALLAH dan Ayat
30/30 menyatakan tiada perubahan bagi Ciptaan ALLAH. Jika masih berlaku tawar-menawar
antara Muhammad dan ALLAH mengenai jumlah Shalat setiap hari, tentulah pernyataan
ALLAH pada beberapa Ayat Suci tersebut tidak benar. Namun menurut pemikiran wajar,
tidaklah mungkin berlaku tawar-menawar antara Khaliq dan makhIuk-NYA.
6. Dikatakan bahwa sewaktu Mi'raj, Nabi menjemput atau menerima perintah Shalat dari
ALLAH, kemudian sesudah berjumpa dengan Musa, beliau naik kembali berulang kali menemui
ALLAH untuk memohon keringanan. Hal ini menyimpulkan bahwa ALLAH tidak ada di Bumi
atau di langit tempat Nabi Musa itu berada. Sungguh keadaan demikian sangat bertantangan
dengan Firman ALLAH yang banyak tercantum dalam Alquran, terutama Ayat 50/16, dan 7/3, di
mana dinyatakan bahwa ALLAH ada di mana saja bersama setiap diri, malah DIA lebih dekat
kepada seseorang daripada urat leher orang itu sendiri. Sebab itu, nyata sekali keterangan tadi
batal atau sengaja dimasukkan ke dalam masyarakat Islam oleh penganut agama lain.
7. Dalam Alquran dinyatakan bahwa para Nabi serta pengikutnya sudah melakukan Shalat
sebagaimana mestinya sebelum Muhammad lahir di Makkah, begitupun Nabi ini sendiri sebelum
dimi'rajkan selama 11 tahun masa kenabiannya. Hal ini telah dibicarakan. Bahkan Muhammad
diperintah ALLAH untuk melaksanakan ajaran Ibrahim b







