i kemudian menempatkan Dracula di ben-
teng Sibiu, yang terletak di barat daya Transylvania. Tugas
utama Dracula yaitu menjaga perbatasan dari kemungkinan
serangan Vladislav II. saat berada di benteng ini Dracula
mendengar bahwa Konstantinopel telah jatuh ke tangan pa-
sukan Turki Ottoman. Peristiwa ini tentu membuat panik
kerajaan-kerajaan Katolik sebab ibu kota kekaisaran mereka,
Bizantium, telah diduduki pasukan Turki. Sebuah kekalahan
telak dalam Perang Salib. (Tentang jatuhnya Konstantinopel
baca box: saat Purnama Telah Berlalu)
saat Purnama
Telah Berlalu
Penakluk Konstantinopel yaitu Kerajaan Turki
Ottoman. Kerajaan ini didirikan oleh keluarga Bani Os-
mani, sebuah keluarga yang merupakan sebagian kecil dari
suku-suku bangsa Turki yang masuk ke Asia Kecil semenjak
abad ke sebelas. sesudah Persia mulai redup, orang-orang
yang dikenal sebagai Turki Seljuk ini menjadi ancaman bagi
Bizantium. Seperti halnya Kekaisaran Bizantium, Kerajaan
Turki Seljuk (yang lebih dikenal dengan Turki Ottoman)
juga merasa sebagai pewaris Kekaisaran Romawi. Oleh
sebab itu, dalam sistem pemerintahannya mereka meng-
gabungkan sistem Islam dan Romawi.
Lambang Kerajaan Turki Ottoman yaitu bulan sabit.
Lambang ini digunakan untuk menggambarkan
posisi tiga benua yang berada dalam kekuasaan Kerajaan
Turki Ottoman. Ujung paling atas untuk menunjukkan
Benua Asia yang ada di timur, ujung bawah untuk me-
wakili Benua Afrika, dan di tengah yaitu Benua Eropa.
Sedangkan lambang bintang menunjukkan posisi ibu kota
yang kemudian diberi nama Istambul yang bermakna: Kota
Islam.
Gambar 5: Lambang Kerajaan Turki Ottoman
Sejak Sultan Murad I, Kerajaan Turki Ottoman mem-
bangun militer yang canggih. Kalau pasukan Salib mempun-
yai Orde Naga maka Kerajaan Turki Ottoman mempunyai
Yanisari. Sepertihalnya Orde Naga, Yanisari merupakan
pasukan khusus yang akan berada di garis depan medan
pertempuran. Dengan pasukan yang rapi dan kuat Kerajaan
Turki Ottoman berhasil menguasai daerah di sekitar Bizan-
tium. Kondisi ini jelas merupakan ancaman bagi Kekaisaran
Bizantium. Maka kaisar Bizantium, Constantine, meminta
bantuan ke Roma. Namun sebab adanya konflik antara
gereja Katolik Roma dengan gereja Katolik Orthodoks di
Bizantium, Constantine tidak mendapatkan bantuan.
Hingga masa Sultan Murad II, Kerajaan Turki Ottoman
tidak bisa mengalahkan Bizantium. Serangan demi serangan
yang mereka lakukan tidak pernah bisa menembus dinding
benteng Konstantinopel yang terdiri dari dua lapis setinggi
10 meter. Namun sejarah terus bergerak. Dengan kegigihan
akhirnya pasukan Turki Ottoman bisa menembus benteng
Konstantinopel. sesudah menunggu selama 800 tahun, Kera-
jaan Turki Ottoman bisa merebut Konstantinopel pada
tahun 1453 M. Peristiwa ini terjadi saat Kerajaan Turki
Ottoman berada di bawah Sultan Muhammad II (Mehmed
II).
Sebagaimana Saladin, Sultan Mehmed II juga memulai
pertempuran untuk menaklukkan Konstantinopel pada
hari Jum’at, 6 April 1453 M. Dia bersama syaikh Syamsu-
din, gurunya, dan dua orang kepercayaannya, Halik Pasha
dan Zaghanos Pasha, mengepung Konstantinopel dari se-
gala penjuru. Pasukan Turki Ottoman berjumlah 150.000
dilengkapi dengan persenjataan modern waktu itu, yaitu
meriam buatan Urban.
Sebelum memulai penyerangan Sultan Mehmed II
terlebih dahulu mengirim surat pada kaisar Bizantium,
Costantine Paleologus, agar masuk Islam. Constantine tidak
mau memenuhi tuntutan Sultan Mehmed II. Dia memilih
mempertahankan Konstantinopel dengan bantuan kardinal
Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani.
Serangan pertama Sultan Mehmed II mengalami halan-
gan. Kota Konstantinopel yang dipagari dengan benteng
setinggi 10 meter dan dikelilingi parit selebar 7 meter,
menyebabkan gerakan pasukan Turki Ottoman tertahan.
Sementara di selatan Laut Marmara pasukan Turki harus
menghadapi kapal-kapal perang Genoa yang dipimpin
oleh Giustiniani.
Selama berminggu-minggu benteng Konstantinopel
dibombardir dengan meriam, tapi tidak juga runtuh. Setiap
ada bagian benteng yang bobol dengan cepat pasukan Bi-
zantium bisa menambalnya. saat usaha untuk membobol
benteng gagal maka ditempuh cara lain, yaitu menggali
terowongan. Pasukan Turki Ottoman siang dan malam
menggali terowongan untuk menembus tembok benteng.
Namun usaha ini juga gagal.
Memang ada anggapan dari penduduk Konstantinopel
bahwa kota mereka tak akan jatuh pada saat bulan purnama.
Dan, kebetulan serangan yang dilakukan Sultan Mehmed II
pada malam bulan purnama. Akhirnya Sultan Mehmed II
menghentikan serangannya dan menunggu bulan purnama
berlalu. Alasan penundaan ini sebetulnya lebih pada
meruntuhkan mental prajurit dan penduduk Konstantino-
pel.
Sambil menunggu bulan purnama berlalu, Sultan
Mehmed II memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk
menuju selat Golden Horn. Dia tidak menempuh jalur laut
sebab lautan di sekitar Konstantinopel sudah ditebari den-
gan rantai penghalang yang menyebabkan kapal-kapal teng-
gelam. Dengan menggunakan kayu gelondongan sebagai
roda dan lemak hewan sebagai pelumasnya, dalam waktu
semalam 70 kapal perang Turki Ottoman bisa dipindahkan.
Pada tanggal 29 Mei, sesudah sehari beristirahat, pasukan
Sultan Mehmed II kembali melakukan penyerangan total.
Kali ini pasukan terdiri dari tiga lapis; lapis pertama prajurit
non reguler, lapis kedua Anatolian Army dan lapis ketiga
Yanisari. Serangan ini begitu hebat sehingga Giustiniani
menyarankan pada Constantine untuk mundur atau me-
nyerah. Namun Constantine tidak mau menyerah. Dia
memilih bergabung dengan pasukan tempurnya hingga tak
pernah ditemukan jasadnya.
Konstantinopel akhirnya jatuh ke dalam penguasaan
pasukan Turki Ottoman. sesudah jatuhnya kota ini
Sultan Mehmed II meminta semua penduduk berkumpul
di Hagia Sophia. Dalam kesempatan ini sang Sultan mem-
berikan jaminan pada semua penduduk, baik yang beragama
Islam, Kristen dan Yahudi.
Jatuhnya Konstantinopel merupakan pukulan hebat
bagi pasukan Salib.
Guna membakar amarah orang-orang Katolik maka para
raja Katolik dan pimpinan gereja menyebarkan desas-desus
tentang tindakan tidak manusiawi pasukan Turki. Mereka
mengarang cerita bahwa pasukan Turki membantai orang-
orang Katolik di dinding kota Konstantinopel sambil berpesta
pora. Mereka juga mengabarkan desas-desus bahwa ribuan
gereja telah dibakar dan sebagian diubah menjadi masjid, dan
salib-salib dilemparkan kejalanan untuk dijadikan kayu bakar.
Mendengar cerita-cerita yang penuh provokasi ini
pasukan Salib kembali bangkit. Kerajaan Honggaria me-
mimpin kekuatan Salib memukul mundur pasukan Turki
dari Konstantinopel. Sebagai panglima perang raja Honggaria
menunjuk Janos Hunyadi. Genderang perangpun segera ter-
dengar di segala penjuru.
Saat itu benteng terdepan pasukan Turki terletak di Bel-
grade, daerah perbatasan Serbia dan Honggaria. Untuk meny-
erang pos terdepan ini, Dracula mengusulkan agar melakukan
dua serangan sekaligus. Yaitu, satu rombongan pasukan
menyerang Belgrade dan rombongan yang lain menyerang
Wallachia. Usul Dracula diterima dan taktik ini membawa
kemenangan bagi pasukan Salib.
Pasukan Janos Hunyadi akhirnya berhasil merebut ben-
teng di Belgadre. Sementara itu, Dracula berhasil menusuk
masuk ke Wallachia. Di ceritakan bahwa pertempuran di Wal-
lachia merupakan pertempuran paling berdarah dalam sejarah
Honggaria. Dalam pertempuran ini Dracula berhadapan
satu lawan satu dengan Vladislav II, sedangkan pasukan mer-
eka mengerubungi memberikan semangat. sesudah beberapa
saat bertarung akhirnya Dracula berhasil memenggal kepala
musuhnya. Melihat kejadian ini prajurit Vladislav II
langsung menjatuhkan senjata sebagai tanda menyerah. Sejak
saat itu untuk kedua kalinya Dracula menduduki singgasana
Wallachia.
Masa Pemerintahan Dracula
(1456-1462 M)
Pada masa pemerintahan ini Dracula telah membantai
300.000 umat Islam. Tentang bagaimana pembantaian itu
baca Bab IV
Reformasi Ala Dracula
MASA pemerintahan Dracula merupakan masa-masa teror
yang sungguh mengerikan. Naluri kekejaman Dracula benar-
benar tersalurkan saat dia sudah menjadi penguasa Walla-
chia. Kurang setahun dari kekuasaannya dia telah membunuh
ribuan orang. Para tuan tanah dan sanak kerabat Dan II di-
bunuh dengan cara yang belum ada sebelumnya, yaitu disula.
Para korban ditusuk dari bagian dubur dengan tiang pancang
sebesar lengan tangan orang dewasa. sesudah tiang pancang
masuk kemudian sula ini dipancangkan sehingga tubuh
korban akan turun sedikit demi sedikit hingga tembus sampai
kepala, mulut atau bagian tubuh yang lain.
Sebagian besar korban kekejaman Dracula yaitu para
pangeran dan tuan tanah berserta keluarganya. Saat itu kekua-
saan tuan tanah memang besar, merekalah yang menentukan
siapa pangeran yang berhak menduduki tahta. Bisa dikatakan
bahwa penguasa Wallachia hanya boneka para tuan tanah
(bayor). Para tuan tanah pula yang mengontrol perdagangan.
Namun, sesudah Dracula berkuasa kekuasaan mereka dilucuti
dan tanah-tanah mereka dibagikan pada para petani yang setia
kepadanya.
Keputusan Dracula ini tentu saja menimbulkan protes dari
para tuan tanah. Mereka mengorganisir protes-protes massal
di penjuru kota. Terhadap protes para tuan tanah ini ,
Dracula mengundang mereka untuk perjamuan makan malam
di istananya. Dalam kesempatan ini Dracula memberikan
kesempatan kepada para tuan tanah untuk berbicara. sesudah
semuanya selesai bicara, Dracula mempersilakan mereka
pulang dengan dikawal prajurit. Dan, sesampainya di luar
dinding istana mereka dibantai semuanya.
Berita tentang pembantaian ini esok harinya segera
tersebar ke seluruh penjuru Wallachia. Para tuan tanah yang
selamat sebab tidak ikut dalam pertemuan itu segera melari-
kan diri ke wilayah lain. Sementara yang tetap tinggal di Wal-
lachia memilih untuk diam dan tidak mengajukan protes lagi.
Sejak terjadinya pembantain itu untuk beberapa waktu
Wallachia bisa stabil. Tidak ada yang berani melawan sebab
mereka sangat ngeri pada hukuman Dracula yang sangat ke-
jam. Tidak hanya tuan tanah yang tidak berani berulah, tapi
juga perampok. Sebelumnya wilayah Wallachia merupakan
surga bagi para perampok. Tapi sejak Dracula naik tahta para
perampok tidak berani melakukan aksinya lagi di wilayah
Wallachia sebab takut akan hukuman yang akan didapatkan
bila tertangkap.
Bisa dikatakan reformasi ala Dracula yaitu reformasi
paling berdarah dalam sejarah abad pertengahan. Guna men-
jamin agar program reformasinya berhasil dia tidak segan
membungkam lawan-lawan politiknya. Baginya membunuh
manusia sama dengan membunuh burung atau tikus seperti
yang pernah dia lakukan saat menjadi tawanan Turki. Dia
benar-benar seorang machiavelis sejati dalam sejarah umat
manusia.
Sejarah memang pernah mencatat nama Caligula, salah
seorang Kaisar Romawi, yang dengan darah dingin membunuh
saingan politik. Tapi dia tidak pernah diberitakan melakukan
pembunuhan secara massal terhadap anak-anak dan kaum
perempuan. Hanya Dracula-lah yang mampu melakukan
semua itu.
Kisah Benteng Poenari
Masa-masa stabil dipergunakan dengan sebaik-baiknya
oleh Dracula untuk membangun kubu pertahanan. Dia
menyadari bahwa sebagai pengkhianat Kerajaan Turki
Ottoman, bisa sewaktu-waktu ia mendapatkan serangan. Guna
menghadapi kemungkinan ini maka dia mempunyai
rencana untuk membangun benteng. Namun, ada kendala
yang harus dia hadapi. Peperangan yang terjadi terus-menerus
ditambah konflik bersaudara menyebabkan perdagangan Wal-
lachia merosot sehingga kas yang masuk ke kerajaan sangat
sedikit. Kondisi inilah yang memaksa Dracula harus berpikir
keras. sesudah berpikir agak lama akhirnya dia menemukan
jalan keluar, dan rencana ini akan dilaksanakan pada
hari Paskah.
Hari Paskah pun tiba. Dracula mengundang para pangeran
dan tuan tanah lengkap dengan keluarganya. Tidak ada yang
curiga dengan undangan ini sebab perjamuan akan dilakukan
di gereja. Mereka dengan suka cita pergi dari rumah bersama
istri dan anak dengan pakaian terbaik. Bagi mereka hari Pas-
kah merupakan hari yang suci, hari kebangkitan Sang Juru
Selamat, yang harus disambut dengan riang gembira.
Sesampai di halaman gereja mereka mendapatkan makan-
an dan minuman telah tersaji di atas meja. Anak-anak kecil
pun bersuka cita, berlarian mengitari meja. sesudah semuanya
berkumpul, Dracula mempersilakan mereka makan sepuas-
puasnya. Semuanya berpesta. Makanan dan minuman seolah-
olah tidak pernah habis; piring yang kosong segera terisi,
begitu pula dengan gelas-gelas yang ada. Sampai akhirnya
tragedi itu tiba.
sesudah semuanya selesai makan dan bersantai-santai, tiba-
tiba terdengar teriakan Dracula yang memerintahkan semua
orang yang ada di tempat itu ditangkap. Semuanya terperanjat
tak bisa begerak. Tawa kebahagiaan berubah menjadi lolong
kematian. Anak-anak kecil menangis dalam dekapan ibunya
yang pucat pasi. Tak ada yang bisa melawan.
Dracula dengan tenang maju ke depan. Dia memberikan
pengumuman bahwa mereka semua akan dijadikan budak
untuk membangun benteng bagi kepentingan Wallachia. Tak
peduli tua atau muda, lelaki-perempuan, dan anak-anak harus
bekerja untuk kepentingan kerajaan. Dia juga mengumum-
kan bahwa para tuan tanah dan para pangeran yang terbukti
terlibat persekongkolan membunuh ayah dan kakaknya akan
segera di hukum mati.
sesudah kata-kata Dracula usai, prajurit menggiring para
tawanan ke lembah didekat Sungai Arges, tempat reruntuhan
benteng lama. Sementara itu, para pangeran dan tuan tanah
yang bersekongkol dalam penggulingan kekuasaan keluarga
Dracula segera dihukum mati dengan disula. Inilah cara khas
kekejaman Dracula, memberikan korbannya hidangan sepuas-
nya untuk menjemput kematian.
Hari kebangkitan Yesus Sang Juru Selamat berubah men-
jadi hari berdarah di Wallachia. Dengan senyum kemenangan
Dracula melangkah menuju istananya. Dia sangat puas sebab
rencananya untuk membangun benteng akan segera terwujud
tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak. Inilah rupa-
rupanya yang dipikirkan Dracula beberapa hari sebelum
hari Paskah tiba, menjadikan para pangeran dan tuan tanah
sebagai budak.
Siang dan malam para budak harus bekerja keras mem-
bangun benteng. Mereka mengumpulkan material dari rerun-
tuhan benteng lama dengan kaki terikat rantai. Lambat laun
pakaian mereka yang awalnya sangat indah berubah menjadi
compang-camping, dan bahkan banyak yang hanya menutupi
bagian kemaluan.
Sejarawan Yunani, Chalcondyles, memberikan penjelasan
yang lebih detail tentang pembangunan benteng ini . Dia
mengatakan para budak dipaksa mengangkut batu-batu besar
yang diambil dari tebing yang curam tanpa menggunakan alat
yang memadai. Mereka juga dipaksa menggali parit di sekitar
bentang tanpa diberikan makanan yang cukup sehingga ban-
yak yang mati sebab kelaparan dan demam. Chalcondyles
memperkirakan jumlah semua tahanan sekitar 300 kepala kelu-
arga. Bila mereka dibariskan maka panjangnya akan menjulur
dari gerbang benteng sampai kampung terdekat.
Gambar 6: Reruntuhan Benteng Peonari
Seringkali benteng Poenari disamakan dengan istana di
Tirgoviste. Anggapan ini salah. Benteng ini letaknya tigapuluh
kilometer di sebelah utara istana di Tirgoviste. Benteng Poe-
nari pertama kali dibangun oleh Mircea pada tahun 1300-an
di atas sebuah bukit yang curam. Dinding-dindingnya terbuat
dari batu alam yang kokoh dengan bagian dalam terdiri dari
barak, penjara bawah tanah, alun-alun dan terowongan rahasia.
Pada setiap sisi benteng terdapat menara yang berfungsi sebagai
menara pengawas dan tempat meletakkan senjata. Di antara
menara-menara ini salah satunya yaitu kamar pribadi
Dracula. Di luar benteng terdapat parit dengan jembatan
gantung yang bisa dinaik turunkan sewaktu-waktu.
Sebagaimana dikatakan Josehp dan Frances Gies dalam
bukunya, benteng yang dibuat Dracula mempunyai fungsi mi-
liter, politik, sosial, ekonomi dan budaya. Dia dan keluarganya
akan tinggal di tempat ini untuk mengendalikan pemerintahan
dan sekaligus melindungi diri dari pemberontakan musuh-
musuh politiknya. Oleh sebab nya benteng ini sangat dijaga
ketat oleh pengawal-pengawal pilihan.
Selain membangan benteng guna memperkuat kekuasaan-
nya Dracula juga memperbaharui birokrasi gereja. Dia sadar
bahwa sebuah kekuasaan tidak akan kuat tanpa mendapat du-
kungan dari gereja, apalagi sesudah dia meninggalkan Islam dan
berkhianat terhadap Kerajaan Turki Ottoman. Langkah yang
diambil Dracula dalam mereformasi gereja yaitu mengganti
kepala biara dan biarawan dari negeri asing dengan biarawan
yang berasal dari Wallachia. Dengan langkahnya ini dia hendak
memastikan bahwa gereja benar-benar mendukungnya. Selain
langkah ini, Dracula berusaha mendapatkan dukungan gereja
dengan cara memberikan sumbangan yang besar pada gereja-
gereja yang ada di wilayahnya. Salah satu gereja yang paling
besar mendapatkan sumbangan Dracula yaitu gereja yang ada
di tengah Danau Snagov yang sampai saat ini masih berdiri.
Kisah Sungai Permaisuri
Tingkah laku Dracula yang semakin tak terkendali mem-
buat Kerajaan Turki Ottoman memburunya. Sebagai panglima
perang dalam pemburuan ini ditunjuk adik Dracula send-
iri, Randu. Dia merupakan salah satu anggota dari kesatuan
Yanisari. Kesatuan ini dibentuk oleh Sultan Mehmed II untuk
menahan gempuran pasukan Salib dan sekaligus menandingi
Orde Naga. sebab sering melakukan operasi militer secara
rahasia maka anggota kesatuan Yanisari yaitu orang-orang
pilihan yang sebagian besar masih kerabat sultan.
Pada tahun 1462 M, Randu dan pasukannya mengepung
benteng Poenari. Mereka membangun tenda tak jauh dari ben-
teng ini dengan harapan bisa dengan mudah menggempur
Dracula. Pada saat itu posisi Dracula telah terdesak. Hanya
ada dua pilihan bagi Dracula: menyerah atau kabur.
Malam hari sebelum penyerangan, salah satu prajurit
Randu mengirimkan pesan rahasia lewat anak panah. Pada
anak panah ini ada surat yang berisi peringatan agar
Dracula segera melarikan diri sebab esok harinya Randu
akan melakukan serangan besar-besaran. Menurut Mcnally dan
Florescu, pemanah ini yaitu bekas pembantu Dracula
yang ditangkap orang Turki yang kemudian masuk Islam agar
tidak dijadikan budak.
Surat rahasia ini secara kebetulan ditemukan oleh
istri Dracula. Usai membaca surat itu istri Dracula mendatangi
suaminya agar segera kabur. Akan namun , Dracula tidak mau
mengikuti saran surat ini dan memilih tetap bertahan
di istana. Mendegar keputusan itu istri Dracula kembali ke
kamarnya yang berada di salah satu menara. Sampai di kamar
dia berkata pada dirinya sendiri, “Lebih baik aku membusuk
di makan ikan-ikan Sungai Arges daripada ditangkap oleh
orang Turki.”
sesudah kata-katanya selesai istri Dracula melompat dari
kamarnya dan jatuh di anak Sungai Arges. Sekarang tempat
mayat istri Dracula diketemukan diberi nama Sungai Per-
maisuri (Râul Doamnei/the Lady’s River). Sampai saat ini
masyarakat di pedesaan Rumania memercayai bahwa air yang
mengalir dari anak Sungai Arges ini berasal dari air mata
istri Dracula.
Pada saat istrinya melompat dari kamar tidurnya ternyata
Dracula telah kabur melalui lorong rahasia. Esok harinya
saat pasukan Randu melakukan penyerangan dan berhasil
menguasai benteng Poenari, Dracula sudah tidak ada lagi.
Kisah Saudagar
Sebagaimana para tiran lainnya, Dracula sengaja membuat
aturan hukum yang sangat kejam untuk melindungi kekua-
saannya. Alasannya memang untuk melindungi kerajaan dari
tindak kejahatan, tapi sebenarnya hukum-hukum ini
akan digunakan oleh Dracula untuk membungkam lawan-
lawan politik, misalnya dengan mengatakan mereka penjahat,
orang yang tidak jujur atau pengkhianat.
Penerapan hukum sebagai kedok Dracula untuk mem-
bungkam musuh-musuhnya bisa dilihat dari kisah seorang
saudagar dan hartanya. Saudagar ini mempunyai banyak
pengikut. Dia juga mempunyai kekayaan yang melimpah.
Dengan pengikut dan hartanya ini sewaktu-waktu ia bisa
menggulingkan penguasa Wallachia. Inilah yang oleh Dracula
dilihat sebagai ancaman.
Dracula mencari cara untuk menyingkirkan si saudagar.
Pengikut si saudagar yang banyak membuat Dracula harus
mencari cara yang terbaik. Dracula tidak mungkin membunuh
si saudagar itu tanpa alasan, sebab jika hal ini dilakukan
akan menyebabkan pengikut si saudagar melakukan balas
dendam. Maka dia mencari cara yang benar-benar aman.
Selama kekuasaan Dracula orang-orang menyimpan har-
tanya tanpa penjagaan sebab wilayah Wallachia sangat aman.
Para pencuri dan penjahat akan menjauhi kota ini daripada
harus menghadapi hukuman Dracula yang sangat kejam. Jami-
nan itulah yang membuat si saudagar meninggalkan hartanya
di luar rumah. Namun keesokan harinya dia sangat terkejut
sebab menemukan hartanya tidak ada di tempatnya. Dia
segera melaporkan kejadian ini pada Dracula. Dengan
tenang Dracula mengatakan bahwa harta si saudagar akan
segera ditemukan.
Benar, janji Dracula terbukti. Keesokan harinya harta si
saudagar telah kembali. Si saudagar pun kembali menghadap
Dracula untuk melaporkan bahwa hartanya telah ditemukan.
“Harta hamba telah kembali, Tuan,” kata si saudagar
dengan wajah girang.
“Apakah tidak kurang?” tanya Dracula tenang.
“Tidak. Semuanya sudah sesuai dengan jumlahnya.”
“Kau sudah benar-benar yakin?”
“Sudah. Hamba telah menghitung dua kali. Tidak kurang
dan lebih.”
saat mengembalikan harta si saudagar ini Draucala
memasukkan satu koin emas miliknya. Dia ingin menjebak si
saudagar. Saat si saudagar mengatakan bahwa hartanya sudah
ditemukan tapi tidak mengatakan bahwa ada tambahan satu
koin emas di dalamnya, maka dia telah terperangkap dalam
jebakan Dracula. Dengan begitu Dracula bisa menghukum si
saudagar dengan alasan bahwa telah berkata bohong. Adanya
alasan itu membuat para pengikut si saudagar tidak bisa ber-
buat banyak saat tuannya di hukum mati dengan disula.
Dan, Dracula telah berhasil menyingkirkan musuhnya dengan
aman tanpa menimbulkan gejolak.
Kisah Piala Emas
Guna menguji kejujuran rakyatnya, Dracula meletakkan
piala emas di tengah-tengah kota. Piala ini berisi air yang
siapa saja boleh meminumnya dengan syarat tidak memind-
ahkan atau membawa piala ini .
Semua itu sebetulnya akal-akalan Dracula. Maksud
sebenarnya dari keberadaan piala emas itu yaitu untuk
menyingkirkan musuh-musuhnya. Dracula akan dengan
mudah memfitnah orang-orang yang tidak disukainya dengan
mengatakan bahwa orang itu telah mengambil piala ini .
Taktik ini biasanya dilakukan pada malam hari. saat
semua kota telah terlelap dalam tidur Dracula akan memang-
gil orang kepercayaannya. Orang ini disuruhnya untuk
meletakkan piala emas di rumah orang yang tidak disukainya.
Maka keesokan harinya saat kota telah menggeliat kembali
oleh kehidupan, kegegeranpun akan terjadi. Para warga kota
akan membicarakan piala emas yang tidak ada di tempatnya,
dan beberapa orang akan menyampaikan kejadian ini
pada pengawal kerajaan.
Mendengar hilangnya piala emas dari tempatnya, Dracula
pura-pura terkejut dan marah. Dia segera memerintahkan para
prajuritnya untuk mencari piala itu. Maka penggeledahan pun
dimulai. Setiap orang dan rumah akan digeledah. Dan, sesudah
mencari ke sana-kemari akhirnya prajurit Dracula menemu-
kan piala emas itu berada di rumah salah seorang penduduk.
Sang pemilik rumah itu segera dibawa ke hadapan Dracula.
Dan, Dracula bisa menghukum orang yang memang tidak
disukainya itu dengan alasan telah mencuri piala emas.
Kisah Tuan Tanah
yang Menutup Hidungnya
Posisi tuan tanah di Wallachia sangat penting. Bila diti-
lik lebih mendalam sebetulnya mereka inilah yang berkuasa
sebab bisa menentukan siapa yang bisa menjadi penguasa
Wallachia. Dracula mengetahui kondisi ini. Maka dia men-
cari cara bagaimana menyingkirkan tuan-tuan tanah yang
menentangnya.
Pada suatu pesta penyulaan1 Dracula mengundang para
tuan tanah. Mereka yaitu tuan-tuan tanah yang tidak disukai
Dracula. Dia sengaja mengundang dengan tujuan mencari ke-
sempatan untuk menyingkirkan mereka. Nah, agar penying-
kiran ini tidak menimbulkan gejolak tentu saja Dracula
harus mencari cara yang halus.
Seperti biasanya sesudah sehari diajak menyaksikan pe-
nyulaan, pada malam harinya Dracula menjamu para tuan
tanah. Sebagai tempat makan malam Dracula memang sengaja
memilih tempat yang berada di antara bangkai-bangkai yang
mulai menyebarkan bau busuk. Tentu saja kondisi seperti ini
mengganggu para tuan tanah yang terbiasa hidup di tempat
yang selalu bersih. sebab tidak tahan dengan bau busuk
ini para tuan menutup hidung.
1 Penyulaan merupakan cara penyiksaan Dracula yang dilakukan dengan cara menusukkan
sebatang kayu yang ujungnya runcing pada anus atau kemaluan perempuan.
Kesempatan ini digunakan Dracula untuk menyingkirkan
para tuan tanah ini . Dracula berpura-pura marah dan
merasa tersinggung dengan ketidaksopanan para tuan tanah.
Dengan alasan ini dia memerintahkan pada prajurinya untuk
menangkap mereka dan menyulanya pada keesokan harinya.
Para tuan tanah mencoba melawan tapi sebab prajurit Drac-
ula sangat banyak mereka tidak bisa berbuat banyak.
Pada keesokan harinya para tuan tanah itu benar-benar
disula. Dengan wajah penuh ketakutan mereka diseret oleh
prajurit Dracula ke tempat penyulaan. Sementara itu, Dracula
telah duduk di mejanya dengan tenang. Dia tersenyum penuh
kemenangan sebab sebentar lagi musuh-musuhnya akan
disula.
Sesampai di tempat penyulaan para tuan tanah disula se-
cara serentak. Mereka berteriak-teriak namun tak ada gunanya.
Sekali Dracula memutuskan untuk menyiksa seseorang dia
tidak akan mengampuninya. Akhirnya, nasib para tuan tanah
itu harus ditentukan di ujung sula.
Kisah Jubah
yang Terlalu Pendek Lengannya
Pada suatu hari Dracula berjalan-jalan menyusuri kota.
Seperti biasanya dalam perjalanan ini dia berusaha men-
gamati geliat penduduknya sambil berpikir bagaimana cara
merperkokoh kekuasaannya. Tentang kekuasaannya Dracula
memang harus berpikir keras sebab pasukan Turki Ottoman
terus-menerus menggempurnya. Kalau dia tidak waspada maka
tahtanya bisa jatuh tiba-tiba.
Dracula terus melangkah. Sore telah meremang, memoles
kota Wallachia dengan warna tembaga. Orang-orang berge-
gas menuju rumah masing-masing untuk bersiap menikmati
malam sambil bercengkrama dengan sanak keluarga. Pasar
mulai sepi. Para pedagang sudah mulai mengemas barang
dagangan. Di antara para pedagang yang sedang berkemas
terdapat seorang lelaki dengan jubah yang pendek lengannya.
Dracula yang melihat lelaki itu langsung menghampirinya.
“Apakah kau mempunyai istri?” tanya Dracula pada
lelaki itu.
“Punya, Pangeran,” jawab si lelaki dengan hormat.
“Bawa istrimu menghadap padaku.”
Si lelaki itu bergegas memanggil istrinya. Tidak begitu
lama suami-istri itu sudah berada di depan Dracula.
“Apakah kau istri lelaki itu?” tanya Dracula sambil men-
gamati paras perempuan yang berdiri menunduk di depannya.
“Benar, Pangeran.”
“Kalau begitu kau akan aku hukum sebab lengan jubah
suamimu terlalu pendek. Itu menandakan bahwa kau istri
yang malas.”
Sebetulnya alasan yang sebenarnya menghukum bukan
sebab itu, tapi sebab perempuan ini pernah menolak
saat diajak berzina oleh Dracula. Sejak saat itu Dracula
mendendam pada perempuan itu. Dan, dendam itu akhirnya
terlampiaskan saat dia menemukan alasan yang tepat untuk
menghukum perempuan yang malang itu.
Begitulah cara Dracula menyingkirkan orang-orang yang
tidak disukainya. Alasan apapun akan dia pakai.
Kisah Seseorang
yang Mengikuti Dracula
Kekejaman Dracula sudah tersebar di seantero penjuru
Wallachia. Di antara rakyat yang takut ada pula yang penasa-
ran dengan sosok Dracula. Salah seorang yang penasaran terse-
but yaitu pemuda dari desa yang ingin melihat sosok Dracula
dari dekat. Si pemuda kemudian meninggalkan kampungnya
untuk menuju pusat kerajaan Wallachia. sesudah berhari-hari
mengendarai kuda akhirnya sampai juga pemuda itu di ibu
kota Wallachia.
Sesampainya di ibu kota Wallachia pemuda itu langsung
mencari informasi tentang Dracula. Dengan keluguannya dia
bertanya pada orang-orang yang ditemuinya. Tentu pertan-
yaan si pemuda membuat heran yang ditanya, sebab selama
ini tidak ada orang yang berani mendekati Dracula.
Akhirnya, sesudah beberapa hari berada di kota kesempa-
tan si pemuda untuk bertemu Dracula terwujud. Pada suatu
hari Dracula melintasi kota. Kesempatan ini digunakan oleh
si pemuda untuk mengikuti Dracula. Selama beberapa hari si
pemuda mengikuti Dracula sehingga Dracula akhirnya curiga.
Dracula memanggil pemuda itu dan kemudian bertanya,
“Aku lihat beberapa hari ini kau selalu mengikutiku?”
“Benar, Pangeran,” jawab si pemuda dengan lugu.
“Kenapa mengikutiku?”
“Hamba ingin melihat sosok Pangeran dari dekat.”
Mendengar jawaban itu Dracula memerintahkan pen-
gawalnya untuk menangkap pemuda itu. Dracula merasa
sangat tersinggung sebab selama beberapa hari pemuda itu
mengikutinya tanpa mau mengutarakan maksudnya sejak
awal. Baginya tindakan ini merupakan tindakan pengecut
yang layak mendapatkan hukuman.
Memang sungguh malang nasib si pemuda itu; dia harus
mengakhiri hidupnya di ujung sula. sebab keluguannya dia
tidak menyadari kalau telah menyerahkan nyawanya pada
moncong buaya.
LO
Masa Pengasingan
SEBELUM pengepungan terhadap benteng Poenari sebet-
ulnya Dracula berkeinginan menemui Raja Honggaria yang
baru, Matthias Corvinus, untuk memantapkan kerjasama
dalam rangka Perang Salib. Namun situasi berubah sangat
cepat. Benteng Poenari jatuh sehingga dia terpaksa melarikan
diri untuk menghindari penangkapan pasukan Turki Otto-
man.
Dari benteng Poenari Dracula melarikan diri ke arah barat
menuju daerah Brasov. Jalur pelariannya memang cukup sulit.
Dia harus melintasi Pegunungan Carpathia di daerah Transyl-
vania yang terkenal sangat liar. Namun Dracula bisa melintasi
daerah yang berbahaya ini hingga akhirnya sampai di
reruntuhan benteng yang tidak dipakai lagi. Benteng ini
terletak di dekat Dobrins.
Di tempat ini , sebuah keluarga petani yang merasa
iba memberi Dracula makanan dan tempat beristirahat. Begitu
lelah hilang dari tubuh, Dracula melanjutkan perjalanan hingga
akhirnya sampai di Brasov. Bisa mencapai tempat itu Dracula
merasa lega. Namun kelegaan itu hanya sesaat. Ternyata sam-
butan Raja Matthias tidak seperti yang diharapkannya; sang
raja tidak menyambutnya tapi jutru menangkapnya.
Selama berbulan-bulan Dracula menjadi tahanan. Dia
ditempatkan di Istana Visegrad. Istana ini terletak di se-
belah selatan Honggaria di lokasi yang sangat indah. Letaknya
pada puncak gunung yang curam dengan pemandangan yang
hijau oleh berbagai macam tetumbuhan hutan. Sungai Danube
yang jernih airnya berbelok di daerah itu, seperti ular naga
yang menyelinap masuk ke dalam hutan. Walaupun sebagai
tahanan Dracula bisa leluasa pergi kemana pun dia suka.
Kesempatan ini dia gunakan untuk melihat pemandangan
daerah ini .
Di Istana Visegrad kebiasaan aneh Dracula kembali mun-
cul. Dia menangkap hewan seperti laba-laba, kecoak dan tikus.
Hewan-hewan ini kemudian dia tusuk-tusuk seperti sate.
Matanya menatap hewan-hewan yang sekerat itu dengan pan-
caran kepuasan. Tingkah laku Dracula ini tentu saja membuat
para penjaga Istana Visegrad merasa ngeri. Kalau tidak terpaksa
mereka tidak akan mau bertemu dengan Dracula.
sesudah sekian lama berada dalam tempat pengasingan,
Dracula dipindahkan ke vila yang ada dalam lingkungan ista-
na. Guna menyenangkan bangsawan-bangsawan Honggaria
dia masuk agama Katolik. Dengan langkahnya ini akhirnya
dia mendapatkan keleluasaan yang lebih besar sehingga bisa
berkenalan dengan penjabat-penjabat istana. Dari perkenalan
ini dia akhirnya bisa bertemu dengan Ilona Szilagy,
seorang perempuan yang merupakan kemenakan Raja Matth-
ias. Mereka kemudian menikah secara resmi. Dari pernikahan
ini dia memperoleh dua anak laki-laki, salah satunya
bernama Vlad.
sesudah mengabdi selama 13 tahun pada Raja Matthias,
Dracula kembali menyerang Wallachia pada bulan Juli 1475
M. Dalam penyerangan ini dia dibantu oleh Stefen dan
orang-orang Moldavian. Kali ini serangan Dracula berhasil.
Pasukan Wallachia melarikan diri, meminta perlindungan
pada Kerajaan Turki Ottoman dan sebagian lagi melarikan
diri kepegunungan Carpathia. Dan, Dracula berhasil merebut
kembali tahta Wallachia.
sesudah berhasil merebut tahta Wallachia, Stefen mening-
galkan Dracula. Walaupun berkuasa tapi posisi Dracula sudah
semakin lemah. Para tuan tanah dan rakyat Wallachia sudah
enggan mendukung Dracula. Mereka masih ingat segala ben-
tuk kekejaman Dracula. Tidak sedikit di antara mereka yang
memendam dendam pada si Penyula.
Sewaktu Dracula merebut tahta Wallachia, Randu tidak
lagi menjadi penguasa Wallachia. Pada tahun 1473 M, Randu
telah kehilangan kekuasaannya akibat kudeta dari klan Dan II.
Dan, akhirnya Randu meninggal dunia pada bulan Januari
1475 M. Kematian Randu menyebabkan Dracula tidak bisa
membalas dendam atas pengkhianatan adiknya, maka dendam
ini dia lampiaskan pada penguasa Wallachia waktu itu.
Masa Pemerintahan Kedua
(1475-1476 M)
MASA pemerintahan kedua tidak begitu lama, hanya satu
tahun. Pada masa ini Dracula banyak menghabiskan waktu
di Gereja Snagov. Di tempat ini dia mengisi hari-harinya
dengan mengikuti misa dan bercakap-cakap dengan kepala
biara. Dalam salah satu percakapan dia menanyakan apakah
ada kemungkinan dosanya akan diampuni oleh Tuhan. Dan,
dia mengulang pesannya agar kelak jika mati dikuburkan di
Gereja Snagov.
Dracula rupanya menyadari kalau datangnya ajal sudah
semakin dekat. Dia lebih banyak merenung, memikirkan se-
gala hal yang telah dilakukannya. Pada masa ini kebiasaannya
menyiksa manusia sudah semakin berkurang. Pada akhirnya,
seseorang yang hidupnya dilumuri oleh darah ini harus me-
nyerah pada kematian. Pada tahun 1476 M ajal benar-benar
menjemputnya.
sesudah Dracula mati, istri dan anaknya atas perintah Raja
Matthias diboyong ke Honggaria. Pada tahun 1508 M, putra
paling tua Dracula, Vlad, mencoba merebut tahta Wallachia.
Tapi serangan ini bisa dipatahkan oleh Minhea, penguasa
Wallachia pada waktu itu.
Sejarah mencatat bahwa kekejaman Dracula menjadi sosok
paling menakutkan di sekitar Rumania. sesudah kematiannya
dia kemudian dikenal sebagai setan hidup yang tak segan
menghisap darah manusia. Kisah inilah yang terus melegenda
sampai saat ini, hingga melahirkan sosok vampir, manusia
penghisap darah manusia.
Keturunan Dracula
Pada tahun 1988-1989 M, seorang psikolog di New
York, Dr.Kaplan Stephen, melakukan penelitian ten-
tang Dracula. Ia menyebar angket ke beberapa negara
yang diduga masih merupakan keturunan Dracula.
Masih adakah keturunan Dracula hingga saat ini?
KALAU peribahasa mengatakan buah apel tak akan jatuh jauh
dari induknya, lantas apakah peribahasa ini cocok untuk men-
getahui sifat keturunan Dracula? Sebagai penguasa Wallachia,
Dracula memang mempunyai banyak keturunan, baik dari
pernikahan yang resmi maupun yang tidak resmi. Keturunan
ini tersebar di berbagai tempat di sekitar Rumania. Di
antara mereka ada yang hidup menjadi bangsawan dan ada pula
yang menjadi rakyat biasa. Keberadaan keturunan Dracula
ini bisa dilacak keberadaannya sampai tahun 1845 M.
Bila ditilik lebih mendalam memang ada satu keanehan
mengenai keturan Dracula. Di antara keturan-keturan Dracula
banyak yang mati sewaktu masih kecil, dan kalau hidup mer-
eka mengalami cacat mental. Hal inilah yang menyebabkan
keturan Dracula akhirnya mengalami kepunahan. Apakah
keanehan ini disebabkan oleh perkawinan incest atau sebab
yang lainnya, para pakar belum bisa menyimpulkannya.
Di antara anak Dracula dari istri yang sah hanya Vlad yang
bisa hidup dan kemudian menikah. Dari pernikahannya dia
mempunyai dua anak laki-laki tapi hanya satu yang menikah.
Dan, pada garis keturunan selanjutnya terus-menerus men-
galami penyusutan hingga mengalami kepunahan.
Penyiksaan Ala Dracula
Para sejarawan memperkirakan korban dari kekejaman
Dracula antara 100.000-500.000 orang. Korbannya ber-
asal dari berbagai kalangan mulai dari bangsawan, tuan
tanah, petani sampai pengemis. Di antara mereka ada
laki-laki dan perempuan, orang tua dan anak-anak. Bila
Dracula berkehendak tak ada satupun yang bisa lolos dari
kekejamannya.
Dracula bisa dikatakan sebagai kreator penyiksaan. Metode
penyiksaan yang belum pernah ada dia ciptakan untuk
memenuhi hasrat gilanya akan darah dan jerit korban
yang sekarat.
Metode Penyiksaan Dracula
ADA banyak cara yang digunakan Dracula untuk menyiksa
korbannya. Di antara cara-cara ini ada yang hanya
membuat cacat seumur hidup dan ada pula yang membuat
mati. Dengan cara-cara penyiksaan ini Dracula berusaha
memperoleh kepuasan yang setinggi-tingginya.
Ada pun metode penyiksaan ala Dracula yang populer
dan paling sering digunakan antara lain:
Penyulaan
Di antara metode penyiksaan yang dimiliki Dracula, pe-
nyulaan atau impalement merupakan yang paling dia gemari.
Sebagian besar korbannya mati sebab cara ini.
Sula merupakan kayu sebesar lengan orang dewasa yang
ujungnya runcing. Alat seperti ini digunakan oleh Dracula
untuk menusuk seseorang. Bagian yang ditusuk yaitu dubur
atau liang kemaluan perempuan.
Biasanya si korban ditidurkan telentang di atas meja
dalam keadaan telanjang. Kemudian tiga atau empat prajurit
memegangi kaki dan tangan si korban untuk memudahkan
penyulaan. sesudah korban dipegang dengan kuat salah seorang
parjurit memasukkan sula lewat dubur atau liang kemaluan
perempuan. Tentu saja si korban akan menjerit kesakitan dan
meronta-ronta, tapi prajurit Dracula akan terus melakukan
tugasnya sampai tuntas. Saat seperti inilah yang sangat disenan-
gi oleh Dracula. Dia akan melongokkan kepala untuk melihat
dari mana arahnya jeritan datang. sesudah menemukannya dia
akan tersenyum penuh dengan kepuasaan.
sesudah masuk ke dalam badan si korban, sula kemudian
dipancangkan di atas tanah. Dalam keadaan tegak lurus ini
tubuh korban akan turun dengan pelan mengikuti berat badan-
nya, dan bagian sula yang masuk ke dalam tubuh semakin
panjang. Tentu saja sula yang runcing ini akan tembus ke
bagian-bagian penting korban seperti jantung dan paru-paru,
dan kemudian ujung runcingnya akan keluar melalui kepala,
mulut, dada, punggung atau tenggorokan.
Korban yang disula akan mati secara perlahan-lahan. Se-
tiap inci sula yang masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan
rasa sakit yang luar biasa. Di atas sula mereka akan bergerak
kesana-kemari menghadapi sang maut yang begitu pelan-pelan
datangnya. sebab gerakan-gerakan korban yang tak beraturan
maka sula ada yang tembus ke punggung, tenggorokan atau
perut. Sementara itu, Dracula duduk dengan tenang di depan
meja sambil menikmati makanan dan minuman dengan wajah
penuh dengan kegembiraan.
Bila yang disula anak kecil maka ujung sula akan tembus
sampai ibunya. Seorang ibu diikat dengan tubuh anaknya
pada tiang pancang yang kuat. Kemudian seorang prajurit atas
permintaan Dracula mengambil sula dan kemudian berdiri di
depan si korban. sesudah Dracula memberikan aba-aba prajurit
itu akan menyula anak kecil dengan pelan-pelan. saat sula
menembus perut maka darah akan muncrat dan lolong sekarat
anak kecil itu akan membahana. Prajurit itu akan terus me-
masukkan sula sampai tembus pada perut ibunya. Kini si ibu
yang akan menjerit kesakitan. sesudah sula masuk ke perut si
ibu, prajurit yang lain melepaskan tali ikatan. Begitu tali lepas
sula akan dipancangkan di atas tanah. Dalam keadaan seperti
ini sula akan terus masuk ke tubuh si ibu sampai tembus ke
punggung. Dracula pun bertepuk tangan dengan penuh kegi-
rangan melihat adegan ini .
“Pesta Penyulaan” biasanya dilakukan dipinggir kota. Para
korban sebelum disula digiring dengan tali di leher sepanjang
jalan, sementara Dracula berjalan paling depan. Wajah-wajah
para korban Dracula tertunduk ke tanah dengan tatapan
kosong sebab sudah tahu nasib yang akan mereka alami. Se-
dangkan prajurit-prajurit bertampang buas berjalan di sekitar
para korban, dan siap memukulkan gagang tombak pada siapa
saja yang berjalan lambat.
Sesampainya di tempat penyulaan, Dracula duduk di
depan meja bersama orang-orang kepercayaannya. Sebelum
acara dimulai dia akan bertaruh terlebih dahulu untuk me-
nentukan formasi apa yang akan dipilih saat korban akan
dipancangkan di atas tanah; biasanya yang disukai Dracula
yaitu posisi lingkaran. sesudah formasi ditentukan maka
penyulaan dimulai.
Dalam “pesta penyulaan” jumlah korbannya bisa sampai
puluhan ribu. Agar acara gila ini bisa sukses maka Dracula
mengerahkan 20.000 prajuritnya untuk menyula korban secara
serempak. Bisa dibayangkan bagaimana memilukan tempat
ini dengan berbagai lolong kematian dan darah yang
membasahi rerumputan. Para korban tidak bisa berbuat lain
kecuali berteriak sekeras-kerasnya disertai tangis para bayi.
sesudah semuanya disula, para korban akan dipancangkan
dengan formasi yang diinginkan oleh Dracula di atas tanah
lapang. Sula yang paling tinggi menunjukkan bahwa si kor-
ban menempati rangking pertama dalam daftar penyiksaan
Dracula.
Begitu semua mayat telah dipancang Dracula akan berjalan
berkeliling untuk menikmati rintih sekarat korbannya. Dia
akan senang bila melihat korban yang menanti ajal sambil
matanya tak lepas menatap darah yang menetes. sesudah merasa
puas melihat korban-korbannya, Dracula akan kembali ke
mejanya dan kemudian menikmati santap makan siang.
Mayat-mayat korban penyulaan akan dibiarkan selama
berbulan-bulan sampai membusuk. Tidak ada yang berani
mendekati daerah itu. Masyarakat desa di Wallachia memilih
berjalan memutar bila harus melintasi ajang pembantaian
ini . Bila penyulaan akan dilakukan lagi tempat ini
baru dibersihkan, dan mayat-mayat yang telah tak berbentuk
itu dikuburkan secara massal.
Para sejarawan belum bisa memastikan darimana asal
Dracula mendapatkan cara penyiksaan berupa penyulaan
ini. Tapi yang jelas semenjak di Turki dan saat ditahan
di Honggaria kebiasaan Dracula memang menusuk-nusuk
binatang. Binatang yang ditemukan di sekitarnya, baik itu
kecoak, tikus, laba-laba atau burung, langsung dia tusuk seperti
tukang sate menusuk irisan daging kambing. Dia melakukan
hal ini tatkala merasa kesepian atau tidak bisa menyalurkan
dendamnya pada musuh-musuhnya. Satu hal yang perlu di-
catat, dia melakukan itu dengan ketenangan yang luar biasa
tanpa ekspresi kengerian.
Beberapa sejarawan dengan detail yang berbeda tapi inti
cerita sama mengatakan bahwa Dracula pernah meminta
pendapat dua orang biarawan tentang praktek penyulaan.
Dracula mengajak dua biarawan ini ke halaman istana.
Sesampai di tempat ini Dracula memerintahkan pada
prajuritnya untuk menyula seseorang.
sesudah proses penyulaan selesai Dracula bertanya pada
kedua biarawan itu, “Apakah penyulaan yang kulakukan ini
dibenarkan agama Kristen?”
“Kau ditugaskan Tuhan untuk menghukum kejahatan,”
jawab biarawan pertama.
“Tindakanmu yaitu tindakan setan,” jawab biarawan
kedua jujur.
Mendengar jawaban ini Dracula memerintahkan
agar biarawan yang kedua disula di depannya saat itu juga.
Sedangkan pada biarawan pertama dia memberikan hadiah
yang melimpah sebab telah mendukungnya.
Sebuah dokumen yang berasal dari Jerman memberikan
penjelasan lain. Dalam dokumen ini kedua biarawan sama-
sama disula oleh Dracula. Biarawan pertama disula sebab
telah berkata tidak jujur sedangkan biarawan kedua disula
sebab kejujurannya. saat kedua-duanya disula Dracula
menyasikannya sambil menyantap makan siang.
Selain kisah di atas ada kejadian lain menyangkut penyu-
laan. Pada saat itu diadakan penyulaan di luar kota. Seperti
biasanya Dracula akan mengajak para bangsawan dan pengi-
kutnya untuk menyaksikan “pesta penyulaan” ini . Salah
satu di antara bangsawan yaitu duta dari Brasov. Sudah
sejak lama Dracula tidak suka dengan bangsawan ini sebab
terlalu banyak ikut campur, maka dia mencari siasat untuk
menyingkirkannya.
saat penyulaan dimulai Dracula mengajak bangsawan
ini melihat-lihat para korban. Mereka berjalan sambil
berbincang-bincang di antara tubuh yang meregang nyawa
di kayu sula.
“Wah di sini baunya busuk sekali,” kata Dracula.
“Hamba tidak menciumnya, Pangeran,” jawab sang
bangsawan.
Mendengar jawaban bangsawan itu Dracula sangat marah.
Dia menuduh bangsawan itu tidak berkata jujur di depannya.
Alasan inilah yang dipakai Dracula untuk menyingkirkan si
bangsawan. Akhirnya, bangsawan itu harus menemui ajalnya
di ujung sula.
Kalaupun pada masa sebelum Dracula penyiksaan den-
gan penyulaan sudah dikenal, namun hanya Draculah yang
melakukan dengan massal. Baginya penyulaan merupakan
pesta yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Memang
inilah kekejaman yang hanya dimiliki oleh Dracula sepanjang
sejarah umat manusia.
Pemotongan Payudara Perempuan
dan Merusak Organ Seksual
Dracula tidak pernah pilih kasih pada korbannya. Dia
akan memperlakukan secara sama tanpa berbelaskasihan
sedikitpun. Termasuk pada perempuan.
Siksaan terhadap perempuan yang disukai oleh Dracula
selain penyulaan yaitu mengerat payudara. Korban diikat
di atas meja dengan kuat dalam keadaan telanjang. Kemu-
dian Dracula mengamati tubuh si korban dari ujung rambut
sampai ujung kaki. sesudah puas dia akan mengeluarkan pisau
kecil yang selalu dibawa-bawanya dari sarungnya. Pisau itu
berkilauan terkena sinar matahari.
Dengan ketenangan yang luar biasa seperti ahli bedah
yang berpengalaman Dracula mulai mengerat payudara si
korban. Bisa dibayangkan korban akan teriak histeris sebab
kesakitan, tapi Dracula terus melakukan pekerjaannya tanpa
terganggu. sesudah satu payudara selesai dikerat dia meletak-
kan di meja yang ada di dekatnya, kemudian melanjutkan
mengerat payudara yang satunya. Bila korban pingsan maka
dia akan menunggu sampai siuman atau menyuruh prajuritnya
untuk membangunkannya. Baginya menyiksa korban tanpa
rintihan atau lolongan kesakitan tidak akan memuaskan hati.
sesudah kedua payudara selesai dikerat Dracula akan men-
guliti payudara ini . Semuanya dia kerjakan dengan rapi
sehingga seluruh kulit akan terkelupas. Baru sesudah selesai
dia akan mencuci tangan yang berlumuran darah di baskom
yang telah disediakan pelayannya dan kemudian menenggak
segelas anggur.
Puaskah Dracula dengan penyiksaan yang dilakukan?
Belum. Bila korban masih hidup dia akan merusak liang
kemaluan perempuan malang ini dengan kayu kurang
lebih sepanjang 30 centimer, yang besarnya selengan bayi.
Ujung kayu ini diruncingkan seperti sula.
sesudah merasa siap Dracula akan memasukkan kayu
ini ke dalam liang kemaluan perempuan yang menjadi
korbannya. Tentu saja si korban berteriak kesakitan; sering-
kali sampai pingsan berkali-kali. Tapi Dracula tetap melaku-
kannya dengan tenang dan wajah sedingin mayat hidup. Dia
tak hirau dengan teriakan minta ampun atau lolongan kema-
tian. Sebelum terpuaskan dia tidak akan pernah mengakhiri
penyiksaannya.
Selain melakukannya sendiri, Dracula sering memerin-
tahkan prajuritnya untuk melakukan penyiksaan jenis ini.
Bila prajuritnya yang melakukan Dracula akan duduk di
tempat duduknya sambil memerhatikan tubuh si korban yang
meronta-ronta. Matanya akan mengamati setiap tetesan darah
yang menetes dari meja ke lantai. Bila dia merasa bahwa siksaan
yang dilakukan oleh prajuritnya tidak memuaskan hatinya,
maka akan memerintahkan agar prajurit ini dihukum
dengan hukuman yang sangat berat.
Entah dari mana Dracula belajar cara penyiksaan seperti
itu tapi yang pasti hal ini merupakan salah bentuk penyiksaan
yang paling dia sukai. Para pakar psikologi pun belum dapat
menyimpulkan penyakit kejiwaan yang diderita oleh Dracula.
Tapi yang jelas mereka sepakat bahwa Dracula merupakan
seorang psikopat yang maniak dengan darah. Orang seperti ini
akan merasa senang bila melihat darah yang ada di mana-mana,
dan dia juga sangat menikmati rintihan korbannya. Bila satu
korban tidak memuaskannya maka dia akan melakukannya
pada korban yang lain.
Adakah cara penyiksaan yang lebih keji bila dibandingkan
yang dilakukan Dracula?
Merebus Korban Hidup-hidup
Penyiksaan dengan cara merebus korban hidup-hidup
biasanya dilakukan di ibukota Wallachia. Sebuah bejana be-
sar—kira-kira berdiameter 2 meter—diletakkan di atas tungku
yang berada di tengah alun-alun. Bejana ini diisi air.
sesudah penuh kayu bakar dinyalakan.
Sambil menunggu air mendidih para korban di keluarkan
dari dalam penjara kemudian diarak menuju alun-alun. Wajah
sedih mereka berjalan lemas melewati kerumunan orang-
orang yang telah memadati alun-alun. Sesampai di tengah
alun-alun mereka diikat pada tiang pancang.
Begitu semuanya siap, Dracula akan memasuki alun-alun.
Dia akan duduk di kursi yang telah disediakan dengan dikawal
prajurit kepercayaan. Matanya yang biru menatap berkelil-
ing, memerhatikan suasana “pesta” yang akan segera dimulai.
Dia kemudian melambaikan tangan pada prajurit yang ada di
tengah alun-alun sebagai tanda bahwa “pesta” bisa dimulai.
Begitu mendapatkan tanda dari Dracula, seorang prajurit
akan melepas korban dari tiang pancang tanpa melepas ikatan
di tangan. Korban kemudian digiring ke tengah alun-alun
mendekati bejana berisi air yang telah mendidih. Sesampainya
di tempat itu dua orang prajurit melemparkan korban ke
dalam bejana ini . Dan, bisa dibayangkan korban akan
bergerak-gerak tak karuan di tengah air-air yang mendidih
seperti halnya ayam yang direbus hidup-hidup.
Selama beberapa waktu korban akan terus meronta-ronta
sampai mati. sesudah mati tubuhnya akan diambil untuk di-
gantikan korban selanjutnya. Begitulah yang terjadi sampai
korban habis.
sesudah semua korban direbus dengan hidup-hidup,
Dracula memerintahkan prajuritnya memotong-motong
tubuh ini . Para jagal-jagal ini melakukan tugasnya
layaknya memotong daging rusa. Bagian tubuh yang telah
terpotong kemudian dimasukkan ke dalam keranjang. sesudah
semuanya selesai, potongan-potongan ini akan diberikan
pada binatang buas peliharaan Dracula.
Dari tempat duduknya Dracula memerhatikan setiap
korban yang direbus ini dengan penuh semangat. Ru-
panya cara penyiksaan yang berbeda memberikan kepuasaan
yang berbeda pula. Tapi yang jelas semuanya memberikan
kepuasaan baginya.
Terhadap kekejaman ini seorang psikolog dari
Indaho, Dr. Thomas Mcdevitt, menyatakan bahwa Dracula
menderita kecanduan akan darah. Seperti orang yang kecan-
duan heroin, orang yang kecanduan darah akan marah jika
keinginan untuk melihat darah tak terpenuhi. Semakin kuat
kecanduannya maka semakin sering dia ingin melihat darah.
Dr. Thomas Mcdevitt mengatakan bahwa orang seperti
Dracula mempunyai ciri fisik seperti lingkaran gelap di bawah
mata, pipi cekung dan kulitnya pucat. Sampai saat ini belum
diketahui penyebab kelainan ini dan apa obatnya.
Kalau melihat korban Dracula yang mencapai ribuan
orang maka penyakit kecanduan darah yang dialaminya bisa
dikatakan akut. Bila dihitung dari masa pemerintahannya
yang hanya tujuh tahun namun dengan korban yang mencapai
ratusan ribu tentu Dracula melakukan penyiksaan setiap hari
untuk memenuhi rasa kecanduannya akan darah.
Lantas, siapakah yang bisa menandingi kekejaman
Dracula?
Menguliti Kepala dan Bagian Tubuh Lainnya
Dracula juga suka menguliti korbannya. Biasanya bagian
yang dikuliti yaitu kepala. Kalau suku Cromagnon tempo
dulu menguliti kepala korban yang telah mati, maka Dracula
melakukannya saat korban masih hidup.
Korban yang akan dikuliti ditidurkan di atas meja dengan
ikatan yang kuat. Dracula kemudian berdiri di dekat si korban.
sesudah merasa siap dia akan mulai menguliti kepala korban
dengan pisau yang tajam. Mulai dari wajah kemudian kulit
korban dikuliti sampai semua kulit kepala terkelupas.
Bisa dibayangkan bagaimana rasa sakit yang dialami si
korban. Dia akan berteriak-teriak histeris dengan harapan
diampuni, tapi Dracula tetap melakukannya dengan tenang
seperti menguliti kulit kambing. Dia baru akan berhenti bila
seluruh kulit kepala telah terkelupas. sesudah semuanya terke-
lupas biasanya dia akan meletakkan kulit ini di atas meja.
Selain menguliti kepala, Dracula juga menguliti bagian
tubuh yang lain. Sudah menjadi kebiasaannya bahwa sesudah
puas menguliti kepala si korban dia berhenti sejenak untuk
menyantap makanan atau minum sambil melihat korban-
nya. Begitu merasa cukup beristirahat dia akan melanjutkan
penyiksaannya dengan menguliti bagian tubuh yang lain—
tangan, kaki, paha, perut dan lain-lain—hingga darah pun
membasahi ruangan penyiksaan. Dan, Dracula sangat senang
melihat genangan darah ini .
Dalam melakukan pengulitan Dracula melakukan dengan
pelan-pelan seakan setiap bagian tubuh korbannya yaitu
barang yang berharga. Bisa dibayangkan bagaimana korban
yang masih hidup mengalami penyiksaan semacam ini. Tentu
sangat menderita.
Kesadisan Dracula melebihi kesadisan suku-suku paling
primitif yang ada di muka bumi ini. Kalau suku-suku primi-
tif melakukan pengulitan kepala sebagai tanda kemenangan,
maka Dracula melakukannya hanya untuk memenuhi nafsu
setannya.
Begitulah sejarah mencatat kekejaman Dracula.
Cara Penyiksaan yang Lain
a. Mencekik
Pencekikan dilakukan dengan cara korban berjongkok
dan tangannya diikat di belakang. Di leher korban kemudian
dilingkarkan kawat dengan kedua ujungnya di pegang. sesudah
siap maka kedua ujung ini ditarik kuat-kuat. Korbanpun
akan meronta-ronta kesakitan.
Dalam melakukan pencekikan biasanya dilakukan sendiri
oleh Dracula. saat korban meronta-ronta dan akan sekarat
dia segera melepaskan cekikannya untuk beristirahat sejenak.
sesudah siap dia akan melakukannya lagi. Begitulah yang dia
lakukan sampai korban mati dengan lidah menjulur.
Sebagai salah satu ciri penyiksaan Dracula yaitu dia tidak
mau melihat korbannya lekas mati. Dia akan berusaha agar
korbannya mati secara perlahan-lahan. Bagi Dracula setiap
detik menjelang kematian yaitu sesuatu yang berharga demi
memuaskan nafsu sadisnya.
b. Memotong otot-otot tertentu
Biasanya bagian yang di potong yaitu otot-otot pada
lutut. Pemotongan pada bagian ini menyebabkan si korban
mengalami kelumpuhan seumur hidup. Bagi Dracula huku-
man seperti ini termasuk dalam katagori hukuman ringan.
Mereka yang dihukum seperti ini biasanya para petani
miskin yang tidak mampu membayar upeti pada tuan tanah
yang dekat dengan Dracula. Para petani yang mengalami pe-
nyiksaan seperti ini mau tak mau akhirnya menjual tanahnya
sebab































