Tampilkan postingan dengan label piring terbang 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label piring terbang 2. Tampilkan semua postingan

Selasa, 14 Juli 2026

piring terbang 2

 


model lama. Besi magnit yang aus itu, tidak lagi 

mengelarkan imbas sekuat yang diperlukan untuk menggerakkan suatu dinamo listrik.b. 

Tembaga yang kehilangan sifatnya. Misalnya kawat tembaga yang terlalu kuat menerima aliran 

listrik, akan berubah menjadi keristal tembaga, yang tidak mampu lagi dengan sempurna 

mengalirkan arus listrik.c. Timah yang kehilangan sifatnya, hampir tak obahnya sebagai lempeng 

timah di dalam baterai basah. Pada baterai tua, lempeng lempeng timah itu rusak menjadi 

pecahan-pecahan seperti loyang (yang ada juga hubungannya dengan bertambahnya kadar 

loyang di udara, bila piring terang baru saja meninggalkan suatu tempat dengan kecepatan 

tinggi). 

Di dalam mengutarakan seluruh kesan teknologi di dalam tulisan ini terus terang saya akui saya 

sendiri tidaklah menguasai ilmu teknologi elektro yang mendetail. Kecuali sekedar sedikit 

pentertian sambil lalu tentang pengetahuan seperti itu. Dengan harapan, semoga ilmuwan yang 

lebih ahli akan menanggapi hal ini lebih mendalam melalui suatu riset di masa yang akan datang. 

PERTANYAAN-PERTANYAAN berikutnya diajukan lagi kepada Nenek Baju Berenda. 

Tanya: Apakah yang menarik makhluk piring terbang untuk mendatangi tempat-tempat tertentu? 

Jawab: Entah dengan cara bagaimana, mereka dapat mengetahui dengan tepat daerah-daerah atau 

kota yang sedang mengerjakan besi besar-besaran. 

Saya memang tidak menanyakan lagi, apakah kegiatan pekerjaan besi dimaksud yaitu  pabrik-

pabrik baja dan senjata, termasuk pabrik mobil atau juga daerah-daerah pasir besi dimuka bumi. 

Tetapi kalau diambil satu grafik kunjungan piring terbang di seantero kota dan pedesaan. Karena 

piring terbang juga pernah muncul di pantai selatan Jawa (Nusakambangan), yang diabadikan 

oleh Ir. Hartono dengan tustel photo. Yang salah satu duplikat photo itu pernah diberikan oleh J. 

Salatun kepada penulis. Sedang aslinya dikirimkan ke NASA. Daerah pantai selatan Jawa, 

memang salah satu daerah pasir besi baja, yang pada saat ini sebagai salah satu proyek sumber 

biji besi, selain titanium yang terkandung didalamnya. 

Ucapan:‘entah dengan cara bagaimana‘ yang diteruskan Dt. Tuah dari Nenek Baju Berenda itu 

mengingatkan penulis kepada suatu bentuk ‗radar terhadap metal‘. Atau dengan perkataan lain, 

pesawat piring terbang memiliki  detektor yang sangat sensitif untuk mengikuti kegiatan yang 

ada hubungannya dngan besi di dunia. Sekaligus tercakup di dalamnya, industri senjata, 

kumpulan persenjataan yang terbuat dari besi, daerah pasir besi, kawasan industri dan kota-kota 

yang sebagai sumber listrik perindustrian. Mungkin inilah yang menjadi sebab mengapa piring 

terbang selalu muncul di daerah-daerah yang telah maju perindustriannya, disamping dugaan 

bahwa Negara-Negara terkebelakang sangat sedikit sekali mengindahkan pesawat aneh yang 

muncul di atmosfer mereka. 

Sebahagian alasan makhluk piring terbang itu mungkin berdasar  kecemburuan mereka karena 

makhluk bumi sangat berambisi untuk mencontoh pesawat mereka. Diliputi perasaan iri hati dan 

disaingi, mereka selalu mengintip kegiatan industri besi manusia di bumi. Malahan terkadang 

mereka seperti mengetahui gedung atau bangunan yang menjadi pusat pengendalian politik suatu 

negara di dunia. Seperti yang disebut sebagai Washington Invasion (Penyerbuan atas 

Washington) pada tanggal 19 dan 26 Juli 1952 pukul 22.00 penduduk Washington menyaksikan 

lima buah cahaya yang mengambang di atas Gedung Putih, meliputi bangunan di sekitarnya. 

Seminggu kemudian kejadian itu terulang kembali dengan jumlah sampai 15 buah cahaya yang 

bergerak sangat cepat melebihi kecepatan pesawat bumi. Sehingga ketika angkatan udara 

mengirimkan dua pesawat pencegat F94 untuk mengadakan penyelidikan, ternyata tidak 

membawa hasil. Malah ketika kedua pesawat pencegat itu akan pulang ke landasan, ke lima 

belas buah cahaya itu mengelilingi mereka dalam jarak tertentu, dan seperti mengantarkan atau 

mengawal kedua pesawat itu. akhirnya lima belas detik kemudian, cahaya-cahaya menghilang 

dengan kecepatan yang mengerikan. 

Demikian juga yang pernah terjadi pada tahun 1978 sekitar bulan Maret. sejumlah piring terbang 

mengitari kaisar Jepang Hirohito, selama delapan kali. Seolah-olah mengetahui peranan Gedung 

Putih di Washington bagi Amerika Serikat, dan apa peranan kaisar Hirohito bagi Jepang. 

Bertambahlah pengetahuan kita bahwa makhluk piring terbang memiliki  cara dan kecerdasan 

tersendiri untuk melihat kegiatan manusia di dunia. Dua hari kemudian, kami datang kembali 

menemui Dt. Tuah. Karena hari itu tepat ketika malam Jumat Kliwon (Manis). Menurut Dt. Tuah 

pada malam seperti itu, Nenek Baju berenda lebih banyak memiliki  kekuatan menerima berita 

alam gaib dari pada malam-malam biasa. Dan penulis sendiri sekedar mengetahui bahwa hari 

Jumat yaitu  sebagai: 

Dibentuknya Adam dari tanahSelesainya Adam dijadikan.Terusirnya Adam dari 

sorga.Berjumpanya Adam dan Hawa dimuka bumi.Banjir Nuh.Tenggelamnya Firaun dijaman 

Musa as.Didekatkannya roh dengan kuburnya.Kiamatnya dunia dengan seluruh galaxinya. 

Banyak lagi kejadian yang penting, yang terjadi pada hari tersebut, yang merubah permukaan 

bumi dan sejarah kehidupan manusia. Sekali ini Dt. Tuah meminta kepada penulis dan Gerard 

Usman Sitompul untuk mensucikan diri dengan air, seluruh anggota badan, sebelum soal jawab 

diteruskan dengan Nenek Baju berenda. 

Tanya: Pernahkah nenek berusaha mendekati piring terbang itu? 

Jawab: Banyak dari beberapa golongan jin dan makhluk halus lain ingin masuk ke dalamnya. 

Tetapi tak berhasil. (Sejenak Dt. Tuah bagai mendengar perkataan yang meragukan atau 

terputus-putus dari Nenek Baju berenda). 

Tanya: Apakah nenek diserang mereka? 

Jawab: Tidak, mereka tak pernah mengganggu makhluk lain. Hanya membuat rintangan, 

sekiranya mereka dalam keadaan terpaksa. Piring terbang itu sendiri, lebih panas dari kawah 

gunung berapi. Itulah halangan pertama dari makhluk-makhluk halus dan kasar untuk 

mendekatinya. 

Mendengar api yang dikatakan nenek baju berenda, penulis teringat kepada kekuatan arus listrik 

kuat yang terpancang dari sebuah piring terbang. Tanya: Bukankah bangsa jin dijadikan dari api. 

Tak dapatkah mereka menyatukan diri dengan panas itu? 

Jawab: Pertanyaan itu telah menggugah kekuasaan Tuhan. Tetapi biarlah nenek jawab juga 

sekedarnya. Dalam keadaan biasa, piring terbang tetap dapat mengeluarkan kekuatan api dengan 

tiba-tiba. Belum ada ijin Tuhan, agar jenis kami dapat masuk kedalamnya, sejak ribuan tahun 

yang lalu. Alangkah dasyatnya jarak waktu yang disebutkan Nenek Baju berenda, yang 

mengatakan piring terbang belum berhasil dimasuki makhluk halus bangsa jin atau roh biasa. 

Yang kemudian mengingatkan penulis kepada wahyu Tuhan yang berbunyi: Dan apabila 

perkataan telah jatuh kepada manusia (janji Tuhan) kami keluarkan sejenis makhluk dari dalam 

bumi yang akan menemplak manusia, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada 

ayat-ayat kami‖. 

Kalau diikuti perkembangan usaha-usaha mistik dilapangan kehidupan manusia termasuk 

diantaranya pengobatan dari jarak jauh, atau menentukan daerah atau benda yang hilang, juga 

termasuk menentukan benda terpendam dengan petunjuk gaib dan mistik. Yang belum pernah 

didengar ialah adanya golongan makhluk halus yang berhasil memasuki dan mengerti tentang 

keadaan piring terbang. Belum pernah penulis mendengar penganut-penganut kebatinan atau 

agama yang menjalankan suatu cara mistik yang dapat mengetahui bagaimana ruangan di dalam 

dan peralatan piring terbang itu sesungguhnya. Jika mengenai keadaan dan planet-planet dan 

bulan menurut tinjauan ahli mistik, telah sering penulis jumpai. 

Di dalam lembaran sobekan surat papyrus kuno yang berasal dari jaman raja Thuthmosis III 

(1505 - 1450) sebewlum masehi, dengan ejaan aslinya berasal dari tulisan hearatic (ejaan tulisan 

bangsa Mesir kuno) yang demikian jelas isi keseluruhannya, ada juga diungkapkan soal piring 

terbang. lembaran papyrus berukuran 20 x 18 cm lebih dikenal dengan nama Tulli Papyrus, yang 

diambil dari namanya Prof. Aleberto Tulli yang pernah menjabat direktur Museum Vatikan 

bagian peninggalan bangsa Mesir kuno. Di jaman pemerintahan Firaun Thuthmosis III sekitar 

tahun ke 22 (1525 SM), bulan ke tiga musim dingin (Pebruari) pukul ke enam pada hari itu 

(pukul 23.00) para juru tulis rumah kehidupan (seperti bentuk sekretariat negara atau 

perpustakaan) melihat sebuah lingkaran api bercahaya sangat terang turun dari langit. Sekalipun 

tidak memiliki  kepala, lingkaran itu mengeluarkan bau yang tidak sedap dari mulutnya, yang 

berbentuk memanjang dan melebar dan tidak mengeluarkan suara sedikitpun. mereka sangat 

ketakutan, sehingga hanya berbaring di tanah. Dan ketika Firaun diberitahukan tentang kejadian 

itu, langsung diperintahkannya untuk meyelidiki dengan memperbandingkan apa yang tertulis 

masa Firaun Thuthmosis III. Firaun berusaha menafsirkan semua kejadian itu. Selang beberapa 

hari kemudian muncul lagi nyala api yang terang dengan jumlah banyak berkilauan, 

mengalahkan putihnya cahaya matahari. Dibagian bawah benda itu kelihatan pancaran api yang 

bercahaya sangat terang. Firaun menyaksikan sendiri dari tengah-tengah para tentara yang 

menjaganya. kemudian benda itu meluncur semakin meninggi ke arah selatan, disusul dengan 

jatuhnya ikan dan burung-burung dari langit. Firaun sangat takjub menyaksikan apa yang belum 

terjadi selama masa pemerintahannya. Ia memerintahkan agar seluruh peristiwa itu oleh rumah 

kehidupan sebagai peringatan yang abadi. 

Memang, menurut dugaan, kunjungan UFO sejak jaman dahulu yaitu  membawa tujuan untuk 

membantu perkembangan manusia dengan mengajarkan kepandaian yang mereka miliki. Tetapi 

itu baru merupakan sebuah teori dan dugaan. Sehubungan dengan teori itu kemunculan UFO ke 

muka bumi yang semakin kurun tahun, semakin bertambah banyak, dianggap sebagai salah satu 

pertanda bahwa kehidupan bumi telah semakin tua. Mereka beramai-ramai dari tempat asal 

mereka, datang ke atmosfir bumi. Memang diakui meledaknya bom atom I di Hiroshima pada 

tanggal 6 Agustus 1945 merupakan peristiwa pertama radioaktif naik ke udara melewati atmosfer 

bumi. Mungkin saat itu makhluk UFO merasakan sebagian dari keseimbangan alam jagat raya 

mulai terganggu. Mungkin bumi sendiri di masa yang akan datang akan mengalami kegoncangan 

hebat yang merusak kestabilannya melalui orbitnya mengelilingi matahari. Misalnya dengan 

bergesernya sedikit kutub magnit bumi dalam suatu getaran kuat pada kulit bumi. Sedang kutub 

itu sendiri sangat bergantung dengan letak gundukan es kutub utara dan selatan. Kalau gugusan 

es kutub rusak, maka tekanan dan arus pada permukaaan laut juga akan berubah sekaligus 

mengubah keadaan musim dimuka bumi. 

Pertanyaan berikutnya yang sedikit agak menjurus kepada peralatan UFO diajukan seprti 

dibawah ini kepada nenek baju berenda. Pertanyaan itu sengaja disusun demikian rupa sehingga 

tanpa sadar Nenek Baju Berenda telah menyinggung dugaan keadaan bagian dalam dari piring 

terbang. 

Tanya: ―Apakah makhluk pembawa piring terbang itu ikut juga berpusing bersama pesawat 

mereka? 

Jawab: Tidak. Sebab mereka berada di dalam ruangan berbentuk sebuah bola besi yang amat 

bulat tak ikut berputar dengan bagian lainnnya. 

Soal jawab ini kelihatannya memakan tenaga Dt. Tuah juga. Bintik-bintik keringat di wajahnya 

mulai berkilat dibawah cahaya lilin yang terpasang. 

Tanya: Dimanakah letak bola besi penumpang itu? 

Jawab: Pada bagian pusar piringnya. 

Tanya: Apakah kelihatan dari luar? 

Jawab: Seperlima bulatan pada bagian atas, dan seperlima lagi dari bulatan sebelah bawah, 

tampak menonjol dari keseluruhan bentuk piring. 

Dari jawaban Nenek Baju Berenda ini, penulis teringat kepada soal jawab J.Salatun dengan 

Agusnain dengan pandangan paranormal yang mengatakan: adanya sebuah turbin yang berputar 

sangat cepat, yang ujung porosnya tidak menyinggung tempat duduknya. Oleh karena itu, 

mereka sama sekali tidak menggunakan minyak pelumas. Entah bagaimana kedua bagian itu 

dapat dibuat, sehingga tidak saling menyentuh. Saya tidak mengerti, tetapi demikianlah 

keadaannya. Itulah salah satu hasil tinjauan paranormal Agusnain. Nenek Baju Berenda, sendiri 

tidak menyinggung-nyinggung soal turbin yang disebut Agusnain. Ia hanya mengatakan tempat 

awak piring terbang itu di dalam ruangan sebuah bola besi yang terletak pada bagian pusar piring 

terbang. Oleh karena itu penulis menyusun pertanyaan baru. 

Tanya: Apakah bola ruangan penumpang itu terletak rapat dengan rongga badan piring terbang? 

Jawab: Tidak. Sekeliling bola itu memiliki  jarak tertentu dengan rongga pesawat. Entah apa 

gunanya. 

Tanya: Tak sedikitpun bahagian yang bersinggung? 

Jawab: Tidak. 

Jawaban ini agak berbeda dari tinjauan para normal Agusnain. Agusnain menengatakan tentang 

poros turbin yang berputar cepat, sedangkan Nenek Baju Berenda mengatakan ruangan bola 

penumpang itu mengambang di tengah rongga piring. 

Tanya: Kekuatan apakah yang membuat bola penumpang itu menjadi mengambang seperti itu? 

Bukankah itu berarti ada tenaga yang sama pada keliling bola membuat ia mengambang ditengah 

ruangan piring? 

Jawab: Anak yang berketopong besi-tembaga mengetahuinya. 

Penulis jadi tersentak mendengar jawaban Nenek Baju Berenda, dan Datuk Tuah memandang 

penulis dengan keheranan. Sedangkan Gerard Usman Sitompul mengangguk-angguk kecil 

seperti ada sesuatu yang dimakluminya didalam hati. Penulis sendiri cenderung untuk memegang 

motif: Iqra namamu timah Amri namamu tembaga, Hamarullah namamu Besi, dan Shod 

nyawamu besi. Sama dengan Magnit rohmu besi. 

Kesimpulan penulis: Bola ruangan penumpang bisa mengambang seperti itu karena bagian luar 

besi bola penumpang bermuatan kutub magnit yang sama dengan rongga poros cakram. Dan 

setelah penulis menyatakan hal ini kepada Gerard Usman Sitompul ia juga dapat menerimanya, 

dengan mengingat hukum tolak. 

Dan teori ini juga pernah penulis nyatakan kepada beberapa orang insinyur elektro, yang juga 

menerimanya sebagai logika teknologi, walaupun belum ada peralatan teknologi zaman ini yang 

mempergunakan cara itu. Dan penulis sendiri belum lagi menghitung secara teliti, berapa tenaga 

tolak menolak besi magnit sekutub pada setiap 1 cm2. 

Kalau mengingat bahwa piring terbang ukuran besar diduga memiliki  garis tengah 90 m, dan 

bola penumpang yang terletak di bagian pusarnya berdiagonal 10 m, bayangkan betapa besarnya 

besi magnit yang harus digunakan untuk sebuah piring terbang! Dengan sendirinya berat bola 

penumpang harus pula diperhitungkan agar bola itu tetap mengambang pada rongga duduknya. 

Tapi bagaimana pula caranya agar penumpang tidak terikut dengan perubahan kedudukan bentuk 

cakram disaat ia terbang dengan segala gaya? Menurut pendapat penulis sendiri, bola 

penumpang itu memiliki  suatu alat pemberat dibagian bawahnya. Sehingga ia lebih mirip 

dengan patung campak golek, yang bagian bawahnya diberi timah pemberi pemberat. Sehingga 

dalam keadaan bagaimanapun, bagian yang berat itu tetap berada dibagian bawah. Kini timnul 

pertanyaan: Dapatkah perputaran rongga besi cakram dengan dinding bola penumpang 

menghasilkan arus listrik walaupun keduanya terdiri dari magnit sekutub? Jika tidak, darimana 

datangnya sumber listrik berkekuatan tinggi yang terpancar dari sebuah piring tebang? 

Jika menurut tinjauan para normal Agusnain, turbin itu pertama-tama berfungsi sebagai stabiliteit 

kepada piring terbang. Dan yang kedua untuk mengatur efflux. Dari Nenek Baju Berenda penulis 

tidak menemukan jawaban mengenai turbin itu. Mungkin karena ia menggantinya dengan istilah 

bola penumpang yang terletak ditengah rongga cakram. Tetapi sekiranya memang sebagai 

sumber listrik, turbin elektromagnit itu sepantasnya terletak di antara kedua belahan cakram. Dan 

dari persaingan yang berlawanan arah akan terjadi imbas magnit yang cukup besar untuk sumber 

arus listrik yang kuat. Bola penompang dan rongga cakram yang mengandung magnit yang 

sekutub, hanya sekedar menjaga stabiliteit kedudukan bola penumpang. Teori ini mungkin dapat 

diterima akal. Karena beberapa saksi mengatakan melihat bagian tengah piring terbang itu 

kelihatan lebih kabur, daripada bagian keliling cakram yang lebih bercahaya menyilaukan. 

Pandangan seperti itu dapat terjadi, jika bagian tengah (bola penumpang) piring terbang itu tidak 

bergasing sama sekali. Hanya kelihatan bercahaya, karena kena bias cahaya keliling cakram yang 

bergasing (membuat batas menjadi tidak menjadi kelihatan). 

Kalau teori diatas memiliki  dasar kebenaran untuk dijadikan bahan dalam riset piring terbang, 

berarti sebagian dari rahasia stabiliteit ruangan penumpang dan sumber arus listriknya sudah 

dapat direka darimana datangnya. Tinggal lagi mengungkap bagaimana caranya mereka 

memperkuat sumber listrik itu, dan menghubungkannya dengan seluruh badan cakram yang pijar 

oleh arus listrik. Setidaknya penulis telah mencoba menyodorkan salah satu ranting kecil dari 

estimat teknologi yang terkandung didalam kekuatan piring terbang. Yang mungkin akan dapat 

digunakan untuk menyambung suatu kesimpulan lain yang selama ini terputus. 

Penulis sendiri telah berhubungan dengan puluhan para medium, atau melakukan pembicaraan 

dibwah pengaruh hipnotys. Dan penulis juga pernah berdialog dengan roh-roh yang berada di 

tingkat atas, tetapi soal jawab dengan Nenek Berbaju Renda dengan perantaraan Datuk Tuah, 

yaitu  yang paling mengagumkan, sebab memiliki  argumentasi untuk dipertahankan. Penulis 

bertambah yakin setelah mendengar bahwa Datuk Tuah sendiri oleh salah satu kegiatan di bawah 

perdatam (perindustrian dan pertambangan) di zaman menteri-menteri Chairul Saleh. Datuk 

Tuah pernah dibawa oleh salah satu kelompok staf ke beberapa gunung didaerah Sumatera Utara 

dan Aceh, untuk mencari logan-logam yang ada setiap kaki pegunungan. Dan sebagian besar dari 

petunjuk pak Datuk Tuah tentang sumber-sumber metal yang bermacam-macam itu diterakan 

didalam sebuah peta khusus pertambangan di daerah Aceh dan Sumatera Utara. Tidak diketahui 

bagaimana pelaksanaanya, tetapi yang jelas rombongan itu pernah berjanji akan membangun 

rumah Datuk Tuah bila pelaksaan rencana penggalian metal-metal berharga itu telah dimulai. 

Yang pasti lagi, sampai Datuk Tuah meninggal dunia pada Tanggal 16 Maret 1978, ia masih 

berharapa agar rencana pertambangan metal-metal berharga itu terlaksana. Ketika ke Medan 

pada bulan Juli 1978, penulis hanya sempat melihat pusarannya di Tg. Morawa dengan istri dan 

lima orang anak yang ditinggalkannya. Dan kepada penulis para ahli warisnya menyerahkan dua 

ujud yang tidak nampak, selain beberapa wasiat yang disampaikan dengan tulisan, sebelum 

beliau wafat.Sumber: Majalah Senang edisi No. 00408Tambahan: 

a. Bukan tidak mungkin salah satu paduan itu terdiri dari besi magnit yang telah kehilangan 

kekuatan kutub 

magnit, seperti keadaan besi magnit di dalam sebuah dinamo sepeda, atau dinamo sebuah mobil 

model 

lama. Besi magnit yang aus itu, tidak lagi mengelarkan imbas sekuat yang diperlukan untuk 

menggerakkan 

suatu dinamo listrik. 

b. Tembaga yang kehilangan sifatnya. Misalnya kawat tembaga yang terlalu kuat menerima 

aliran listrik, 

akan berubah menjadi keristal tembaga, yang tidak mampu lagi dengan sempurna mengalirkan 

arus listrik. 

c. Timah yang kehilangan sifatnya, hampir tak obahnya sebagai lempeng timah di dalam baterai 

basah. 

Pada baterai tua, lempeng lempeng timah itu rusak menjadi pecahan-pecahan seperti loyang 

(yang ada juga 

hubungannya dengan bertambahnya kadar loyang di udara, bila piring terang baru saja 

meninggalkan suatu 

tempat dengan kecepatan tinggi). 

Nabi Sulaiman dan Kubah Ajaib 

Oleh Ainur Ridlwan Muthahhari di Islamic UFO (Berkas) · Sunting Dokumen 

Kisah Nabi Sulaiman dari berbagai situs. Sudah saya tuliskan beserta link yang relavan agar 

dinikmati. 

  

Kisah I: 

Suatu hari, Nabi Sulaiman menerima wahyu dari Allah agar pergi ke tepian sebuah pantai untuk 

menyaksikan keajaiban yang akan ditunjukkan Allah kepadanya. Beliau pun segera pergi ke 

pantai tersebut dengan diiringi para pengikutnya. 

  

Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mengintai-ngintai untuk mencari sesuatu, seperti yang 

dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari, dia tidak menjumpai apa pun selain desiran ombak 

dan butir-butir pasir yang terhampar luas. 

  

Perdana menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya meminta izin untuk menyelam ke dalam 

samudra. Setelah mendapat izin, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. Tidak 

lama kemudian, Asif menjumpai sebuah kubah yang sangat indah. 

  

Kubah tersebut memiliki  empat penjuru, setiap penjuru memiliki  pintu. Pintu pertama 

terbuat dari mutiara, pintu kedua terbuat dari zamrud berwarna merah, pintu ketiga terbuat dari 

jauhar, sedangkan pintu keempat terbuat dari zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka luas, tetapi 

sangat aneh, air tidak masuk ke dalamnya. 

  

Dengan kuasa yang diberikan oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan 

diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Putra Nabi Daud ini sangat takjub melihat keindahan 

kubah tersebut. dia segera masuk dan mendapati seorang pemuda berada di dalamnya. 

  

Pemuda tersebut tidak sadar kalau kubahnya telah diangkat ke daratan. Dia tengah sibuk 

bermunajat kepada Allah. Nabi Sulaiman memberi salam. Pemuda itu menyambut salam dengan 

perasaan terkejut. Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu, yaitu bahwa dia 

yaitu  seorang nabi yang diperintahkan Allah untuk melihat keajaiban yang dikaruniakan 

kepadanya. 

  

Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut, bagai-mana dia bisa berada di dalam kubah 

yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahwa dia telah berkhidmat kepada 

orang tuanya selama tujuh puluh tahun. Ayahnya yaitu  seorang yang lumpuh, sedangkan 

ibunya seorang yang buta. 

  

Suatu hari, ketika ibunya hendak meninggal dunia, dia memanggil si Pemuda dan memaklumkan 

bahwa ibunya telah rela atas pengkhidmatan yang diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada 

Allah agar anaknya dipanjangkan umur dan senantiasa taat kepada Allah. 

  

Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian, ayahnya pun meninggal dunia. Sebelum 

meninggal dunia, dia juga telah ridha terhadap pengkhidmatan yang diberikan olehnya. Dia pun 

berdoa agar anaknya diletakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh setan. 

  

Doa kedua orang tuanya itu diijabah oleh Allah 'Azza wa Jalla. Suatu hari, ketika pemuda itu 

berjalan-jalan di tepian pantai, dia melihat sebuah kubah yang sedang terapung di tepian pantai. 

Ketika dia menghampiri kubah tersebut, ada suara yang menyeru agar dia masuk ke dalamnya. 

  

Ketika sudah berada di dalam, tiba-tiba saja kubah tersebut bergerak dan masuk ke dasar lautan. 

Tidak lama kemudian, datanglah seseorang yang memperkenalkan diri sebagai malaikat utusan 

Allah. Dia mengatakan, bahwa kubah itu yaitu  anugerah Allah kepadanya sebagai balasan atas 

pengabdiannya kepada kedua orang tuanya. 

  

Dia pun boleh tinggal sesukanya di sana tanpa perlu mengkhawatirkan segala kebutuhan 

hidupnya. Malaikat itu mengatakan bahwa dia diperintahkah Allah untuk membawa kubah 

tersebut ke dasar laut. Sejak itulah, sang Pemuda terus bermunajat kepada Allah sampai Allah 

berkenan mengangkatnya ke darat. 

  

"Berapa lama engkau telah berada di dalam kubah ini?" tanya Nabi Sulaiman. 

  

Pemuda itu menjawab, "Saya tidak menghitungnya, tetapi saya memasukinya pada masa Nabi 

Ibrahim." 

  

Nabi Sulaiman terdiam lalu berkata, "Itu artinya, engkau telah berada di dalam kubah ini selama 

dua ribu empat ratus tahun." Nabi Sulaiman melanjutkan, "Wajahmu tidak berubah, malah tetap 

muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya. Bagaimana engkau bisa hidup di 

dalam kubah di dasar lautan itu?" tanya Nabi Sulaiman. 

  

"Di dalam kubah itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi 

Allah tetap memberikan rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah ini." 

  

"Bagaimana Allah memberi makan kepadamu?" 

  

"Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah lalu buahnya aku makan. Jika 

aku merasa haus, keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih manis 

daripada madu." 

  

"Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?" tanya Sulaiman semakin heran. 

  

"Apabila telah terbit fajar, kubah ini menjadi putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah 

siang. Apabila matahari terbenam, kubah akan menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah 

malam," tuturnya. 

  

Nabi Sulaiman pun bertanya apakah sang Pemuda mau ikut bersamanya atau tetap tinggal di 

dalam kubah. 

  

"Nikmat apa lagi yang harus aku minta selain dari nikmat yang dikaruniakan oleh Allah 

kepadaku ini," jawabnya. 

  

"Adakah engkau ingin pulang ke tempat asalmu." 

  

"Ya, antarkanlah aku ke tempat asalku." 

  

Setelah kubah tersebut kembali ke tempat asalnya, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya, 

"Kalian telah melihat keajaiban yang dikaruniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan 

yang Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa besar siksaannya 

kepada orang yang durhaka kepada kedua ibu-bapaknya." 

  

Beliau pun beranjak meninggalkan tempat tersebut dan bersyukur kepada Allah karena telah 

memberikan kesempatan untuk menyaksikan salah satu kekuasaan-Nya. 

  

  

Aku telah mempelajari apa yang telah dipelajari manusia dan juga yang tidak mereka pelajari. 

Sungguh, aku tidak menemukan sesuatu yang lebih indah seindah takwa kepada Allah. (Nabi 

Sulaiman) 

Sumber:http://ceritainspirasimuslim.blogspot.com/2011/07/kubah-ajaib.html 

  

Kisah II: 

Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman telah menerima wahyu daripada Allah supaya pergi ke tepi 

pantai untuk menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. 

Setelah bersiap sedia, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang di nyatakan di dalam wahyu. 

Baginda diiringi oleh kaum jin, manusia dan binatang. 

  

Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus melihat-lihat untuk mencari sesuatu seperti yang 

dikatakan oleh Allah. Setelah lama mencari, baginda belum menemukan apa-apa. Kata salah 

seorang diantara mereka "Mungkin kita mencari di tempat yg salah". Tetapi baginda menjawab 

"Tidak, di sinilah tempatnya". Nabi Sulaiman mengarahkan Jin Ifrit supaya menyelam kedalam 

laut untuk melihat apa-apa yang ajaib. Jin Ifrit menyelam agak lama juga barulah ia kembali 

kepada Nabi Sulaiman dan memberitahukan bahwa dia tidak melihat apa-apa yang ajaib. Tanya 

Nabi Sulaiman "Apakah kamu menyelam hingga dasar laut" Jawab Jin Ifrit "Tidak". Nabi 

Sulaiman pun memerintahkan Jin Ifrit yang kedua kalinya supaya menyelam hingga ke dasar 

laut. Setelah puas menyelam dan mencari benda-benda yang di katakan oleh Nabi Sulaiman, Jin 

Ifrit yang kedua kalinya juga tidak menjumpai apa-apa yang ajaib dan ia melaporkan kepada 

Nabi Sulaiman. 

  

Perdana Menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya kemudian berbisik ke telinga Nabi 

Sulaiman dan memohon kesediaannya agar memberikan izin padanya untuk menolongnya. 

Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia membaca sesuatu dan terus menyelam ke dalam laut. 

Tidak lama kemudian Asif menjumpai sebuah kubah yang sangant indah. Kubah tersebut 

memiliki  empat penjuru, setiap penjuru memiliki  pintu. Pintu pertama terbuat dari mutiara, 

pintu kedua terbuat dari zamrud berwarna merah, pintu ketiga terbuat dari jauhar dan pintu 

keempat terbuat dari zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka lebar, tetapi hebatnya, air tidak ada 

sedikitpun yang masuk kedalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka lebar. 

  

Dengan kuasa Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan diletakkan di 

hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh takjub di atas 

kebesaran Allah. Baginda menghampiri untuk melihat kubah tersebut dari dekat, setelah melihat 

ke dalam, di dapatinya ada seorang pemuda di dalamnya. Pemuda tersebut masih belum sadar 

walaupun kubahnya telah diangkat ke darat karena asyiknya bermunajah kepada Allah. Nabi 

Sulaiman memberi salam kepada pemuda tersebut. Pemuda tersebut menyambut salam dengan 

perasaan terkejut karena melihat orang ramai sedang berada disitu. Nabi Sulaiman 

memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu bahawa beliau yaitu  Nabi Allah Sulaiman. 

Pemuda itu bertanya "Dari manakah mereka ini dan bagaimana mereka datang?". Pemuda itu 

merasa heran dan setelah menjenguk keluar, barulah dia sadar bahwa kubahnya telah berada di 

darat. Nabi Sulaiman memberitahu pemuda itu bahawa mereka datang karena diperintahkan oleh 

Allah untuk melihat keajaiban yang dikurniakan Allah kepadanya. 

  

Setelah mendapat izin dari pemuda tsb Nabi Sulaiman masuk ke dalam kubah-nya untuk melihat 

keajaiban serta perhiasan yg ada di dalamnya. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu 

sungguh menakjubkan. Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia bisa 

berada di dalam kubah ini yang terletak di dasar laut. Pemuda tersebut menceritakan bahawa dia 

telah berkhidmat kepada kedua ibu bapaknya selama 70 tahun. Bapaknya seorang yang lumpuh 

manakala ibunya pula seorang yang buta. Suatu hari ketika ibunya hendak meninggal dunia, 

ibunya memanggilnya dan berwasiat bahwa ibunya telah rela atas khidmat yang diberikan 

olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umurnya dan senantiasa taat 

kepada Allah. Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian bapaknya pula meninggal 

dunia. Sebelum bapaknya meninggal dunia, bapaknya juga telah memanggilnya dan berwasiat 

bahwa dia juga telah rela atas khidmat/bakti yang diberikan olehnya. Bapaknya pun berdoa 

sebelum meninggal dunia supaya anaknya di letakkan di suatu tempat yang tidak dapat diganggu 

oleh syaitan. 

  

Doa kedua dua orang tuanya telah dikabulkan oleh Allah SWT. Pada suatu hari ketika pemuda 

tersebut berjalan-jalan di tepi pantai ia melihat sebuah kubah yang sedang terapung-apung di tepi 

pantai. Ketika pemuda tadi menghampiri kubah tersebut . Ada suara menyeru supaya pemuda itu 

masuk ke dalam kubah tersebut. Lalu ia masuk ke kubah tsb dan melihat-lihat ke dalamnya tiba-

tiba ia kubah tsb bergerak dan tenggelam ke dasar laut. Tidak lama kemudian muncul sosok 

seraya memperkenalkan dirinya bahwa dia yaitu  malaikat yang di utus oleh Allah. Malaikat itu 

mengatakan bahwa kubah itu yaitu  kurnia Allah karena khidmat/bakti-nya kepada orang 

tuannya dan beliau boleh tinggal di dalamnya selama masa yg dia suka, segala makan dan 

minum akan dihidangkan pada saat kapanpun ia memerlukannya. Malaikat itu mengatakan 

bahwa dia diperintahkah Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Semenjak saat itu 

pemuda tersebut terus bermunajah kepada Allah hingga hari ini. 

  

Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu "Berapa lamakah kamu berada di dalam kubah ini" 

Pemuda itu menjawab "Saya tidak menghitungnya tetapi ia pertama kali masuk ke kubah tsb 

semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s". Lalu Nabi Sulaiman menghitung ". Ini berarti 

kamu telah berada didalam kubah ini selama dua ribu empat ratus tahun". Nabi Sulaiman berkata 

"Wajahmu tidak berubah malah sentiasa muda walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun 

lamanya". Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tsb apakah dia ingin pulang bersamanya". 

Pemuda itu menjawab "Nikmat apa lagi yang harus aku pinta selain daripada nikmat yang 

dikurniakan oleh Allah kepadaku ini". Nabi Sulaiman bertanya "Apakah kamu ingin pulang ke 

tempat asalmu?" Jawab pemuda itu "Ya, mohon antarkan aku ke tempat asalku semula". Nabi 

Sulaiman pun memerintahkan Perdana Menterinya membawa kubah tersebut ketempat asalnya. 

  

Setelah kubah tersebut diletakkan ketempat asal, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya "Kamu 

semua telah melihat keajaiban yang dikurniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang 

Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa siksanya orang yang 

mendurhakai kedua ibu bapaknya". Nabi Sulaiman pun berangkat pulang ketempatnya dan 

bersyukur kepada Allah Ta'ala karena telah memberi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan 

mukjizatNya. 

Sumber:http://kisahhikmahislami.blogspot.com/2011/02/nabi-sulaiman-as-dengan-kubah-

ajaib.html 

  

Kisah III: 

Selain seorang nabi, Sulaiman a.s. juga seorang raja terkenal. Atas izin Allah ia berhasil 

menundukkan Ratu Balqis dengan jin ifrit-Nya. Dia dikenal sebagai manusia boleh berdialog 

dengan segala binatang. Dikisahkan, Nabi Sulaiman sedang berkelana antara langit dan bumi 

hingga tiba di satu samudera yang bergelombang besar. 

Untuk mencegah gelombang, ia cukup memerintahkan angin agar tenang, dan tenang pula 

samudera itu. Kemudian Nabi Sulaiman memerintahkan jin Ifrit menyelam ke samudera itu 

sampai ke dasarnya. DI sana jin Ifrit melihat sebuah kubah dari permata putih yang tanpa lubang, 

kubah itu diangkatnya ke atas samudera dan ditunjukkannya kepada Nabi Sulaiman. Melihat 

kubah tanpa lubang penuh permata dari dasar laut itu Nabi Sulaiman menjadi terlalu heran, 

―Kubah apakah gerangan ini?‖ fikirnya. Dengan minta pertolongan Allah, Nabi Sulaiman 

membuka tutup kubah. Betapa terkejutnya dia begitu melihat seorang pemuda tinggal di 

dalamnya. ―Sipakah engkau ini? Kelompok jin atau manusia?‖ tanya Nabi Sulaiman keheranan. 

―Aku yaitu  manusia‖, jawab pemuda itu perlahan. ―Bagaimana engkau boleh memperolehi 

karomah semacam ini?‖ tanya Nabi Sulaiman lagi. 

Kemudian pemuda itu menceritakan riwayatnya sampai kemudian memperolehi karomah dari 

Allah boleh tinggal di dalam kubah dan berada di dasar lautan. Diceritakan, ibunya dulu sudah 

tua dan tidak berdaya sehingga dialah yang memapah dan menggendongnya ke mana jua dia 

pergi. Si anak selalu berbakti kepada orang tuanya, dan ibunya selalu mendoakan anaknya. Salah 

satu doanya itu, ibunya selalu mendoakan anaknya diberi rezeki dan perasaan puas diri. Semoga 

anaknya ditempatkan di suatu tempat yang tidak di dunia dan tidak pula di langit. ―Setelah ibuku 

wafat aku berkeliling di atas pantai. Dalam perjalanan aku melihat sebuah terbuat dari permata. 

Aku mendekatinya dan terbukalah pintu kubah itu sehingga aku masuk ke dalamnya.‖ Tutur 

pemuda itu kepada Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman yang dikenali boleh berjalan di antara bumi 

dan langit itu menjadi kagum terhadap pemuda itu. ―Bagaimana engkau boleh hidup di dalam 

kubah di dasar lautan itu?‖ tanya Nabi Sulaiman ingin mengetahui lebih lanjut. ―Di dalam kubah 

itu sendiri, aku tidak tahu di mana berada. Di langitkah atau di udara, tetapi Allah tetap memberi 

rezeki kepadaku ketika aku tinggal di dalam kubah.‖ ―Bagaimana Allah memberi makan 

kepadamu?‖ ―Jika aku merasa lapar, Allah menciptakan pohon di dalam kubah, dan buahnya 

yang aku makan. 

  

Jika aku merasa haus maka keluarlah air yang teramat bersih, lebih putih daripada susu dan lebih 

manis daripada madu.‖ ―Bagaimana engkau mengetahui perbedaan siang dan malam?‖ tanya 

Nabi Sulaiman a.s yang merasa semakin heran. ―Bila telah terbit fajar, maka kubah itu menjadi 

putih, dari situ aku mengetahui kalau hari itu sudah siang. Bila matahari terbenam kubah akan 

menjadi gelap dan aku mengetahui hari sudah malam.‖ Tuturnya. Selesai menceritakan kisahnya, 

pemuda itu lalu berdoa kepada Allah, maka pintu kubah itu tertutup kembali, dan pemuda itu 

tetap tinggal di dalamnya. Itulah keromah bagi seorang pemuda yang berbakti kepada kedua 

orang tuanya. 

Sumber:http://syadiashare.com/hikmah-berbakti-pada-ibu-bapak.html 

  

Kisah IV: 

Pada suatu hari Nabi Allah Sulaiman menerima wahyu dari Allah agar pergi ke tepi pantai guna 

menyaksikan suatu benda yang ajaib yang akan ditunjukkan kepada Nabi Sulaiman. Setelah 

segala sesuatunya siap, Nabi Sulaiman berangkat ke tepi pantai yang di nyatakan di dalam 

wahyu. Baginda diiringi oleh kaum jin, manusia dan binatang. 

Setibanya di pantai, Nabi Sulaiman terus mencari-cari sesuatu seperti yang dikatakan di dalam 

wahyu Allah. Setelah lama mencari, baginda belum juga menjumpai apa yang dicarinya. Kata 

salah seorang daripada mereka "Mungkin salah lokasi". Kemudian baginda menjawab "Tidak, di 

sinilah tempatnya". Nabi Sulaiman kemudian mengarahkan Jin Ifrit menyelam kedalam laut 

untuk melihat kalau-kalau ditemukan sesuatu yang ajaib. Jin Ifrit kemudian menyelam agak lama 

juga barulah ia muncul dari laut dan kembali kepada Nabi Sulaiman dan memberitahukan bahwa 

dia tidak menjumpai apa-apa, apalagi benda yang ajaib. Tanya Nabi Sulaiman "Apakah kamu 

menyelam sehingga dasar laut" Jawab Jin Ifrit "Tidak". Nabi Sulaiman pun mengarahkan Jin Ifrit 

yang kedua supaya menyelam sehingga ke dasar laut. Setelah puas menyelam dan mencari benda 

yang di katakan oleh Nabi Sulaiman, Jin Ifrit yang kedua juga tidak menjumpai apa-apa yang 

ajaib dan ia kemudian melaporkan nya kepada Nabi Sulaiman. 

Perdana Menterinya yang bernama Asif bin Barkhiya berbisik ke telinga Nabi Sulaiman dan 

memohon agar diizinkan untuk menolongnya. Setelah mendapat izin Nabi Sulaiman, dia 

kemudian membaca sesuatu dan setelah itu menyelam ke dalam laut. Tidak lama kemudian Asif 

menjumpai sebuah kubah yang sangat cantik. Kubah tersebut memiliki  empat penjuru, setiap 

penjuru memiliki  pintu. Pintu pertama diperbuat daripada mutiara, pintu kedua diperbuat 

daripada zamrud berwarna merah, pintu ketiga diperbuat daripada jauhar dan pintu keempat 

diperbuat daripada zabarjad. Pintu-pintu tersebut terbuka lebar, tetapi anehnya air tidak masuk 

kedalam kubah tersebut walaupun pintunya terbuka lebar-lebar. 

Dengan kuasa yang diberikah oleh Allah, Asif dapat membawa kubah tersebut naik ke darat dan 

diletakkan di hadapan Nabi Sulaiman. Nabi Sulaiman melihat kubah tersebut dengan penuh 

takjub atas kebesaran Allah itu. Baginda Sulaiman kemudian melihat kedalam kubah tersebut, 

setelah melihat ke dalam kubah, di dapatinya ada seorang pemuda berada di dalamnya. Pemuda 

tersebut masih belum sadar walaupun kubahnya telah diangkat ke darat kerana asyik bermunajah 

kepada Allah. Nabi Sulaiman memberi salam kepada pemuda tersebut. Pemuda tersebut 

menyambut salam dengan perasaan terkejut, dilihatnya orang pada ramai sedang berada disitu. 

Nabi Sulaiman memperkenalkan dirinya kepada pemuda itu bahwa beliau yaitu  Nabi Allah 

Sulaiman. Pemuda itu bertanya "Dari manakan mereka ini dan bagaimana mereka datang?". 

Pemuda itu merasa heran. Setelah melihat keluar dia mendapati bahwa kubahnya telah berada di 

darat. Nabi Sulaiman memberitahukan kepada pemuda terebut bahwa mereka datang karena 

diperintahkan oleh Allah untuk melihat keajaiban yang dikurniakan Allah kepadanya. 

Setelah mendapat izin dari pemuda itu Nabi Sulaiman lalu melihat ke dalam kubah untuk melihat 

lebih jauh tentang benda yang ajaib itu. Di dalamnya ternyata juga dihias dengan segala maca 

perhiasan yang indah-indah. Keindahan yang terdapat di dalam kubah itu sungguh menakjubkan. 

Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda tersebut bagaimana dia bisa berada di dalam kubah ini. 

padahal kubah tersebut terletak di dasar laut. Pemuda itu lalu bercerita bahwa dia telah 

berkhidmat guna merawat kedua ibu bapanya selama 70 tahun. Bapanya seorang yang lumpuh 

dan ibunya seorang yang buta. Suatu hari ketika ibunya hendak meninggal dunia, ibunya 

memanggilnya dan memberitahukannya bahwa ibunya telah rela diatas segala perawatan yang 

diberikan olehnya. Ibunya berdoa kepada Allah supaya anaknya dipanjangkan umur dan 

senantiasa taat kepada Allah. Setelah ibunya meninggal dunia, tidak lama kemudian bapanya 

pula meninggal dunia. Sebelum bapanya meninggal dunia, bapanya juga memanggilnya dan 

memberi tahukan bahwa dia juga merasa senang dan puas atas segala perhatian dan rawatan yang 

diberkan olehnya. Bapanya juga  berdoa sebelum meninggal dunia supaya anaknya di letakkan di 

suatu tempat yang tidak dapat diganggu oleh syaitan. 

Doa kedua dua orang tuanya lalu diijabah oleh Alllah. Pada sutau hari ketika pemuda tersebut 

berjalan-jalan di tepi pantai ia terlihat sebuah kubah terapung-apung di tepi pantai. Ketika 

pemuda tadi menghampiri kubah tersebut. Terdengar olehnya suara menyeru kepadanya supaya 

pemuda itu masuk ke dalam kubah tersebut. Kemudian ia masuk kubah dan melihat di dalamnya, 

dan tiba-tiba saja kubah itu bergerak dan tenggelam ke dasar laut. Tidak lama kemudian muncul 

satu makhluk seraya memperkenalkan dirinya bahwa dia yaitu  malaikat yang di utus Allah. 

Malaikat itu memberitahukan bahwa kubah itu yaitu  karunia dari Allah, karena ia berkhidmat 

kepada orang tuanya dan beliau boleh tinggal di dalam kubah selama dia suka, segala makan dan 

minum  dihidangkan pada saat-saat ia memerlukannya. Malaikat itu memberitahukan bahwa dia 

diperintahkah Allah untuk membawa kubah tersebut ke dasar laut. Sejak itu pemuda tersebut 

terus bermunajah kepada Allah hingga hari ini. Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda itu 

"Berapa lamakah kamu berada di dalam kubah ini" Pemuda itu menjawab "Saya tidak 

menghitungnya tetapi ia mula memasukinya semasa pemerintahan Nabi Allah Ibrahim a.s ". 

Nabi Sulaiman menghitung ". Ini berarti kamu telah berada didalam kubah ini selama dua ribu 

empat ratus tahun". Nabi Sulaiman berkata "Rupa mu tidak berubah malah senantiasa tetap muda 

walaupun sudah dua ribu empat ratus tahun lamanya". Nabi Sulaiman bertanya kepada pemuda 

itu apakah ia mau ikut pulang bersamanya". Jawab pemuda tadi "Nikmat apa lagi yang harus aku 

pinta selain daripada nikmat yang dikurniakan oleh Allah kepada ku ini". Nabi Sulaiman 

bertanya "Adakah kamu ingin pulang ke tempat asal mu" Jawab pemuda itu "Ya, silakan hantar 

aku ke tempat asalku". Nasi Sulaiman pun memerintahkan Perdana Menterinya membawa kubah 

tersebut ketempat asalnya. 

Setelah kubah tersebut diletakkan ketempat asal, Nabi Sulaiman berkata kepada kaumnya "Kamu 

semua telah melihat keajaiban yang dikurniakan oleh Allah. Lihatlah betapa besar balasan yang 

Allah berikan kepada orang yang taat kepada orang tuanya dan betapa siksanya orang yang 

mendurhaka kepada kedua ibu bapanya". Nabi Sulaiman pun berangkat pulang ketempatnya dan 

bersyukur kepada Allah Taala kerana telah memberi kesempatan kepadanya untuk menyaksikan 

perkara yang ajaib. 

Sumber:http://titaocta.multiply.com/journal/item/5 

  

Kisah V: 

  

Nabi Sulaiman yaitu  anak kepada Nabi Daud A.S. Sejak kecil lagi Nabi Sulaiman sudah pandai 

memberi pendapat yang adil dalam satu-satu hal. Setelah wafatnya Nabi Daud, Nabi Sulaiman 

membesarkan kerajaan di bawah pimpinannya. Pada suatu hari, Nabi Sulaiman mengadakan 

perjalanan bersama rombongannya yang terdiri daripada manusia dan jin. Tujuannya yaitu  

untuk melihat kebesaran Allah S.W.T. 

Perjalanan mereka pun tiba di tepi laut, tiba-tiba Nabi Sulaiman terpandang suatu benda yang 

menakjubkan di dalam laut. Dia memerintahkan pada jin Ifrit, ―Wahai Ifrit, cuba kamu lihat ke 

dalam laut, ada suatu benda yang menakjubkan aku, oleh itu kamu bawakan ia kemari‖. Jin Ifrit 

yang sememangnya gagah tak banyak bercakap kerana takut akan murka Nabi Sulaiman dan 

terus menyelam ke dasar laut, namun dia tidak berjumpa apa-apa.Kemudian Nabi Sulaiman 

menyuruh jin yang lain menyelam untuk mendapatkan benda terbabit, namun malangnya jin 

tersebut pun gagal berbuat demikian. Akhirnya Nabi Sulaiman pun berkata kepada Ashif bin 

Barkhiya, yakni orang yang mendapat ilmu terus dari Allah, ―Sekarang aku perintahkan 

kepadamu agar pergi ke laut dan dapatkan benda ajaib yang aku maksudkan‖. Ashif bin 

Barkhiya pun menyelam dan terlihat suatu benda yang menyerupai kubah yang diperbuat dari 

kapur putih. 

Dengan kekuatan yang luar biasa, Ashif bin Barkhiya membawa naik kubah ajaib tersebut dari 

dasar laut dan mempersembahkan kepada Nabi Sulaiman. Apabila Nabi Sulaiman melihat kubah 

itu dan berkata, ―Wah, alangkah indahnya benda ini, tapi mengapakah aku tidak dapat melihat isi 

kandungan dalam benda ini padahal Allah telah memberikan mukjizat yang mana penglihatanku 

dapat menembusi segala sesuatu‖. 

Nabi Sulaiman pun berdoa kepada Allah supaya dia dapat melihat isi di dalam kubah berkenaan 

dan Allah memperkenankan doanya. Sejurus selepas berdoa, maka terbukalah kubah tersebut dan 

Nabi Sulaiman melihat ada seorang pemuda yang sedang sujud dan bertasbih memuji Allah. 

Nabi Sulaiman lalu berkata, ―Maha suci Allah lagi Maha Besar‖. Mendengar seruan Nabi 

Sulaiman, maka pemuda itu pun bangun dari sujud lalu memberi salam. 

Nabi Sulaiman menjawab salam dan memulakan pertanyaan, ―Siapakah kamu wahai pemuda! 

Adakah kamu malaikat, jin atau pu manusia?‖ Jawab pemuda itu, ―Aku hanyalah seorang 

manusia biasa‖. Nabi Sulaiman bertanya lagi, ―Apakah yang membuat kamu memperolehi 

kemuliaan sedemikian rupa? Apakah amal yang pernah engkau kamu lakukan sehingga Allah 

menurunkan rahmat dan berkah yang tidak ternilai ini kepada kamu?‖ Pemuda itu berkata, ―Saya 

berbakti kepada kedua ayah dan ibuku‖. 

Nabi Sulaiman bertanya lagi, ―Bagaimanakah kamu berbakti kepada orang tuamu?‖ Jawab 

pemuda itu, ―Saya memelihara mereka berdua sehingga mereka lanjut usia. Kedua ayah dan 

ibuku yaitu  orang yang soleh, mereka sangat takut dan taat kepada Allah. Sejak saya kecil 

hingga dewasa, mereka memelihara saya dengan baik sekali, mereka juga selalu mendoakan saya 

agar saya menjadi seorang yang soleh. Bapa saya meninggal dunia dalam usia lanjut dalam 

pemeliharaan saya dan yang tinggal hanya ibu saya yang sudah tua, lemah dan sakit serta 

matanya buta dan kakinya lumpuh‖. 

Sambung pemuda itu lagi, ―Saya satu-satunya orang yang merawat dan menguruskan 

keperluannya. Saya selalu mengangkatnya untuk mandi dan saya memandikannya. Segala urusan 

makan dan minum saya uruskan dan sayalah yang menyuap makanan padanya. Ibu saya selalu 

mendoakan supaya saya dikurniakan ketenangan dan kepuasan dalam hidup serta memberikan 

saya setelah wafatnya sebuah tempat yang bukan di dunia atau pun di langit. Setelah ibu saya 

wafat, saya berjalan-jalan di tepi laut dan saya lihat ada suatu kubah dari mutiara. Saya 

mendekati kubat tersebut dan pintu kubah terbuka. Apabila saya masuk ke dalam, pintu kubah ini 

tertutup, maka tidaklah saya ketahui sama ada saya berada di bumi atau langit‖. 

Nabi Sulaiman bertanya, ―Kamu hidup di zaman mana?‖ Pemuda itu menjawab, ―Saya hidup di 

zaman Nabi Ibrahim A.S‖. Nabi Sulaiman mengirakan umur pemuda tersebut dan dalam 

kiraannya umur pemuda itu telah mencapai 14,000 tahun, tetapi tiada satu uban pun pada 

rambutnya. Nabi Sulaiman lalu bertanya, ―Apakah tuan merasakan nikmat Allah? Bagaimana 

Allah memberikan rezeki padamu dalam kubah ini?‖ Pemuda itu berkata, ―Setelah saya berada di 

dalam kubah ini, maka tahulah saya bahawa Allah telah menciptakan syurga khusus buat saya‖. 

Nabi Sulaiman teringin sangat melihat syurga yang pemuda itu katakan. Kemudian pemuda itu 

pun berdoa kepada Allah lalu susana di dalam kubah yang gelap tiba-tiba bertukar menjadi 

terang-benderang. Terkejut Nabi Sulaiman sambil berkata, ―Maha suci Allah seru sekian alam‖. 

Satu pemandangan yang tak ada di dunia ini terpampang di hadapan Nabi Sulaiman dan 

rombongannya di mana terdapat pokok-pokok, kebun yang indah, kolam air susu dan madu serta 

suara-suara yang merdu di dalamnya. 

Pemuda itu berkata, ―Jika saya lapar, saya makan bermacam-macam buah-buahan yang pelbagai 

macam cita rasa, semua makanan yang saya ingin akan tersedia dan kalau saya haus, akan 

tersedia pula bermacam-macam jenis minuman yang paling lazat‖. Nabi Sulaiman bertanya lagi, 

―bagaimana kamu dapat mengetahui siang atau malam?‖ Jawab pemuda itu, ―Apabila terbit fajar 

maka kubah ini akan menjadi putih dan apabila matahi terbenam kubah ini akan menjadi gelap‖. 

Kata pemuda itu lagi, ―Cukuplah, sebab saat ini saya harus menghadap kembali pada Allah untuk 

solat dan zikir, bertasbih dan mengsucikan serta memuji kebesaranNya‖. 

Nabi Sulaiman dan rombongannya segera keluar dari kubah tersebut  dan pemuda itu berdoa 

kepada Allah, lalu tertutuplah kembali kubah itu. Nabi Sulaiman termenung sejenak memikirkan 

peristiwa yang dilihatnya sebentar tadi dan mengarahkan Ashif bin Barkhiya untuk membawa 

kubah tersebut kembali ke dalam laut di tempat asalnya. 

  

Setelah itu Nabi Sulaiman berkata kepada rombongannya, ―Untuk pertama kali aku menjumpai 

tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah, aku bersyukur kepada Allah dan semoga bertambah 

iman dalam sanubariku. Maha suci Allah dan segala puji bagi Allah dan aku bersaksi bahawa 

tiada tuhan melainkan Allah, Allah Maha Besar dan tiada daya dan kekuatan apa pun di dunia ini 

melainkan dengan kehendak Allah S.W.T‖. 

Isra Mi'raj (bukan untuk mnjemput perintah sholat) 

Oleh Munawir Gadzali di Islamic UFO (Berkas) · Sunting Dokumen 

Di dunia masa kini, ada dua macam kendaraan yang pada umumnya dipakai manusia dalam 

sejarah hidupnya, yaitu yang memakai tenaga tolak untuk maju contohnya hewan, mobil, kapal 

laut atau kapal udara. 

Yang lainnya memakai gaya centrifugal (melanting [dari titik tolak] ) seperti pesawat UFO yang 

populer disebut ―piring terbang‖. Kedua macam kendaraan ini oleh Al-Quran surat An-Nahl ayat 

8 disebutkan sebagai benda terapung dan ternak. Yang dimaksud dengan ternak yaitu kuda, unta, 

keledai, dls. Dan benda terapung maksudnya yaitu segala macam kendaraan yang diwujudkan 

oleh teknologi manusia termasuk di dalamnya ―piring terbang‖. 

Khusus mengenai ―piring terbang‖, oleh surat An-Nahl ayat 8 yaitu  kendaraan yang tidak 

diketahui manusia dalam waktu ribuan tahun dan oleh surat Az-Zukhruf ayat 12 menyebutkan 

bahwa Allah SWT menciptakan semua yang berpasangan-pasangan. Maksudnya, ada bagian 

positif dan bagian negatif dari ―piring terbang‖ itu (positif dan negatif=pasangan). Karena surat 

Az-Zukhruf ayat 12 ini membicarakan tentang alat transportasi maka tentunya istilah 

―berpasangan-pasangan‖ itu yaitu  kendaraan. Dan kendaraan itu tak lain mungkin yaitu  

―piring terbang‖ yang memiliki bagian positif dan bagian negatifnya. 

  

1. berdasar  Ayat 33/40, ternyata Muhammad ditentukan ALLAH sebagai Nabi terakhir, 

penutup para Nabi. Jika benar beliau menemui Nabi Musa di langit begitupun Nabi lainnya, 

maka kelirulah Ayat 33/40 tadi padahal berulang kali dinyatakan dalam Alquran bahwa Ayat-

ayat Suci itu tidak pernah mengandung keraguan, kekeliruan, dan pertantangan. Pengalaman dan 

pemikiran membuktikan bahwa Ayat 33/40 yaitu  benar, tiada Nabi lain sewaktu Muhammad 

hidup dan pada waktu sesudahnya. Beliau tidak pernah bertemu dengan seorang Nabi manapun 

di dunia ini. Sebab itu jelaslah bahwa keterangan tadi palsu, salah, atau dongeng yang 

dipalsukan. 

  

2. Keterangan itu menyatakan Muhammad bertemu dengan Nabi Musa dan beberapa Nabi 

lain yang dulunya bertugas di Bumi dan telah mati sekira ratusan atau ribuan tahun sebelumnya. 

Ini berarti bahwa para Nabi tersebut hidup kembali lalu berjumpa dengan Muhammad. 

Keterangan ini pun berlawanan dengan pengalaman dan pemikiran wajar, apalagi dengan 

ketentuan ALLAH pada beberapa Ayat Suci seperti misalnya Ayat 40/11, bahwa manusia 

hanyalah hidup dua kali dan mati dua kali. Mati pertama ialah sebelum manusia dilahirkan 

ibunya, mati kedua yaitu kematian yang setiap diri harus mengalaminya di dunia kini. Sementara 

itu hidup pertama ialah hidup di dunia kini, dan hidup kedua yaitu kebangkitan semua diri di 

Akhirat nanti. Itulah dua kali mati dan dua kali hidup yang pasti terlaksana, maka tiada hidup dan 

tiada mati selain dari itu. Karena itu teranglah keterangan tadi suatu kepalsuan yang sengaja 

diada-adakan. 

  

3. Dikatakan Muhammad bertemu dengan Nabi Musa di langit begitupun dengan beberapa 

Nabi lain. Istilah langit sudah lama menjadi sebutan, tetapi dalam Alquran dipakai dengan istilah 

"samawaat." Menurut Ayat 65/12, ternyata samawaat itu planet-planet yang wujud dan 

keadaannya sama dengan Bumi. Memang ada tujuh planet mengorbit di atas Bumi mengelilingi 

Surya, planet-planet itu ialah Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus, Pluto, dan Muntaha. 

Menurut pemikiran wajar, tidak mungkin para Nabi tersebut akan dijumpai Muhammad di planet 

lain karena Musa misalnya sudah lama meninggal dunia dan berkubur di Bumi. Kalau akan 

ditemui juga, tentulah yang mungkin ditemui yaitu  tulang belulangnya di Bumi, bukan di planet 

lain apalagi dalam keadaan hidup segar. Keadaan inipun membuktikan bahwa keterangan tadi 

hanyalah isapan jempol dengan maksud tertentu. 

  

4. Dikatakan bahwa Nabi Musa telah mengusulkan kepada Muhammad agar naik kembali 

menemui ALLAH untuk memohon perintah Shalat dikurangi dari 50 kali menjadi 5 kali sehari. 

Dalam hal ini timbul pertanyaan, apakah Nabi Musa lebih cerdas daripada Muhammad? Apakah 

dengan itu orang-orang Yahudi bermaksud meninggikan Nabi pembawa Taurat daripada Nabi 

pembawa Alquran? 

Sebaiknya orang-orang Islam mempertimbangkan masak-masak sebelum membenarkan dongeng 

tak teranalisakan itu. 

  

5. Dikatakan Muhammad naik kembali menemui ALLAH untuk memohon agar perintah 

Shalat 50 kali sehari dikurangi dan dikurangi hingga menjadi 5 kali sehari, yaitu sepuluh persen 

dari jumlah yang ditetapkan bermula. 

Semisalnya seorang pedagang menyatakan harga barangnya 50 rupiah kemudian sesudah tawar-

menawar, barang itu dijualnya 5 rupiah, maka pada otak si pembeli akan timbul suatu anggapan 

bahwa pedagang itu sangat kejam atau kurang waras. Sebaliknya pedagang waras yang 

menghadapi penawar barangnya sepuluh persen dari harga yang ditetapkannya, tentu tidak akan 

meladeni penawar itu karena dianggapnya kurang waras. 

Dalam pada itu Ayat 6/115, 10/64, menyatakan tiada perubahan bagi Kalimat 

ALLAH, dan Ayat 33/62, 35/43, menyatakan tiada perubahan bagi Ketentuan ALLAH dan Ayat 

30/30 menyatakan tiada perubahan bagi Ciptaan ALLAH. Jika masih berlaku tawar-menawar 

antara Muhammad dan ALLAH mengenai jumlah Shalat setiap hari, tentulah pernyataan 

ALLAH pada beberapa Ayat Suci tersebut tidak benar. Namun menurut pemikiran wajar, 

tidaklah mungkin berlaku tawar-menawar antara Khaliq dan makhIuk-NYA. 

  

6. Dikatakan bahwa sewaktu Mi'raj, Nabi menjemput atau menerima perintah Shalat dari 

ALLAH, kemudian sesudah berjumpa dengan Musa, beliau naik kembali berulang kali menemui 

ALLAH untuk memohon keringanan. Hal ini menyimpulkan bahwa ALLAH tidak ada di Bumi 

atau di langit tempat Nabi Musa itu berada. Sungguh keadaan demikian sangat bertantangan 

dengan Firman ALLAH yang banyak tercantum dalam Alquran, terutama Ayat 50/16, dan 7/3, di 

mana dinyatakan bahwa ALLAH ada di mana saja bersama setiap diri, malah DIA lebih dekat 

kepada seseorang daripada urat leher orang itu sendiri. Sebab itu, nyata sekali keterangan tadi 

batal atau sengaja dimasukkan ke dalam masyarakat Islam oleh penganut agama lain. 

  

7. Dalam Alquran dinyatakan bahwa para Nabi serta pengikutnya sudah melakukan Shalat 

sebagaimana mestinya sebelum Muhammad lahir di Makkah, begitupun Nabi ini sendiri sebelum 

dimi'rajkan selama 11 tahun masa kenabiannya. Hal ini telah dibicarakan. Bahkan Muhammad 

diperintah ALLAH untuk melaksanakan ajaran Ibrahim b