Rabu, 15 Juli 2026

dracula perang salib 2

 





















i kemudian menempatkan Dracula di ben-

teng Sibiu, yang terletak di barat daya Transylvania. Tugas 

utama Dracula yaitu  menjaga perbatasan dari kemungkinan 

serangan Vladislav II. saat  berada di benteng ini Dracula 

mendengar bahwa Konstantinopel telah jatuh ke tangan pa-

sukan Turki Ottoman. Peristiwa ini tentu membuat panik 

kerajaan-kerajaan Katolik sebab  ibu kota kekaisaran mereka, 

Bizantium, telah diduduki pasukan Turki. Sebuah kekalahan 

telak dalam Perang Salib. (Tentang jatuhnya Konstantinopel 

baca box: saat  Purnama Telah Berlalu)  


saat  Purnama                              

Telah Berlalu

  Penakluk Konstantinopel yaitu  Kerajaan Turki            

Ottoman. Kerajaan ini didirikan oleh keluarga Bani Os-

mani, sebuah keluarga yang merupakan sebagian kecil dari 

suku-suku bangsa Turki yang masuk ke Asia Kecil semenjak 

abad ke sebelas. sesudah  Persia mulai redup, orang-orang 

yang dikenal sebagai Turki Seljuk ini menjadi ancaman bagi 

Bizantium. Seperti halnya Kekaisaran Bizantium, Kerajaan 

Turki Seljuk (yang lebih dikenal dengan Turki Ottoman) 

juga merasa sebagai pewaris Kekaisaran Romawi. Oleh 

sebab  itu, dalam sistem pemerintahannya mereka meng-

gabungkan sistem Islam dan Romawi.

  Lambang Kerajaan Turki Ottoman yaitu  bulan sabit. 

Lambang ini  digunakan untuk menggambarkan  

posisi tiga benua yang berada dalam kekuasaan Kerajaan 

Turki Ottoman. Ujung paling atas untuk menunjukkan 

Benua Asia yang ada di timur, ujung bawah untuk me-

wakili Benua Afrika, dan di tengah yaitu  Benua Eropa. 

Sedangkan lambang bintang menunjukkan posisi ibu kota 

yang kemudian diberi nama Istambul yang bermakna: Kota              

Islam.

Gambar 5: Lambang Kerajaan Turki Ottoman


  Sejak Sultan Murad I, Kerajaan Turki Ottoman mem-

bangun militer yang canggih. Kalau pasukan Salib mempun-

yai Orde Naga maka Kerajaan Turki Ottoman mempunyai 

Yanisari. Sepertihalnya Orde Naga, Yanisari merupakan 

pasukan khusus yang akan berada di garis depan medan 

pertempuran. Dengan pasukan yang rapi dan kuat Kerajaan 

Turki Ottoman berhasil menguasai daerah di sekitar Bizan-

tium. Kondisi ini jelas merupakan ancaman bagi Kekaisaran 

Bizantium. Maka kaisar Bizantium, Constantine, meminta 

bantuan ke Roma. Namun sebab  adanya konflik antara 

gereja Katolik Roma dengan gereja Katolik Orthodoks di 

Bizantium, Constantine tidak mendapatkan bantuan.

  Hingga masa Sultan Murad II, Kerajaan Turki Ottoman 

tidak bisa mengalahkan Bizantium. Serangan demi serangan 

yang mereka lakukan tidak pernah bisa menembus dinding 

benteng Konstantinopel yang terdiri dari dua lapis setinggi 

10 meter. Namun sejarah terus bergerak. Dengan kegigihan 

akhirnya pasukan Turki Ottoman bisa menembus benteng 

Konstantinopel. sesudah  menunggu selama 800 tahun, Kera-

jaan Turki Ottoman bisa merebut Konstantinopel pada 

tahun 1453 M. Peristiwa ini terjadi saat  Kerajaan Turki 

Ottoman berada di bawah Sultan Muhammad II (Mehmed 

II).

  Sebagaimana Saladin, Sultan Mehmed II juga memulai 

pertempuran untuk menaklukkan Konstantinopel pada 

hari Jum’at, 6 April 1453 M. Dia bersama syaikh Syamsu-

din, gurunya, dan dua orang kepercayaannya, Halik Pasha 

dan Zaghanos Pasha, mengepung Konstantinopel dari se-

gala penjuru. Pasukan Turki Ottoman berjumlah 150.000 

dilengkapi dengan persenjataan modern waktu itu, yaitu 

meriam buatan Urban.

  Sebelum memulai penyerangan Sultan Mehmed II 

terlebih dahulu mengirim surat pada kaisar Bizantium, 

Costantine Paleologus, agar masuk Islam. Constantine tidak 

mau memenuhi tuntutan Sultan Mehmed II. Dia memilih 

mempertahankan Konstantinopel dengan bantuan kardinal 


Isidor, Pangeran Orkhan dan Giovanni Giustiniani.

  Serangan pertama Sultan Mehmed II mengalami halan-

gan. Kota Konstantinopel yang dipagari dengan       benteng 

setinggi 10 meter dan dikelilingi parit selebar 7      meter, 

menyebabkan gerakan pasukan Turki Ottoman    tertahan. 

Sementara di selatan Laut Marmara pasukan Turki harus 

menghadapi kapal-kapal perang Genoa yang           dipimpin 

oleh Giustiniani.

  Selama berminggu-minggu benteng Konstantinopel 

dibombardir dengan meriam, tapi tidak juga runtuh. Setiap 

ada bagian benteng yang bobol dengan cepat pasukan Bi-

zantium bisa menambalnya. saat  usaha untuk membobol 

benteng gagal maka ditempuh cara lain, yaitu menggali 

terowongan. Pasukan Turki Ottoman siang dan malam 

menggali terowongan untuk menembus tembok benteng. 

Namun usaha ini juga gagal.

  Memang ada anggapan dari penduduk Konstantinopel 

bahwa kota mereka tak akan jatuh pada saat bulan purnama. 

Dan, kebetulan serangan yang dilakukan Sultan Mehmed II 

pada malam bulan purnama. Akhirnya Sultan Mehmed II 

menghentikan serangannya dan menunggu bulan purnama 

berlalu. Alasan penundaan ini  sebetulnya lebih pada 

meruntuhkan mental prajurit dan penduduk Konstantino-

pel.

  Sambil menunggu bulan purnama berlalu, Sultan 

Mehmed II memindahkan kapal-kapal melalui darat untuk 

menuju selat Golden Horn. Dia tidak menempuh jalur laut 

sebab  lautan di sekitar Konstantinopel sudah ditebari den-

gan rantai penghalang yang menyebabkan kapal-kapal teng-

gelam. Dengan menggunakan kayu gelondongan sebagai 

roda dan lemak hewan sebagai pelumasnya, dalam waktu 

semalam 70 kapal perang Turki Ottoman bisa dipindahkan.

  Pada tanggal 29 Mei, sesudah  sehari beristirahat, pasukan 

Sultan Mehmed II kembali melakukan penyerangan total. 

Kali ini pasukan terdiri dari tiga lapis; lapis pertama prajurit 


non reguler, lapis kedua Anatolian Army dan lapis ketiga 

Yanisari. Serangan ini begitu hebat sehingga Giustiniani 

menyarankan pada Constantine untuk mundur atau me-

nyerah. Namun Constantine tidak mau menyerah. Dia 

memilih bergabung dengan pasukan tempurnya hingga tak 

pernah ditemukan jasadnya. 

  Konstantinopel akhirnya jatuh ke dalam penguasaan 

pasukan Turki Ottoman. sesudah  jatuhnya kota ini  

Sultan Mehmed II meminta semua penduduk berkumpul 

di Hagia Sophia. Dalam kesempatan ini sang Sultan mem-

berikan jaminan pada semua penduduk, baik yang beragama 

Islam, Kristen dan Yahudi.

  Jatuhnya Konstantinopel merupakan pukulan hebat 

bagi pasukan Salib. 

Guna membakar amarah orang-orang Katolik maka para 

raja Katolik dan pimpinan gereja menyebarkan desas-desus 

tentang tindakan tidak manusiawi pasukan Turki. Mereka 

mengarang cerita bahwa pasukan Turki membantai orang-

orang Katolik di dinding kota Konstantinopel sambil berpesta 

pora. Mereka juga mengabarkan desas-desus bahwa ribuan 

gereja telah dibakar dan sebagian diubah menjadi masjid, dan 

salib-salib dilemparkan kejalanan untuk dijadikan kayu bakar. 

Mendengar cerita-cerita yang penuh provokasi ini  

pasukan Salib kembali bangkit. Kerajaan Honggaria me-

mimpin kekuatan Salib memukul mundur pasukan Turki 

dari Konstantinopel. Sebagai panglima perang raja Honggaria 

menunjuk Janos Hunyadi. Genderang perangpun segera ter-

dengar di segala penjuru. 

Saat itu benteng terdepan pasukan Turki terletak di Bel-

grade, daerah perbatasan Serbia dan Honggaria. Untuk meny-

erang pos terdepan ini, Dracula mengusulkan agar melakukan 


dua serangan sekaligus. Yaitu, satu rombongan pasukan 

menyerang Belgrade dan rombongan yang lain menyerang 

Wallachia. Usul Dracula diterima dan taktik ini membawa 

kemenangan bagi pasukan Salib.

Pasukan Janos Hunyadi akhirnya berhasil merebut ben-

teng di Belgadre. Sementara itu, Dracula berhasil menusuk 

masuk ke Wallachia. Di ceritakan bahwa pertempuran di Wal-

lachia merupakan pertempuran paling berdarah dalam sejarah 

Honggaria. Dalam pertempuran ini  Dracula berhadapan 

satu lawan satu dengan Vladislav II, sedangkan pasukan mer-

eka mengerubungi memberikan semangat. sesudah  beberapa 

saat bertarung akhirnya Dracula berhasil memenggal kepala 

musuhnya. Melihat kejadian ini  prajurit Vladislav II 

langsung menjatuhkan senjata sebagai tanda menyerah. Sejak 

saat itu untuk kedua kalinya Dracula menduduki singgasana 

Wallachia.


Masa Pemerintahan Dracula 

(1456-1462 M)

Pada masa pemerintahan ini Dracula telah membantai 

300.000 umat Islam. Tentang bagaimana pembantaian itu  

baca Bab IV  

Reformasi Ala Dracula

MASA pemerintahan Dracula merupakan masa-masa teror 

yang sungguh mengerikan. Naluri kekejaman Dracula benar-

benar tersalurkan saat  dia sudah menjadi penguasa Walla-

chia. Kurang setahun dari kekuasaannya dia telah membunuh 

ribuan orang. Para tuan tanah dan sanak kerabat Dan II di-

bunuh dengan cara yang belum ada sebelumnya, yaitu disula. 

Para korban ditusuk dari bagian dubur dengan tiang pancang 

sebesar lengan tangan orang dewasa. sesudah  tiang pancang 

masuk kemudian sula ini  dipancangkan sehingga tubuh 

korban akan turun sedikit demi sedikit hingga tembus sampai 

kepala, mulut atau bagian tubuh yang lain. 

Sebagian besar korban kekejaman Dracula yaitu  para 

pangeran dan tuan tanah berserta keluarganya. Saat itu kekua-

saan tuan tanah memang besar, merekalah yang menentukan 

siapa pangeran yang berhak menduduki tahta. Bisa dikatakan 

bahwa penguasa Wallachia hanya boneka para tuan tanah 

(bayor). Para tuan tanah pula yang mengontrol perdagangan. 

Namun, sesudah  Dracula berkuasa kekuasaan mereka dilucuti 

dan tanah-tanah mereka dibagikan pada para petani yang setia 

kepadanya. 


Keputusan Dracula ini tentu saja menimbulkan protes dari 

para tuan tanah. Mereka mengorganisir protes-protes massal 

di penjuru kota. Terhadap protes para tuan tanah ini , 

Dracula mengundang mereka untuk perjamuan makan malam 

di istananya. Dalam kesempatan ini  Dracula memberikan 

kesempatan kepada para tuan tanah untuk berbicara. sesudah  

semuanya selesai bicara, Dracula mempersilakan mereka 

pulang dengan dikawal prajurit. Dan, sesampainya di luar 

dinding istana mereka dibantai semuanya. 

Berita tentang pembantaian ini  esok harinya segera 

tersebar ke seluruh penjuru Wallachia. Para tuan tanah yang 

selamat sebab  tidak ikut dalam pertemuan itu segera melari-

kan diri ke wilayah lain. Sementara yang tetap tinggal di Wal-

lachia memilih untuk diam dan tidak mengajukan protes lagi. 

Sejak terjadinya pembantain itu untuk beberapa waktu 

Wallachia bisa stabil. Tidak ada yang berani melawan sebab  

mereka sangat ngeri pada hukuman Dracula yang sangat ke-

jam. Tidak hanya tuan tanah yang tidak berani berulah, tapi 

juga perampok. Sebelumnya wilayah Wallachia merupakan 

surga bagi para perampok. Tapi sejak Dracula naik tahta para 

perampok tidak berani melakukan aksinya lagi di wilayah 

Wallachia sebab  takut akan hukuman yang akan didapatkan 

bila tertangkap. 

Bisa dikatakan reformasi ala Dracula yaitu  reformasi 

paling berdarah dalam sejarah abad pertengahan. Guna men-

jamin agar program reformasinya berhasil dia tidak segan 

membungkam lawan-lawan politiknya. Baginya membunuh 

manusia sama dengan membunuh burung atau tikus seperti 

yang pernah dia lakukan saat  menjadi tawanan Turki. Dia 

benar-benar seorang machiavelis sejati dalam sejarah umat 

manusia.


Sejarah memang pernah mencatat nama Caligula, salah 

seorang Kaisar Romawi, yang dengan darah dingin membunuh 

saingan politik. Tapi dia tidak pernah diberitakan melakukan 

pembunuhan secara massal terhadap anak-anak dan kaum 

perempuan. Hanya Dracula-lah yang mampu melakukan 

semua itu. 

Kisah Benteng Poenari

Masa-masa stabil dipergunakan dengan sebaik-baiknya 

oleh Dracula untuk membangun kubu pertahanan. Dia 

menyadari bahwa sebagai pengkhianat Kerajaan Turki 

Ottoman, bisa sewaktu-waktu ia mendapatkan serangan. Guna 

menghadapi kemungkinan ini  maka dia mempunyai 

rencana untuk membangun benteng. Namun, ada kendala 

yang harus dia hadapi. Peperangan yang terjadi terus-menerus 

ditambah konflik bersaudara menyebabkan perdagangan Wal-

lachia merosot sehingga kas yang masuk ke kerajaan sangat 

sedikit. Kondisi inilah yang memaksa Dracula harus berpikir 

keras. sesudah  berpikir agak lama akhirnya dia menemukan 

jalan keluar, dan rencana ini  akan dilaksanakan pada 

hari Paskah.

Hari Paskah pun tiba. Dracula mengundang para pangeran 

dan tuan tanah lengkap dengan keluarganya. Tidak ada yang 

curiga dengan undangan ini sebab  perjamuan akan dilakukan 

di gereja. Mereka dengan suka cita pergi dari rumah bersama 

istri dan anak dengan pakaian terbaik. Bagi mereka hari Pas-

kah merupakan hari yang suci, hari kebangkitan Sang Juru 

Selamat, yang harus disambut dengan riang gembira.


Sesampai di halaman gereja mereka mendapatkan makan-

an dan minuman telah tersaji di atas meja. Anak-anak kecil 

pun bersuka cita, berlarian mengitari meja. sesudah  semuanya 

berkumpul, Dracula mempersilakan mereka makan sepuas-

puasnya. Semuanya berpesta. Makanan dan minuman seolah-

olah tidak pernah habis; piring yang kosong segera terisi, 

begitu pula dengan gelas-gelas yang ada. Sampai akhirnya 

tragedi itu tiba.

sesudah  semuanya selesai makan dan bersantai-santai, tiba-

tiba terdengar teriakan Dracula yang memerintahkan semua 

orang yang ada di tempat itu ditangkap. Semuanya terperanjat 

tak bisa begerak. Tawa kebahagiaan berubah menjadi lolong 

kematian. Anak-anak kecil menangis dalam dekapan ibunya 

yang pucat pasi. Tak ada yang bisa melawan.

Dracula dengan tenang maju ke depan. Dia memberikan 

pengumuman bahwa mereka semua akan dijadikan budak 

untuk membangun benteng bagi kepentingan Wallachia. Tak 

peduli tua atau muda, lelaki-perempuan, dan anak-anak harus 

bekerja untuk kepentingan kerajaan. Dia juga mengumum-

kan bahwa para tuan tanah dan para pangeran yang terbukti 

terlibat persekongkolan membunuh ayah dan kakaknya akan 

segera di hukum mati. 

sesudah  kata-kata Dracula usai, prajurit menggiring para 

tawanan ke lembah didekat Sungai Arges, tempat reruntuhan 

benteng lama. Sementara itu, para pangeran dan tuan tanah 

yang bersekongkol dalam penggulingan kekuasaan keluarga 

Dracula segera dihukum mati dengan disula. Inilah cara khas 

kekejaman Dracula, memberikan korbannya hidangan sepuas-

nya untuk menjemput kematian.

Hari kebangkitan Yesus Sang Juru Selamat berubah men-

jadi hari berdarah di Wallachia. Dengan senyum kemenangan 

Dracula melangkah menuju istananya. Dia sangat puas sebab  

rencananya untuk membangun benteng akan segera terwujud 


tanpa harus mengeluarkan biaya yang banyak. Inilah rupa-

rupanya yang dipikirkan Dracula beberapa hari sebelum 

hari Paskah tiba, menjadikan para pangeran dan tuan tanah 

sebagai budak.

Siang dan malam para budak harus bekerja keras mem-

bangun benteng. Mereka mengumpulkan material dari rerun-

tuhan benteng lama dengan kaki terikat rantai. Lambat laun 

pakaian mereka yang awalnya sangat indah berubah menjadi 

compang-camping, dan bahkan banyak yang hanya menutupi 

bagian kemaluan.

Sejarawan Yunani, Chalcondyles, memberikan penjelasan 

yang lebih detail tentang pembangunan benteng ini . Dia 

mengatakan para budak dipaksa mengangkut batu-batu besar 

yang diambil dari tebing yang curam tanpa menggunakan alat 

yang memadai. Mereka juga dipaksa menggali parit di sekitar 

bentang tanpa diberikan makanan yang cukup sehingga ban-

yak yang mati sebab  kelaparan dan demam. Chalcondyles 

memperkirakan jumlah semua tahanan sekitar 300 kepala kelu-

arga. Bila mereka dibariskan maka panjangnya akan menjulur 

dari gerbang benteng sampai kampung terdekat.

Gambar 6: Reruntuhan Benteng Peonari


Seringkali benteng Poenari disamakan dengan istana di 

Tirgoviste. Anggapan ini salah. Benteng ini letaknya tigapuluh 

kilometer di sebelah utara istana di Tirgoviste. Benteng Poe-

nari pertama kali dibangun oleh Mircea pada tahun 1300-an 

di atas sebuah bukit yang curam. Dinding-dindingnya terbuat 

dari batu alam yang kokoh dengan bagian dalam terdiri dari 

barak, penjara bawah tanah, alun-alun dan terowongan rahasia. 

Pada setiap sisi benteng terdapat menara yang berfungsi sebagai 

menara pengawas dan tempat meletakkan senjata. Di antara 

menara-menara ini  salah satunya yaitu  kamar pribadi 

Dracula. Di luar benteng terdapat parit dengan jembatan 

gantung yang bisa dinaik turunkan sewaktu-waktu. 

Sebagaimana dikatakan Josehp dan Frances Gies dalam 

bukunya, benteng yang dibuat Dracula mempunyai fungsi mi-

liter, politik, sosial, ekonomi dan budaya. Dia dan keluarganya 

akan tinggal di tempat ini untuk mengendalikan pemerintahan 

dan sekaligus melindungi diri dari pemberontakan musuh-

musuh politiknya. Oleh sebab nya benteng ini sangat dijaga 

ketat oleh pengawal-pengawal pilihan.

Selain membangan benteng guna memperkuat kekuasaan-

nya Dracula juga memperbaharui birokrasi gereja. Dia sadar 

bahwa sebuah kekuasaan tidak akan kuat tanpa mendapat du-

kungan dari gereja, apalagi sesudah  dia meninggalkan Islam dan 

berkhianat terhadap Kerajaan Turki Ottoman. Langkah yang 

diambil Dracula dalam mereformasi gereja yaitu  mengganti 

kepala biara dan biarawan dari negeri asing dengan biarawan 

yang berasal dari Wallachia. Dengan langkahnya ini dia hendak 

memastikan bahwa gereja benar-benar mendukungnya. Selain 

langkah ini, Dracula berusaha mendapatkan dukungan gereja 

dengan cara memberikan sumbangan yang besar pada gereja-

gereja yang ada di wilayahnya. Salah satu gereja yang paling 

besar mendapatkan sumbangan Dracula yaitu  gereja yang ada 

di tengah Danau Snagov yang sampai saat ini masih berdiri. 


Kisah Sungai Permaisuri

Tingkah laku Dracula yang semakin tak terkendali mem-

buat Kerajaan Turki Ottoman memburunya. Sebagai panglima 

perang dalam pemburuan ini  ditunjuk adik Dracula send-

iri, Randu. Dia merupakan salah satu anggota dari kesatuan 

Yanisari. Kesatuan ini dibentuk oleh Sultan Mehmed II untuk 

menahan gempuran pasukan Salib dan sekaligus menandingi 

Orde Naga. sebab  sering melakukan operasi militer secara 

rahasia maka anggota kesatuan Yanisari yaitu  orang-orang 

pilihan yang sebagian besar masih kerabat sultan. 

Pada tahun 1462 M, Randu dan pasukannya mengepung 

benteng Poenari. Mereka membangun tenda tak jauh dari ben-

teng ini  dengan harapan bisa dengan mudah menggempur 

Dracula. Pada saat itu posisi Dracula telah terdesak. Hanya 

ada dua pilihan bagi Dracula: menyerah atau kabur. 

Malam hari sebelum penyerangan, salah satu prajurit 

Randu mengirimkan pesan rahasia lewat anak panah. Pada 

anak panah ini  ada surat yang berisi peringatan agar 

Dracula segera melarikan diri sebab  esok harinya Randu 

akan melakukan serangan besar-besaran. Menurut Mcnally dan 

Florescu, pemanah ini  yaitu  bekas pembantu Dracula 

yang ditangkap orang Turki yang kemudian masuk Islam agar 

tidak dijadikan budak.

Surat rahasia ini  secara kebetulan ditemukan oleh 

istri Dracula. Usai membaca surat itu istri Dracula mendatangi 

suaminya agar segera kabur. Akan namun , Dracula tidak mau 

mengikuti saran surat ini  dan memilih tetap bertahan 

di istana. Mendegar keputusan itu istri Dracula kembali ke 

kamarnya yang berada di salah satu menara. Sampai di kamar 


dia berkata pada dirinya sendiri, “Lebih baik aku membusuk 

di makan ikan-ikan Sungai Arges daripada ditangkap oleh 

orang Turki.”

sesudah  kata-katanya selesai istri Dracula melompat dari 

kamarnya dan jatuh di anak Sungai Arges. Sekarang tempat 

mayat istri Dracula diketemukan diberi nama Sungai Per-

maisuri (Râul Doamnei/the Lady’s River). Sampai saat ini 

masyarakat di pedesaan Rumania memercayai bahwa air yang 

mengalir dari anak Sungai Arges ini  berasal dari air mata 

istri Dracula.

Pada saat istrinya melompat dari kamar tidurnya ternyata 

Dracula telah kabur melalui lorong rahasia. Esok harinya 

saat  pasukan Randu melakukan penyerangan dan berhasil 

menguasai benteng Poenari, Dracula sudah tidak ada lagi.

Kisah Saudagar

Sebagaimana para tiran lainnya, Dracula sengaja membuat 

aturan hukum yang sangat kejam untuk melindungi kekua-

saannya. Alasannya memang untuk melindungi kerajaan dari 

tindak kejahatan, tapi sebenarnya hukum-hukum ini  

akan digunakan oleh Dracula untuk membungkam lawan-

lawan politik, misalnya dengan mengatakan mereka penjahat, 

orang yang tidak jujur atau pengkhianat.

Penerapan hukum sebagai kedok Dracula untuk mem-

bungkam musuh-musuhnya bisa dilihat dari kisah seorang 

saudagar dan hartanya. Saudagar ini mempunyai banyak 

pengikut. Dia juga mempunyai kekayaan yang melimpah. 

Dengan pengikut dan hartanya ini  sewaktu-waktu ia bisa 

menggulingkan penguasa Wallachia. Inilah yang oleh Dracula 

dilihat sebagai ancaman.


Dracula mencari cara untuk menyingkirkan si saudagar. 

Pengikut si saudagar yang banyak membuat Dracula harus 

mencari cara yang terbaik. Dracula tidak mungkin membunuh 

si saudagar itu tanpa alasan, sebab  jika  hal ini dilakukan 

akan menyebabkan pengikut si saudagar melakukan balas 

dendam. Maka dia mencari cara yang benar-benar aman.

Selama kekuasaan Dracula orang-orang menyimpan har-

tanya tanpa penjagaan sebab  wilayah Wallachia sangat aman. 

Para pencuri dan penjahat akan menjauhi kota ini daripada 

harus menghadapi hukuman Dracula yang sangat kejam. Jami-

nan itulah yang membuat si saudagar meninggalkan hartanya 

di luar rumah. Namun keesokan harinya dia sangat terkejut 

sebab  menemukan hartanya tidak ada di tempatnya. Dia 

segera melaporkan kejadian ini  pada Dracula. Dengan 

tenang Dracula mengatakan bahwa harta si saudagar akan 

segera ditemukan.

Benar, janji Dracula terbukti. Keesokan harinya harta si 

saudagar telah kembali. Si saudagar pun kembali menghadap 

Dracula untuk melaporkan bahwa  hartanya telah ditemukan. 

“Harta hamba telah kembali, Tuan,” kata si saudagar 

dengan wajah girang.

“Apakah tidak kurang?” tanya Dracula tenang.

“Tidak. Semuanya sudah sesuai dengan jumlahnya.”

“Kau sudah benar-benar yakin?”

“Sudah. Hamba telah menghitung dua kali. Tidak kurang 

dan lebih.” 

saat  mengembalikan harta si saudagar ini  Draucala 

memasukkan satu koin emas miliknya. Dia ingin menjebak si 

saudagar. Saat si saudagar mengatakan bahwa hartanya sudah 

ditemukan tapi tidak mengatakan bahwa ada tambahan satu 

koin emas di dalamnya, maka dia telah terperangkap dalam 

jebakan Dracula. Dengan begitu Dracula bisa menghukum si 


saudagar dengan alasan bahwa telah berkata bohong. Adanya 

alasan itu membuat para pengikut si saudagar tidak bisa ber-

buat banyak saat  tuannya di hukum mati dengan disula. 

Dan, Dracula telah berhasil menyingkirkan musuhnya dengan 

aman tanpa menimbulkan gejolak.

Kisah Piala Emas

Guna menguji kejujuran rakyatnya, Dracula meletakkan 

piala emas di tengah-tengah kota. Piala ini  berisi air yang 

siapa saja boleh meminumnya dengan syarat tidak memind-

ahkan atau membawa piala ini . 

Semua itu sebetulnya akal-akalan Dracula. Maksud 

sebenarnya dari keberadaan piala emas itu yaitu  untuk 

menyingkirkan musuh-musuhnya. Dracula akan dengan 

mudah memfitnah orang-orang yang tidak disukainya dengan 

mengatakan bahwa orang itu telah mengambil piala ini . 

Taktik ini biasanya dilakukan pada malam hari. saat  

semua kota telah terlelap dalam tidur Dracula akan memang-

gil orang kepercayaannya. Orang ini  disuruhnya untuk 

meletakkan piala emas di rumah orang yang tidak disukainya. 

Maka keesokan harinya saat  kota telah menggeliat kembali 

oleh kehidupan, kegegeranpun akan terjadi. Para warga kota 

akan membicarakan piala emas yang tidak ada di tempatnya, 

dan beberapa orang akan menyampaikan kejadian ini  

pada pengawal kerajaan. 

Mendengar hilangnya piala emas dari tempatnya, Dracula 

pura-pura terkejut dan marah. Dia segera memerintahkan para 

prajuritnya untuk mencari piala itu. Maka penggeledahan pun 

dimulai. Setiap orang dan rumah akan digeledah. Dan, sesudah  


mencari ke sana-kemari akhirnya prajurit Dracula menemu-

kan piala emas itu berada di rumah salah seorang penduduk. 

Sang pemilik rumah itu segera dibawa ke hadapan Dracula. 

Dan, Dracula bisa menghukum orang yang memang tidak 

disukainya itu dengan alasan telah mencuri piala emas.

 

Kisah Tuan Tanah                                                              

yang Menutup Hidungnya 

Posisi tuan tanah di Wallachia sangat penting. Bila diti-

lik lebih mendalam sebetulnya mereka inilah yang berkuasa 

sebab  bisa menentukan siapa yang bisa menjadi penguasa 

Wallachia. Dracula mengetahui kondisi ini. Maka dia men-

cari cara bagaimana menyingkirkan tuan-tuan tanah yang 

menentangnya.

Pada suatu pesta penyulaan1 Dracula mengundang para 

tuan tanah. Mereka yaitu  tuan-tuan tanah yang tidak disukai 

Dracula. Dia sengaja mengundang dengan tujuan mencari ke-

sempatan untuk menyingkirkan mereka. Nah, agar penying-

kiran ini  tidak menimbulkan gejolak tentu saja Dracula 

harus mencari cara yang halus.

Seperti biasanya sesudah  sehari diajak menyaksikan pe-

nyulaan, pada malam harinya Dracula menjamu para tuan 

tanah. Sebagai tempat makan malam Dracula memang sengaja 

memilih tempat yang berada di antara bangkai-bangkai yang 

mulai menyebarkan bau busuk. Tentu saja kondisi seperti ini 

mengganggu para tuan tanah yang terbiasa hidup di tempat 

yang selalu bersih. sebab  tidak tahan dengan bau busuk 

ini  para tuan menutup hidung. 

1 Penyulaan merupakan cara penyiksaan Dracula yang dilakukan dengan cara menusukkan 

sebatang kayu yang ujungnya runcing pada anus atau kemaluan perempuan.


Kesempatan ini digunakan Dracula untuk menyingkirkan 

para tuan tanah ini . Dracula berpura-pura marah dan 

merasa tersinggung dengan ketidaksopanan para tuan tanah. 

Dengan alasan ini dia memerintahkan pada prajurinya untuk 

menangkap mereka dan menyulanya pada keesokan harinya. 

Para tuan tanah mencoba melawan tapi sebab  prajurit Drac-

ula sangat banyak mereka tidak bisa berbuat banyak.

Pada keesokan harinya para tuan tanah itu benar-benar 

disula. Dengan wajah penuh ketakutan mereka diseret oleh 

prajurit Dracula ke tempat penyulaan. Sementara itu, Dracula 

telah duduk di mejanya dengan tenang. Dia tersenyum penuh 

kemenangan sebab  sebentar lagi musuh-musuhnya akan 

disula.

Sesampai di tempat penyulaan para tuan tanah disula se-

cara serentak. Mereka berteriak-teriak namun tak ada gunanya. 

Sekali Dracula memutuskan untuk menyiksa seseorang dia 

tidak akan mengampuninya. Akhirnya, nasib para tuan tanah 

itu harus ditentukan di ujung sula.

Kisah Jubah                                                                          

yang Terlalu Pendek Lengannya

Pada suatu hari Dracula berjalan-jalan menyusuri kota. 

Seperti biasanya dalam perjalanan ini  dia berusaha men-

gamati geliat penduduknya sambil berpikir bagaimana cara 

merperkokoh kekuasaannya. Tentang kekuasaannya Dracula 

memang harus berpikir keras sebab  pasukan Turki Ottoman 

terus-menerus menggempurnya. Kalau dia tidak waspada maka 

tahtanya bisa jatuh tiba-tiba.


Dracula terus melangkah. Sore telah meremang, memoles 

kota Wallachia dengan warna tembaga. Orang-orang berge-

gas menuju rumah masing-masing untuk bersiap menikmati 

malam sambil bercengkrama dengan sanak keluarga. Pasar 

mulai sepi. Para pedagang sudah mulai mengemas barang 

dagangan. Di antara para pedagang yang sedang berkemas 

terdapat seorang lelaki dengan jubah yang pendek lengannya. 

Dracula yang melihat lelaki itu langsung menghampirinya.

“Apakah kau mempunyai istri?” tanya Dracula pada 

lelaki itu.

“Punya, Pangeran,” jawab si lelaki dengan hormat.

“Bawa istrimu menghadap padaku.”

Si lelaki itu bergegas memanggil istrinya. Tidak begitu 

lama suami-istri itu sudah berada di depan Dracula.

“Apakah kau istri lelaki itu?” tanya Dracula sambil men-

gamati paras perempuan yang berdiri menunduk di depannya. 

“Benar, Pangeran.”

“Kalau begitu kau akan aku hukum sebab  lengan jubah 

suamimu terlalu pendek. Itu menandakan bahwa kau istri 

yang malas.”

Sebetulnya alasan yang sebenarnya menghukum bukan 

sebab  itu, tapi sebab  perempuan ini  pernah menolak 

saat  diajak berzina oleh Dracula. Sejak saat itu Dracula 

mendendam pada perempuan itu. Dan, dendam itu akhirnya 

terlampiaskan saat  dia menemukan alasan yang tepat untuk 

menghukum perempuan yang malang itu.

Begitulah cara Dracula menyingkirkan orang-orang yang 

tidak disukainya. Alasan apapun akan dia pakai.


Kisah Seseorang                                                                     

yang Mengikuti Dracula

Kekejaman Dracula sudah tersebar di seantero penjuru 

Wallachia. Di antara rakyat yang takut ada pula yang penasa-

ran dengan sosok Dracula. Salah seorang yang penasaran terse-

but yaitu  pemuda dari desa yang ingin melihat sosok Dracula 

dari dekat. Si pemuda kemudian meninggalkan kampungnya 

untuk menuju pusat kerajaan Wallachia. sesudah  berhari-hari 

mengendarai kuda akhirnya sampai juga pemuda itu di ibu 

kota Wallachia.

Sesampainya di ibu kota Wallachia pemuda itu langsung 

mencari informasi tentang Dracula. Dengan keluguannya dia 

bertanya pada orang-orang yang ditemuinya. Tentu pertan-

yaan si pemuda membuat heran yang ditanya, sebab  selama 

ini tidak ada orang yang berani mendekati Dracula. 

Akhirnya, sesudah  beberapa hari berada di kota kesempa-

tan si pemuda untuk bertemu Dracula terwujud. Pada suatu 

hari Dracula melintasi kota. Kesempatan ini digunakan oleh 

si pemuda untuk mengikuti Dracula. Selama beberapa hari si 

pemuda mengikuti Dracula sehingga Dracula akhirnya curiga.

Dracula memanggil pemuda itu dan kemudian bertanya, 

“Aku lihat beberapa hari ini kau selalu mengikutiku?”

“Benar, Pangeran,” jawab si pemuda dengan lugu.

“Kenapa mengikutiku?”

“Hamba ingin melihat sosok Pangeran dari dekat.”

Mendengar jawaban itu Dracula memerintahkan pen-

gawalnya untuk menangkap pemuda itu. Dracula merasa 

sangat tersinggung sebab  selama beberapa hari pemuda itu 

mengikutinya tanpa mau mengutarakan maksudnya sejak 

awal. Baginya tindakan ini  merupakan tindakan pengecut 

yang layak mendapatkan hukuman.


Memang sungguh malang nasib si pemuda itu; dia harus 

mengakhiri hidupnya di ujung sula. sebab  keluguannya dia 

tidak menyadari kalau telah menyerahkan nyawanya pada 

moncong buaya.

LO


Masa Pengasingan

SEBELUM pengepungan terhadap benteng Poenari sebet-

ulnya Dracula berkeinginan menemui Raja Honggaria yang 

baru, Matthias Corvinus, untuk memantapkan kerjasama 

dalam rangka Perang Salib. Namun situasi berubah sangat 

cepat. Benteng Poenari jatuh sehingga dia terpaksa melarikan 

diri untuk menghindari penangkapan pasukan Turki Otto-

man. 

Dari benteng Poenari Dracula melarikan diri ke arah barat 

menuju daerah Brasov. Jalur pelariannya memang cukup sulit. 

Dia harus melintasi Pegunungan Carpathia di daerah Transyl-

vania yang terkenal sangat liar. Namun Dracula bisa melintasi 

daerah yang berbahaya ini  hingga akhirnya sampai di 

reruntuhan benteng yang tidak dipakai lagi. Benteng ini  

terletak di dekat Dobrins. 

Di tempat ini , sebuah keluarga petani yang merasa 

iba memberi Dracula makanan dan tempat beristirahat. Begitu 

lelah hilang dari tubuh, Dracula melanjutkan perjalanan hingga 

akhirnya sampai di Brasov. Bisa mencapai tempat itu Dracula 

merasa lega. Namun kelegaan itu hanya sesaat. Ternyata sam-

butan Raja Matthias tidak seperti yang diharapkannya; sang 

raja tidak menyambutnya tapi jutru menangkapnya. 


Selama berbulan-bulan Dracula menjadi tahanan. Dia 

ditempatkan di Istana Visegrad. Istana ini  terletak di se-

belah selatan Honggaria di lokasi yang sangat indah. Letaknya 

pada puncak gunung yang curam dengan pemandangan yang 

hijau oleh berbagai macam tetumbuhan hutan. Sungai Danube 

yang jernih airnya berbelok di daerah itu, seperti ular naga 

yang menyelinap masuk ke dalam hutan. Walaupun sebagai 

tahanan Dracula bisa leluasa pergi kemana pun dia suka. 

Kesempatan ini dia gunakan untuk melihat pemandangan 

daerah ini . 

Di Istana Visegrad kebiasaan aneh Dracula kembali mun-

cul. Dia menangkap hewan seperti laba-laba, kecoak dan tikus. 

Hewan-hewan ini  kemudian dia tusuk-tusuk seperti sate. 

Matanya menatap hewan-hewan yang sekerat itu dengan pan-

caran kepuasan. Tingkah laku Dracula ini tentu saja membuat 

para penjaga Istana Visegrad merasa ngeri. Kalau tidak terpaksa 

mereka tidak akan mau bertemu dengan Dracula.

sesudah  sekian lama berada dalam tempat pengasingan, 

Dracula dipindahkan ke vila yang ada dalam lingkungan ista-

na. Guna menyenangkan bangsawan-bangsawan Honggaria 

dia masuk agama Katolik. Dengan langkahnya ini akhirnya 

dia mendapatkan keleluasaan yang lebih besar sehingga bisa 

berkenalan dengan penjabat-penjabat istana. Dari perkenalan 

ini  dia akhirnya bisa bertemu dengan Ilona Szilagy, 

seorang perempuan yang merupakan kemenakan Raja Matth-

ias. Mereka kemudian menikah secara resmi. Dari pernikahan 

ini  dia memperoleh dua anak laki-laki, salah satunya 

bernama Vlad.

sesudah  mengabdi selama 13 tahun pada Raja Matthias, 

Dracula kembali menyerang Wallachia pada bulan Juli 1475 

M. Dalam penyerangan ini dia dibantu oleh Stefen dan 


orang-orang Moldavian. Kali ini serangan Dracula berhasil. 

Pasukan Wallachia melarikan diri, meminta perlindungan 

pada Kerajaan Turki Ottoman dan sebagian lagi melarikan 

diri kepegunungan Carpathia. Dan, Dracula berhasil merebut 

kembali tahta Wallachia.

sesudah  berhasil merebut tahta Wallachia, Stefen mening-

galkan Dracula. Walaupun berkuasa tapi posisi Dracula sudah 

semakin lemah. Para tuan tanah dan rakyat Wallachia sudah 

enggan mendukung Dracula. Mereka masih ingat segala ben-

tuk kekejaman Dracula. Tidak sedikit di antara mereka yang 

memendam dendam pada si Penyula. 

Sewaktu Dracula merebut tahta Wallachia, Randu tidak 

lagi menjadi penguasa Wallachia. Pada tahun 1473 M, Randu 

telah kehilangan kekuasaannya akibat kudeta dari klan Dan II. 

Dan, akhirnya Randu meninggal dunia pada bulan Januari 

1475 M. Kematian Randu menyebabkan Dracula tidak bisa 

membalas dendam atas pengkhianatan adiknya, maka dendam 

ini  dia lampiaskan pada penguasa Wallachia waktu itu.


Masa Pemerintahan Kedua                 

(1475-1476 M)

MASA pemerintahan kedua tidak begitu lama, hanya satu 

tahun. Pada masa ini Dracula banyak menghabiskan waktu 

di Gereja Snagov. Di tempat ini dia mengisi hari-harinya 

dengan mengikuti misa dan bercakap-cakap dengan kepala 

biara. Dalam salah satu percakapan dia menanyakan apakah 

ada kemungkinan dosanya akan diampuni oleh Tuhan. Dan, 

dia mengulang pesannya agar kelak jika mati dikuburkan di 

Gereja Snagov.

Dracula rupanya menyadari kalau datangnya ajal sudah 

semakin dekat. Dia lebih banyak merenung, memikirkan se-

gala hal yang telah dilakukannya. Pada masa ini kebiasaannya 

menyiksa manusia sudah semakin berkurang. Pada akhirnya, 

seseorang yang hidupnya dilumuri oleh darah ini harus me-

nyerah pada kematian. Pada tahun 1476 M ajal benar-benar 

menjemputnya. 

sesudah  Dracula mati, istri dan anaknya atas perintah Raja 

Matthias diboyong ke Honggaria. Pada tahun 1508 M, putra 

paling tua Dracula, Vlad, mencoba merebut tahta Wallachia. 


Tapi serangan ini bisa dipatahkan oleh Minhea, penguasa 

Wallachia pada waktu itu.

Sejarah mencatat bahwa kekejaman Dracula menjadi sosok 

paling menakutkan di sekitar Rumania. sesudah  kematiannya 

dia kemudian dikenal sebagai setan hidup yang tak segan 

menghisap darah manusia. Kisah inilah yang terus melegenda 

sampai saat ini, hingga melahirkan sosok vampir, manusia 

penghisap darah manusia.

 

 


Keturunan Dracula

  

Pada tahun 1988-1989 M, seorang psikolog di New 

York, Dr.Kaplan Stephen, melakukan penelitian ten-

tang Dracula. Ia menyebar angket ke beberapa negara 

yang diduga masih merupakan keturunan Dracula.                            

Masih adakah keturunan Dracula hingga saat ini?

KALAU peribahasa mengatakan buah apel tak akan jatuh jauh 

dari induknya, lantas apakah peribahasa ini cocok untuk men-

getahui sifat keturunan Dracula? Sebagai penguasa Wallachia, 

Dracula memang mempunyai banyak keturunan, baik dari 

pernikahan yang resmi maupun yang tidak resmi. Keturunan 

ini  tersebar di berbagai tempat di sekitar Rumania. Di 

antara mereka ada yang hidup menjadi bangsawan dan ada pula 

yang menjadi rakyat biasa. Keberadaan keturunan Dracula 

ini  bisa dilacak keberadaannya sampai tahun 1845 M.

Bila ditilik lebih mendalam memang ada satu keanehan 

mengenai keturan Dracula. Di antara keturan-keturan Dracula 

banyak yang mati sewaktu masih kecil, dan kalau hidup mer-

eka mengalami cacat mental. Hal inilah yang menyebabkan 

keturan Dracula akhirnya mengalami kepunahan. Apakah 

keanehan ini disebabkan oleh perkawinan incest atau sebab 

yang lainnya, para pakar belum bisa menyimpulkannya.

Di antara anak Dracula dari istri yang sah hanya Vlad yang 

bisa hidup dan kemudian menikah. Dari pernikahannya dia 

mempunyai dua anak laki-laki tapi hanya satu yang menikah. 

Dan, pada garis keturunan selanjutnya  terus-menerus men-

galami penyusutan hingga mengalami kepunahan. 


Penyiksaan Ala Dracula

 

Para sejarawan memperkirakan korban dari kekejaman 

Dracula antara 100.000-500.000 orang. Korbannya ber-

asal dari berbagai kalangan mulai dari bangsawan, tuan 

tanah, petani sampai pengemis. Di antara mereka ada 

laki-laki dan perempuan, orang tua dan anak-anak. Bila 

Dracula berkehendak tak ada satupun yang bisa lolos dari 

kekejamannya. 

Dracula bisa dikatakan sebagai kreator penyiksaan. Metode 

penyiksaan yang belum pernah ada dia ciptakan untuk 

memenuhi hasrat gilanya akan darah dan jerit korban 

yang sekarat. 


Metode Penyiksaan Dracula

ADA banyak cara yang digunakan Dracula untuk menyiksa 

korbannya. Di antara cara-cara ini  ada yang hanya 

membuat cacat seumur hidup dan ada pula yang membuat 

mati. Dengan cara-cara penyiksaan ini  Dracula berusaha 

memperoleh kepuasan yang setinggi-tingginya.

Ada pun metode penyiksaan ala Dracula yang populer 

dan paling sering digunakan antara lain:

Penyulaan

Di antara metode penyiksaan yang dimiliki Dracula, pe-

nyulaan atau impalement merupakan yang paling dia gemari. 

Sebagian besar korbannya mati sebab  cara ini.

Sula merupakan kayu sebesar lengan orang dewasa yang 

ujungnya runcing. Alat seperti ini digunakan oleh Dracula 

untuk menusuk seseorang. Bagian yang ditusuk yaitu  dubur 

atau liang kemaluan perempuan. 


Biasanya si korban ditidurkan telentang di atas meja 

dalam keadaan telanjang. Kemudian tiga atau empat prajurit 

memegangi kaki dan tangan si korban untuk memudahkan 

penyulaan. sesudah  korban dipegang dengan kuat salah seorang 

parjurit memasukkan sula lewat dubur atau liang kemaluan 

perempuan. Tentu saja si korban akan menjerit kesakitan dan 

meronta-ronta, tapi prajurit Dracula akan terus melakukan 

tugasnya sampai tuntas. Saat seperti inilah yang sangat disenan-

gi oleh Dracula. Dia akan melongokkan kepala untuk melihat 

dari mana arahnya jeritan datang. sesudah  menemukannya dia 

akan tersenyum penuh dengan kepuasaan.

sesudah  masuk ke dalam badan si korban, sula kemudian 

dipancangkan di atas tanah. Dalam keadaan tegak lurus ini 

tubuh korban akan turun dengan pelan mengikuti berat badan-

nya, dan bagian sula yang masuk ke dalam tubuh semakin 

panjang. Tentu saja sula yang runcing ini  akan tembus ke 

bagian-bagian penting korban seperti jantung dan paru-paru, 

dan kemudian ujung runcingnya akan keluar melalui kepala, 

mulut, dada, punggung atau tenggorokan.

Korban yang disula akan mati secara perlahan-lahan. Se-

tiap inci sula yang masuk ke dalam tubuh akan menimbulkan 

rasa sakit yang luar biasa. Di atas sula mereka akan bergerak 

kesana-kemari menghadapi sang maut yang begitu pelan-pelan 

datangnya. sebab  gerakan-gerakan korban yang tak beraturan 

maka sula ada yang tembus ke punggung, tenggorokan atau 

perut. Sementara itu, Dracula duduk dengan tenang di depan 

meja sambil menikmati makanan dan minuman dengan wajah 

penuh dengan kegembiraan.

Bila yang disula anak kecil maka ujung sula akan tembus 

sampai ibunya. Seorang ibu diikat dengan tubuh anaknya 

pada tiang pancang yang kuat. Kemudian seorang prajurit atas 

permintaan Dracula mengambil sula dan kemudian berdiri di 


depan si korban. sesudah  Dracula memberikan aba-aba prajurit 

itu akan menyula anak kecil dengan pelan-pelan. saat  sula 

menembus perut maka darah akan muncrat dan lolong sekarat 

anak kecil itu akan membahana. Prajurit itu akan terus me-

masukkan sula sampai tembus pada perut ibunya. Kini si ibu 

yang akan menjerit kesakitan. sesudah  sula masuk ke perut si 

ibu, prajurit yang lain melepaskan tali ikatan. Begitu tali lepas 

sula akan dipancangkan di atas tanah. Dalam keadaan seperti 

ini sula akan terus masuk ke tubuh si ibu sampai tembus ke 

punggung. Dracula pun bertepuk tangan dengan penuh kegi-

rangan melihat adegan ini .

“Pesta Penyulaan” biasanya dilakukan dipinggir kota. Para 

korban sebelum disula digiring dengan tali di leher sepanjang 

jalan, sementara Dracula berjalan paling depan. Wajah-wajah 

para korban Dracula tertunduk ke tanah dengan tatapan 

kosong sebab  sudah tahu nasib yang akan mereka alami. Se-

dangkan prajurit-prajurit bertampang buas berjalan di sekitar 

para korban, dan siap memukulkan gagang tombak pada siapa 

saja yang berjalan lambat.

Sesampainya di tempat penyulaan, Dracula duduk di 

depan meja bersama orang-orang kepercayaannya. Sebelum 

acara dimulai dia akan bertaruh terlebih dahulu untuk me-

nentukan formasi apa yang akan dipilih saat  korban akan 

dipancangkan di atas tanah; biasanya yang disukai Dracula 

yaitu  posisi lingkaran. sesudah  formasi ditentukan maka 

penyulaan dimulai.

Dalam “pesta penyulaan” jumlah korbannya bisa sampai 

puluhan ribu. Agar acara gila ini bisa sukses maka Dracula 

mengerahkan 20.000 prajuritnya untuk menyula korban secara 

serempak. Bisa dibayangkan bagaimana memilukan tempat 

ini  dengan berbagai lolong kematian dan darah yang 

membasahi rerumputan. Para korban tidak bisa berbuat lain 


kecuali berteriak sekeras-kerasnya disertai tangis para bayi. 

sesudah  semuanya disula, para korban akan dipancangkan 

dengan formasi yang diinginkan oleh Dracula di atas tanah 

lapang. Sula yang paling tinggi menunjukkan bahwa si kor-

ban menempati rangking pertama dalam daftar penyiksaan 

Dracula.

Begitu semua mayat telah dipancang Dracula akan berjalan 

berkeliling untuk menikmati rintih sekarat korbannya. Dia 

akan senang bila melihat korban yang menanti ajal sambil 

matanya tak lepas menatap darah yang menetes. sesudah  merasa 

puas melihat korban-korbannya, Dracula akan kembali ke 

mejanya dan kemudian menikmati santap makan siang.

Mayat-mayat korban penyulaan akan dibiarkan selama 

berbulan-bulan sampai membusuk. Tidak ada yang berani 

mendekati daerah itu. Masyarakat desa di Wallachia memilih 

berjalan memutar bila harus melintasi ajang pembantaian 

ini . Bila penyulaan akan dilakukan lagi tempat ini  

baru dibersihkan, dan mayat-mayat yang telah tak berbentuk 

itu dikuburkan secara massal.

Para sejarawan belum bisa memastikan darimana asal 

Dracula mendapatkan cara penyiksaan berupa penyulaan 

ini. Tapi yang jelas semenjak di Turki dan saat  ditahan 

di Honggaria kebiasaan Dracula memang menusuk-nusuk 

binatang. Binatang yang ditemukan di sekitarnya, baik itu 

kecoak, tikus, laba-laba atau burung, langsung dia tusuk seperti 

tukang sate menusuk irisan daging kambing. Dia melakukan 

hal ini tatkala merasa kesepian atau tidak bisa menyalurkan 

dendamnya pada musuh-musuhnya. Satu hal yang perlu di-

catat, dia melakukan itu dengan ketenangan yang luar biasa 

tanpa ekspresi kengerian. 


Beberapa sejarawan dengan detail yang berbeda tapi inti 

cerita sama mengatakan bahwa Dracula pernah meminta 

pendapat dua orang biarawan tentang praktek penyulaan. 

Dracula mengajak dua biarawan ini  ke halaman istana. 

Sesampai di tempat ini  Dracula memerintahkan pada 

prajuritnya untuk menyula seseorang. 

sesudah  proses penyulaan selesai Dracula bertanya pada 

kedua biarawan itu, “Apakah penyulaan yang kulakukan ini 

dibenarkan agama Kristen?”

“Kau ditugaskan Tuhan untuk menghukum kejahatan,” 

jawab biarawan pertama.

“Tindakanmu yaitu  tindakan setan,” jawab biarawan 

kedua jujur.

Mendengar jawaban ini  Dracula memerintahkan 

agar biarawan yang kedua disula di depannya saat itu juga. 

Sedangkan pada biarawan pertama dia memberikan hadiah 

yang melimpah sebab  telah mendukungnya.

Sebuah dokumen yang berasal dari Jerman memberikan 

penjelasan lain. Dalam dokumen ini kedua biarawan sama-

sama disula oleh Dracula. Biarawan pertama disula sebab  

telah berkata tidak jujur sedangkan biarawan kedua disula 

sebab  kejujurannya. saat  kedua-duanya disula Dracula 

menyasikannya sambil menyantap makan siang. 

Selain kisah di atas ada kejadian lain menyangkut penyu-

laan. Pada saat itu diadakan penyulaan di luar kota. Seperti 

biasanya Dracula akan mengajak para bangsawan dan pengi-

kutnya untuk menyaksikan “pesta penyulaan” ini . Salah 

satu di antara bangsawan yaitu  duta dari Brasov. Sudah 

sejak lama Dracula tidak suka dengan bangsawan ini sebab  

terlalu banyak ikut campur, maka dia mencari siasat untuk 

menyingkirkannya.


saat  penyulaan dimulai Dracula mengajak bangsawan 

ini  melihat-lihat para korban. Mereka berjalan sambil 

berbincang-bincang di antara tubuh yang meregang nyawa 

di kayu sula. 

“Wah di sini baunya busuk sekali,” kata Dracula.

“Hamba tidak menciumnya, Pangeran,” jawab sang 

bangsawan.

Mendengar jawaban bangsawan itu Dracula sangat marah. 

Dia menuduh bangsawan itu tidak berkata jujur di depannya. 

Alasan inilah yang dipakai Dracula untuk menyingkirkan si 

bangsawan. Akhirnya, bangsawan itu harus menemui ajalnya 

di ujung sula.

Kalaupun pada masa sebelum Dracula penyiksaan den-

gan penyulaan sudah dikenal, namun hanya Draculah yang 

melakukan dengan massal. Baginya penyulaan merupakan 

pesta yang paling menyenangkan dalam hidupnya. Memang 

inilah kekejaman yang hanya dimiliki oleh Dracula sepanjang 

sejarah umat manusia.

Pemotongan Payudara Perempuan 

dan Merusak Organ Seksual

Dracula tidak pernah pilih kasih pada korbannya. Dia 

akan memperlakukan secara sama tanpa berbelaskasihan 

sedikitpun. Termasuk pada perempuan. 

Siksaan terhadap perempuan yang disukai oleh Dracula 

selain penyulaan yaitu  mengerat payudara. Korban diikat 

di atas meja dengan kuat dalam keadaan telanjang. Kemu-

dian Dracula mengamati tubuh si korban dari ujung rambut 


sampai ujung kaki. sesudah  puas dia akan mengeluarkan pisau 

kecil yang selalu dibawa-bawanya dari sarungnya. Pisau itu 

berkilauan terkena sinar matahari. 

Dengan ketenangan yang luar biasa seperti ahli bedah 

yang berpengalaman Dracula mulai mengerat payudara si 

korban. Bisa dibayangkan korban akan teriak histeris sebab  

kesakitan, tapi Dracula terus melakukan pekerjaannya tanpa 

terganggu. sesudah  satu payudara selesai dikerat dia meletak-

kan di meja yang ada di dekatnya, kemudian melanjutkan 

mengerat payudara yang satunya. Bila korban pingsan maka 

dia akan menunggu sampai siuman atau menyuruh prajuritnya 

untuk membangunkannya. Baginya menyiksa korban tanpa 

rintihan atau lolongan kesakitan tidak akan memuaskan hati. 

sesudah  kedua payudara selesai dikerat Dracula akan men-

guliti payudara ini . Semuanya dia kerjakan dengan rapi 

sehingga seluruh kulit akan terkelupas. Baru sesudah  selesai 

dia akan mencuci tangan yang berlumuran darah di baskom 

yang telah disediakan pelayannya dan kemudian menenggak 

segelas anggur.

Puaskah Dracula dengan penyiksaan yang dilakukan?

Belum. Bila korban masih hidup dia akan merusak liang 

kemaluan perempuan malang ini  dengan kayu kurang 

lebih sepanjang 30 centimer, yang besarnya selengan bayi. 

Ujung kayu ini  diruncingkan seperti sula.

sesudah  merasa siap Dracula akan memasukkan kayu 

ini  ke dalam liang kemaluan perempuan yang menjadi 

korbannya. Tentu saja si korban berteriak kesakitan; sering-

kali sampai pingsan berkali-kali. Tapi Dracula tetap melaku-

kannya dengan tenang dan wajah sedingin mayat hidup. Dia 

tak hirau dengan teriakan minta ampun atau lolongan kema-

tian. Sebelum terpuaskan dia tidak akan pernah mengakhiri 

penyiksaannya.


Selain melakukannya sendiri, Dracula sering memerin-

tahkan prajuritnya untuk melakukan penyiksaan jenis ini. 

Bila prajuritnya yang melakukan Dracula akan duduk di 

tempat duduknya sambil memerhatikan tubuh si korban yang 

meronta-ronta. Matanya akan mengamati setiap tetesan darah 

yang menetes dari meja ke lantai. Bila dia merasa bahwa siksaan 

yang dilakukan oleh prajuritnya tidak memuaskan hatinya, 

maka akan memerintahkan agar prajurit ini  dihukum 

dengan hukuman yang sangat berat.

Entah dari mana Dracula belajar cara penyiksaan seperti 

itu tapi yang pasti hal ini merupakan salah bentuk penyiksaan 

yang paling dia sukai. Para pakar psikologi pun belum dapat 

menyimpulkan penyakit kejiwaan yang diderita oleh Dracula. 

Tapi yang jelas mereka sepakat bahwa Dracula merupakan 

seorang psikopat yang maniak dengan darah. Orang seperti ini 

akan merasa senang bila melihat darah yang ada di mana-mana, 

dan dia juga sangat menikmati rintihan korbannya. Bila satu 

korban tidak memuaskannya maka dia akan melakukannya 

pada korban yang lain. 

Adakah cara penyiksaan yang lebih keji bila dibandingkan 

yang dilakukan Dracula?

Merebus Korban Hidup-hidup

Penyiksaan dengan cara merebus korban hidup-hidup 

biasanya dilakukan di ibukota Wallachia. Sebuah bejana be-

sar—kira-kira berdiameter 2 meter—diletakkan di atas tungku 

yang berada di tengah alun-alun. Bejana ini  diisi air. 

sesudah  penuh kayu bakar dinyalakan.

Sambil menunggu air mendidih para korban di keluarkan 

dari dalam penjara kemudian diarak menuju alun-alun. Wajah 


sedih mereka berjalan lemas melewati kerumunan orang- 

orang yang telah memadati alun-alun. Sesampai di tengah 

alun-alun mereka diikat pada tiang pancang.

Begitu semuanya siap, Dracula akan memasuki alun-alun. 

Dia akan duduk di kursi yang telah disediakan dengan dikawal 

prajurit kepercayaan. Matanya yang biru menatap berkelil-

ing, memerhatikan suasana “pesta” yang akan segera dimulai. 

Dia kemudian melambaikan tangan pada prajurit yang ada di 

tengah alun-alun sebagai tanda bahwa “pesta” bisa dimulai.

Begitu mendapatkan tanda dari Dracula, seorang prajurit 

akan melepas korban dari tiang pancang tanpa melepas ikatan 

di tangan. Korban kemudian digiring ke tengah alun-alun 

mendekati bejana berisi air yang telah mendidih. Sesampainya 

di tempat itu dua orang prajurit melemparkan korban ke 

dalam bejana ini . Dan, bisa dibayangkan korban akan 

bergerak-gerak tak karuan di tengah air-air yang mendidih 

seperti halnya ayam yang direbus hidup-hidup. 

Selama beberapa waktu korban akan terus meronta-ronta 

sampai mati. sesudah  mati tubuhnya akan diambil untuk di-

gantikan korban selanjutnya. Begitulah yang terjadi sampai 

korban habis. 

sesudah  semua korban direbus dengan hidup-hidup, 

Dracula memerintahkan prajuritnya memotong-motong 

tubuh ini . Para jagal-jagal ini  melakukan tugasnya 

layaknya memotong daging rusa. Bagian tubuh yang telah 

terpotong kemudian dimasukkan ke dalam keranjang. sesudah  

semuanya selesai, potongan-potongan ini  akan diberikan 

pada binatang buas peliharaan Dracula. 

Dari tempat duduknya Dracula memerhatikan setiap 

korban yang direbus ini  dengan penuh semangat. Ru-

panya cara penyiksaan yang berbeda memberikan kepuasaan 


yang berbeda pula. Tapi yang jelas semuanya memberikan 

kepuasaan baginya. 

Terhadap kekejaman ini  seorang psikolog dari 

Indaho, Dr. Thomas Mcdevitt, menyatakan bahwa Dracula 

menderita kecanduan akan darah. Seperti orang yang kecan-

duan heroin, orang yang kecanduan darah akan marah jika  

keinginan untuk melihat darah tak terpenuhi. Semakin kuat 

kecanduannya maka semakin sering dia ingin melihat darah. 

Dr. Thomas Mcdevitt mengatakan bahwa orang seperti 

Dracula mempunyai ciri fisik seperti lingkaran gelap di bawah 

mata, pipi cekung dan kulitnya pucat. Sampai saat ini belum 

diketahui penyebab kelainan ini  dan apa obatnya.  

Kalau melihat korban Dracula yang mencapai ribuan 

orang maka penyakit kecanduan darah yang dialaminya bisa 

dikatakan akut. Bila dihitung dari masa pemerintahannya 

yang hanya tujuh tahun namun  dengan korban yang mencapai 

ratusan ribu tentu Dracula melakukan penyiksaan setiap hari 

untuk memenuhi rasa kecanduannya akan darah. 

Lantas, siapakah yang bisa menandingi kekejaman 

Dracula?

Menguliti Kepala dan Bagian Tubuh Lainnya 

Dracula juga suka menguliti korbannya. Biasanya bagian 

yang dikuliti yaitu  kepala. Kalau suku Cromagnon tempo 

dulu menguliti kepala korban yang telah mati, maka Dracula 

melakukannya saat  korban masih hidup. 

Korban yang akan dikuliti ditidurkan di atas meja dengan 

ikatan yang kuat. Dracula kemudian berdiri di dekat si korban. 

sesudah  merasa siap dia akan mulai menguliti kepala korban 


dengan pisau yang tajam. Mulai dari wajah kemudian kulit 

korban dikuliti sampai semua kulit kepala terkelupas. 

Bisa dibayangkan bagaimana rasa sakit yang dialami si 

korban. Dia akan berteriak-teriak histeris dengan harapan 

diampuni, tapi Dracula tetap melakukannya dengan tenang 

seperti menguliti kulit kambing. Dia baru akan berhenti bila 

seluruh kulit kepala telah terkelupas. sesudah  semuanya terke-

lupas biasanya dia akan meletakkan kulit ini  di atas meja. 

Selain menguliti kepala, Dracula juga menguliti bagian 

tubuh yang lain. Sudah menjadi kebiasaannya bahwa sesudah  

puas menguliti kepala si korban dia berhenti sejenak untuk 

menyantap makanan atau minum sambil melihat korban-

nya. Begitu merasa cukup beristirahat dia akan melanjutkan 

penyiksaannya dengan menguliti bagian tubuh yang lain—

tangan, kaki, paha, perut dan lain-lain—hingga darah pun 

membasahi ruangan penyiksaan. Dan, Dracula sangat senang 

melihat genangan darah ini . 

Dalam melakukan pengulitan Dracula melakukan dengan 

pelan-pelan seakan setiap bagian tubuh korbannya yaitu  

barang yang berharga. Bisa dibayangkan bagaimana korban 

yang masih hidup mengalami penyiksaan semacam ini. Tentu 

sangat menderita. 

Kesadisan Dracula melebihi kesadisan suku-suku paling 

primitif yang ada di muka bumi ini. Kalau suku-suku primi-

tif melakukan pengulitan kepala sebagai tanda kemenangan, 

maka Dracula melakukannya hanya untuk memenuhi nafsu 

setannya.

Begitulah sejarah mencatat kekejaman Dracula.


Cara Penyiksaan yang Lain

a. Mencekik

Pencekikan dilakukan dengan cara korban berjongkok 

dan tangannya diikat di belakang. Di leher korban kemudian 

dilingkarkan kawat dengan kedua ujungnya di pegang. sesudah  

siap maka kedua ujung ini  ditarik kuat-kuat. Korbanpun 

akan meronta-ronta kesakitan.

Dalam melakukan pencekikan biasanya dilakukan sendiri 

oleh Dracula. saat  korban meronta-ronta dan akan sekarat 

dia segera melepaskan cekikannya untuk beristirahat sejenak. 

sesudah  siap dia akan melakukannya lagi. Begitulah yang dia 

lakukan sampai korban mati dengan lidah menjulur. 

Sebagai salah satu ciri penyiksaan Dracula yaitu  dia tidak 

mau melihat korbannya lekas mati. Dia akan berusaha agar 

korbannya mati secara perlahan-lahan. Bagi Dracula setiap 

detik menjelang kematian yaitu  sesuatu yang berharga demi 

memuaskan nafsu sadisnya.

b. Memotong otot-otot tertentu

Biasanya bagian yang di potong yaitu  otot-otot pada 

lutut. Pemotongan pada bagian ini menyebabkan si korban 

mengalami kelumpuhan seumur hidup. Bagi Dracula huku-

man seperti ini termasuk dalam katagori hukuman ringan.

Mereka yang dihukum seperti ini biasanya para petani 

miskin yang tidak mampu membayar upeti pada tuan tanah 

yang dekat dengan Dracula. Para petani yang mengalami pe-

nyiksaan seperti ini mau tak mau akhirnya menjual tanahnya 


sebab